Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Ada Aktivitas Orang Asing di Kawasan Hutan Botteng Berseragam Mirip Militer

Ada Aktivitas Orang Asing di Kawasan Hutan Botteng Berseragam Mirip Militer

  • account_circle sulbarupdate
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
  • visibility 356
  • comment 0 komentar

Mamuju – Sulbarupdate.id – Tokoh masyarakat Sulawesi Barat, H. Damris, menyoroti adanya dugaan aktivitas orang asing di kawasan hutan wilayah Taludu, yang kemudian menjadi perhatian publik setelah diunggah melalui akun media sosial miliknya. Sabtu, 4/4/2026.

“Orang luar yang tidak bisa berbahasa Indonesia berkeliaran dalam hutan di wilayah Taludu dengan memakai pakaian seragam loreng tentara China. Pertanyaan saya, kenapa bisa tentara China masuk di wilayah kita dengan memakai pakaian seragam dalam hutan dan dikawal beberapa orang warga Mamuju?” tulis H. Damris.

Informasi tersebut turut diperkuat oleh keterangan warga di Taludu yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia menyebutkan bahwa kelompok tersebut telah beberapa kali terlihat memasuki area hutan di wilayah Botteng Utara dan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju.

“Beberapa kali terlihat masuk ke hutan, jumlahnya sekitar 10 orang,” ujar sumber tersebut.

Warga juga mengamati adanya aktivitas pengambilan sesuatu dari dalam hutan yang kemudian dimasukkan ke dalam wadah menyerupai botol. Namun, belum dapat dipastikan jenis maupun tujuan dari kegiatan tersebut.

“Bisa jadi itu bagian dari pengambilan sampel atau kegiatan lain, kami belum mengetahui secara pasti,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, kawasan hutan di wilayah Botteng dan Tapalang Barat dikenal memiliki potensi sumber daya alam, termasuk dugaan kandungan mineral tertentu. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait keterkaitan potensi tersebut dengan aktivitas yang dilaporkan warga.

Unggahan H. Damris tersebut memicu perhatian dan berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama terkait kejelasan identitas serta tujuan keberadaan kelompok tersebut di kawasan hutan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait laporan tersebut.

Masyarakat berharap adanya penelusuran lebih lanjut guna memastikan aktivitas yang dilakukan serta memberikan kejelasan informasi di tengah publik.

Warga juga berharap situasi ini dapat segera mendapat perhatian agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan tetap menjaga rasa aman di lingkungan sekitar.

  • Penulis: sulbarupdate

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less