Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Terlilit Utang, Pemuda di Polman Rekayasa Laporan Begal dan Lukai Diri Sendiri

Terlilit Utang, Pemuda di Polman Rekayasa Laporan Begal dan Lukai Diri Sendiri

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 166
  • comment 1 komentar

POLMAN, Sulbarupdate.id – Jagat media sosial di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) sempat digemparkan oleh kabar aksi pembegalan sadis yang menimpa seorang pemuda di Kecamatan Campalagian pada Selasa malam (14/4/2026).

Namun, setelah diselidiki pihak kepolisian, peristiwa tersebut dipastikan hanyalah rekayasa atau hoaks yang dibuat oleh korban sendiri.

​Kapolsek Campalagian, IPTU H. Harifuddin, mengungkapkan bahwa pelaku rekayasa tersebut adalah seorang pria bernama Arham (24).

Awalnya, Arham mengaku menjadi korban pencurian dengan kekerasan oleh tiga orang bersenjata tajam yang mengendarai dua sepeda motor sekitar pukul 21.30 WITA.

Motif Terlilit Utang dan Pinjol

​Berdasarkan pemeriksaan intensif oleh personel Polres Polman dan Polsek Tinambung, terungkap bahwa motif di balik laporan palsu tersebut adalah masalah ekonomi.

Arham mengaku tertekan karena memiliki tumpukan utang yang totalnya mencapai Rp6,8 juta.

​”Faktanya, yang bersangkutan merasa takut kepada keluarganya karena terlilit utang. Ia memiliki pinjaman di Kabupaten Sidrap sebesar Rp6 juta dengan jaminan sepeda motornya yang sudah digadaikan sejak Maret lalu, serta pinjaman online (pinjol) sebesar Rp800 ribu,” ujar IPTU H. Harifuddin.

​Untuk meyakinkan pihak kepolisian dan keluarganya, Arham melakukan aksi nekat dengan melukai tubuhnya sendiri menggunakan pecahan kaca di sekitar Masjid Raya Wonomulyo. Luka tersebut ia klaim sebagai akibat dari serangan senjata tajam para pembegal.

​Selain itu, Arham juga diketahui sempat meminta uang kepada keluarganya dengan dalih untuk biaya perbaikan ponsel, guna menutupi lubang utang yang menjeratnya.

​Berakhir dengan Surat Pernyataan
​Setelah kebohongannya terungkap, pihak kepolisian segera mengambil langkah pembinaan.

Arham diminta membuat surat pernyataan resmi dan permohonan maaf agar keresahan yang sempat timbul di masyarakat dapat segera diredam.

​Pihak Kepolisian Resor Polman mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya ke media sosial.

​”Kami mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Hal ini penting untuk menghindari kepanikan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tutup Kapolsek.(*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan KK Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa, Kerugian Capai Rp10 Miliar, Apa Langkah Pemda?

    Puluhan KK Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa, Kerugian Capai Rp10 Miliar, Apa Langkah Pemda?

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa memicu rentetan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa mencatat, total kerugian material akibat bencana sejak Januari hingga Mei 2026 ini ditaksir telah menembus angka Rp10 miliar. ​Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Peluncuran Posko […]

  • Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Majene Akhirnya Rampung, Akses Pendidikan Kini Terjamin

    Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Majene Akhirnya Rampung, Akses Pendidikan Kini Terjamin

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Harapan warga Dusun Bawappu, Desa Mekkatta, Kabupaten Majene, untuk memiliki akses penyeberangan yang layak akhirnya terwujud. Jembatan Perintis Gantung Garuda yang membentang sepanjang 50 meter resmi rampung dan mulai beroperasi pada Sabtu (9/5/2026). Pembangunan jembatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat, terutama bagi anak-anak sekolah dan nelayan yang selama bertahun-tahun harus […]

  • Panen Raya Bawang Merah di Kalukku, Bukti Nyata Keberhasilan Program Pemprov Sulbar

    Panen Raya Bawang Merah di Kalukku, Bukti Nyata Keberhasilan Program Pemprov Sulbar

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kelompok Tani Sirannuang II, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, melaksanakan Panen Raya Bawang Merah, Selasa, 04 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil dari penyaluran bantuan benih bawang merah dan pupuk organik Tahun 2025. Dengan luas panen mencapai 1,5 hektare, potensi hasil produksi diperkirakan mencapai 15 ton, menjadi capaian […]

  • Kadinsos Mamuju Tengah, Temui Wamen Sosial RI, Ini Tujuannya!

    Kadinsos Mamuju Tengah, Temui Wamen Sosial RI, Ini Tujuannya!

    • 1Komentar

    Mamuju Tengah, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat terus bergerak aktif memperjuangkan berbagai program sosial untuk masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan koordinasi Dinas Sosial Mamuju Tengah ke Kementerian Sosial Republik Indonesia, pada senin 11 Mei 2026, di Jakarta. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah, Hj. Nirwanasari Aras T, bersama jajaran melakukan […]

  • APDESI Demo Besar – Besaran Di Jakarta, Ini Kata Perwakilan Sulbar

    APDESI Demo Besar – Besaran Di Jakarta, Ini Kata Perwakilan Sulbar

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau biasa disebut APDESI adakan demo besar – besaran hari ini di Jakarta untuk menyikapi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025, Mamuju 8 Desember 2025. APDESI anggap PMK No.81 Tahun 2025 terlalu prematur untuk di sahkan dan sangat merugikan Pemerintah Desa sebagai ujung tombak penggerak roda […]

  • Ratusan Siswa di Magelang Diduga Keracunan Menu MBG, Telur Puyuh Jadi Sorotan

    Ratusan Siswa di Magelang Diduga Keracunan Menu MBG, Telur Puyuh Jadi Sorotan

    • 0Komentar

    MAGELANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Magelang menelan korban. Sebanyak 263 orang, mayoritas siswa dari SMP Negeri 10 dan SMA Negeri 3 Magelang, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal seperti mual, muntah, dan diare usai menyantap menu yang dibagikan pada Rabu (21/1/2026). Kronologi Kejadian Kepala SMPN 10 Magelang, Sri Mulyani, menjelaskan bahwa gejala […]

expand_less