SKB Mamasa Gelar Pelatihan Tahu-Tempe
- account_circle Whelson
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 42
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Upaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan terus dilakukan di Kabupaten Mamasa. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan pengolahan pangan yang digelar Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mamasa bekerja sama dengan Pemerintah Desa Buntubuda.
Kali ini, puluhan perempuan dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Mamasa mengikuti pelatihan pembuatan tahu dan tempe yang berlangsung di Aula Pamong Belajar SPNF SKB Mamasa, Desa Tawalian, Kecamatan Tawalian, Sabtu (12/9/2026).
Pelatihan tersebut mengangkat tema “Membangun Perempuan Mandiri, Kreatif dan Berdaya Saing untuk Mewujudkan Ekonomi Keluarga yang Berkelanjutan.”
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dan kaum perempuan dalam mengolah pangan, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat menopang ekonomi keluarga.
Kebutuhan terhadap produk tahu dan tempe di Mamasa dinilai cukup potensial, terlebih dengan semakin bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha produktif.
Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa, Ny. Adel Palulun, hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi. Ia juga memberikan materi kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Adel menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia berharap ke depan terbangun kerja sama yang lebih kuat antara Pemerintah Kabupaten Mamasa dan SPNF SKB, terutama dalam pengembangan keterampilan masyarakat.
“Terima kasih. Nantinya mungkin dari SKB ada pelatih yang bisa bekerja sama dengan Pemkab yang memang sudah bersertifikat. Karena rencana dari Pemkab akan diberikan juga sertifikat buat peserta kursus nantinya. Nanti lewat Pokja II yang menangani pelatihan kursus akan berkomunikasi lebih lanjut,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.
Sementara itu, Kepala SPNF SKB Mamasa, Musra M., S.Pd., berharap pelatihan tersebut memberikan dampak nyata bagi peserta. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut setelah kegiatan berakhir agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
“Saya mengharapkan apa yang kita dapatkan semoga bermanfaat dan setelah ini ada follow up-nya. Karena kami sendiri di sini akan meminta hasil tempe dan tahunya nanti, dan nanti dengan tugas-tugas yang lain kita akan terus bekerja sama,” kata Musra.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktik dan pemahaman mengenai pengembangan produk.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Peserta akan mendapatkan materi sekaligus praktik langsung, mulai dari proses awal pembuatan tahu dan tempe, pengemasan produk hingga teknik pemasaran.
Dengan pelatihan tersebut, SPNF SKB Mamasa berharap lahir pelaku usaha perempuan yang mampu memanfaatkan potensi pasar lokal sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga di Kabupaten Mamasa.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Hamsah
