Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Atap Lapuk Rumah Nenek Hanna di Mamasa dan “Mata Penguasa yang Terpejam”

Atap Lapuk Rumah Nenek Hanna di Mamasa dan “Mata Penguasa yang Terpejam”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
  • visibility 220
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Di balik tegaknya pilar-pilar megah Rumah Jabatan Wakil Bupati Mamasa, berdiri sebuah struktur kayu yang lapuk dimakan usia dan waktu. Dindingnya hanya susunan papan berkerut dan lembaran seng bekas yang saling tumpang-tindih.

Di kala hujan mengguyur Desa Rante Tangga, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), air leluasa menerobos celah-celah atap, membasahi lantai kayu yang mulai merapuh.

​Di rumah reyot yang terancam roboh oleh hembusan angin kencang itulah Hanna, seorang janda berusia 70 tahun, menghabiskan masa tuanya seorang diri.

​Kehidupan lansia ini berubah drastis sejak bencana tanah bergerak melanda wilayah tersebut pada 2022 silam.

Bencana geologi itu tak sekadar merekah tanah, tetapi juga meretakkan benteng perlindungan terakhir yang ia miliki. Rumahnya mengalami kerusakan berat, meninggalkan ancaman keselamatan yang menjadi bagian dari napas kehidupannya sehari-hari.

​Namun, di tengah keterbatasan dan ketakutan akan bangunan yang bisa ambruk sewaktu-waktu, Nek Hanna menolak untuk berpangku tangan.

​Untuk menyambung hidup, perempuan renta ini menggantungkan nasibnya pada sebuah warung campuran kecil. Tanpa menggantungkan harapan pada modal cuma-cuma, ia mengandalkan pinjaman skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai nafas usahanya.

​”Saya bersyukur karena masih bisa mendapat pinjaman KUR untuk jualan, walaupun keuntungannya tidak seberapa,” tutur Nek Hanna, Senin (3/8/2026).

​Ironisnya, di tengah keterpurukan sebagai korban bencana, jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan menjadi satu-satunya bentuk jangkauan negara yang pernah ia rasakan.

Program bantuan sosial (bansos) lainnya seolah luput menyentuh jemari lansia ini, padahal posisinya berada persis di depan mata jajaran pejabat daerah.

​Keberadaan rumah Nek Hanna bukan sekadar kisah nestapa seorang warga terisolasi di pedalaman. Letaknya yang berada tepat di seberang Jalan Rumah Jabatan Wakil Bupati Mamasa menjadikan duka tersebut sebagai pemandangan saban hari bagi siapa saja yang melintas—termasuk para pemangku kebijakan.

​Pertentangan visual antara kemewahan fasilitas negara dan kemelaratan warga korban bencana di depannya mempertegas kenyataan pahit: persoalan kemanusiaan sering kali tidak berjarak jauh dari pusat kekuasaan, melainkan kasat mata di depan pintu gerbangnya.

​Warga sekitar berharap potret kontras ini segera mengetuk nurani pemerintah daerah. Intervensi nyata, baik melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS/Bedah Rumah), relokasi berbasis penanganan bencana, maupun jaring pengaman sosial yang tepat sasaran, menjadi desakan yang kian nyaring dari masyarakat setempat.

​Bagi Nek Hanna, waktu terus berjalan bersama kerapuhan tiang-tiang rumahnya. Di sisa usianya, harapan yang ia gantungkan sangat sederhana, yakni hanya sebuah hunian yang kokoh, bukan untuk kemewahan, melainkan agar ia dapat memejamkan mata dengan tenang dan bermartabat tanpa perlu cemas tertimpa atapnya sendiri.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKC PMII Sulbar Desak Pemda Kabupaten dan Gubernur Tak Lepas Tangan Soal Karut-Marut Data Desil Kemiskinan

    PKC PMII Sulbar Desak Pemda Kabupaten dan Gubernur Tak Lepas Tangan Soal Karut-Marut Data Desil Kemiskinan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id- Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat menyuarakan kritik keras terhadap pemerintah daerah (Pemda) kabupaten se-Sulbar terkait karut-marut data desil masyarakat miskin. PMII menilai Pemda kabupaten terkesan lepas tangan dan berlindung di balik alasan klasik saat mendapati tingginya angka desil yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ketua Bidang […]

  • Hadiri Rapim TNI-Polri di Istana, Kapolresta Mamuju Siap Implementasikan Arahan Presiden

    Hadiri Rapim TNI-Polri di Istana, Kapolresta Mamuju Siap Implementasikan Arahan Presiden

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi Jaya, menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/2). Rapim strategis ini menekankan pada penguatan soliditas serta peran aktif aparat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. ​Pertemuan tahunan ini dihadiri oleh Panglima […]

  • HUT ke-481 Kabupaten Majene, Direktur RSUD Tegaskan Komitmen RS Terus Mengabdi ke Masyarakat

    HUT ke-481 Kabupaten Majene, Direktur RSUD Tegaskan Komitmen RS Terus Mengabdi ke Masyarakat

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene, Rusdi Hamid, hadiri peringatan Hari Jadi Kabupaten Majene ke-481 yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Majene, Sabtu (15/8/2026). Peringatan hari jadi daerah tersebut mengusung tema “Laweang Diattonganang, Leteang Diamalaqbiang”, sebuah tema yang menjadi bagian penting dalam momentum peringatan perjalanan panjang Kabupaten Majene sekaligus refleksi terhadap […]

  • Seleksi JPT Eselon II Mamasa Diikuti 54 Peserta, Welem: “Jangan ada Gerakan Tambahan”

    Seleksi JPT Eselon II Mamasa Diikuti 54 Peserta, Welem: “Jangan ada Gerakan Tambahan”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memberikan instruksi tegas terkait pelaksanaan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Pemerintah Kabupaten Mamasa tahun 2026. Ia menekankan agar seluruh proses penjaringan pejabat eselon II tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi. ​Hal tersebut ditegaskan Bupati saat membuka kegiatan seleksi JPT yang berlangsung di Ruang Auditorium Lembaga […]

  • Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Di saat gema orasi tentang kemajuan literasi dan pemerataan akses pendidikan membubung tinggi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sebuah kenyataan getir justru terpotret di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur, yang selama puluhan tahun berdiri sebagai lentera bagi anak-anak berkebutuhan khusus, […]

  • Kesbangpol Sulbar Pantau Kesiapan Gereja Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    Kesbangpol Sulbar Pantau Kesiapan Gereja Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Darwis Damir, melakukan pemantauan ke sejumlah gereja di Sulawesi Barat guna memastikan kesiapan pelaksanaan ibadah Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Selasa (23/12/2025). Pemantauan tersebut dilakukan melalui koordinasi langsung dengan pengelola gereja dan pihak terkait, terutama terkait kesiapan sarana dan prasarana rumah ibadah […]

expand_less