AGRINEXUS UNSRAT: Inovasi IoT Hadirkan Pertanian Cerdas bagi Petani Pisang Mas Tomohon
- account_circle Ancha
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar

TOMOHON, Sulbarupdate.id — Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) menghadirkan terobosan teknologi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung budidaya pisang mas di Desa Tinoor Satu, Kota Tomohon Sulawesi Utara.
Inovasi yang diberi nama AGRINEXUS ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) sebagai solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi petani di lapangan.
Ide AGRINEXUS bermula dari pengamatan langsung tim di lahan mitra, di mana serangan hama menjadi ancaman utama yang menyebar dengan cepat dan berdampak serius terhadap pertumbuhan serta produktivitas tanaman pisang mas. Keterbatasan kemampuan pemantauan secara dini seringkali membuat petani terlambat mengambil tindakan penanganan.
Kondisi tersebut mendorong tim untuk merancang teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan petani setempat.
AGRINEXUS merupakan sistem monitoring berbasis IoT yang dirancang untuk memantau kondisi lingkungan di sekitar tanaman secara berkelanjutan dan otomatis. Data yang diperoleh dikirimkan secara langsung, sehingga petani dapat mengamati perkembangan lahan dan mendeteksi potensi masalah sejak dini.
“Keunggulan AGRINEXUS terletak pada integrasi teknologi dengan kebutuhan nyata petani. Sistem ini meningkatkan efisiensi monitoring, mempermudah akses informasi, serta mendukung petani dalam merespons masalah secara lebih cepat,” ujar tim pengembang, Jumat (11/9/2026).
Informasi yang dihasilkan sistem menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat, memungkinkan petani melakukan pengelolaan tanaman secara lebih responsif dan terarah.
Dalam penerapannya, tim AGRINEXUS bekerja sama dengan Kelompok Tani Filadelfia. Kegiatan meliputi pemasangan dan pengujian alat, pelatihan penggunaan teknologi, hingga pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Keterlibatan aktif petani sejak awal menjadi kunci agar teknologi dapat dipahami, dikuasai, dan dimanfaatkan secara optimal.
Dengan penerapan teknologi ini, AGRINEXUS diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pemantauan petani, menekan kerugian hasil akibat serangan hama, serta mengoptimalkan efisiensi pengelolaan budidaya. Dalam jangka panjang, inovasi ini diproyeksikan berkontribusi terhadap peningkatan produksi dan profitabilitas usaha tani pisang mas di Tinoor Satu.
AGRINEXUS menjadi bukti nyata upaya mahasiswa UNSRAT menjembatani inovasi teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Bukan sekadar menghadirkan alat, program ini mendorong pemanfaatan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung terwujudnya pertanian yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan.
Program ini diketuai oleh Widy Oktavia Amba Sari, dengan anggota Cenesa Bong, Dewa Saputra Mandak, Yeremia Imannuel Lahema, dan Mohammad Vitorio Fitrah Tagupia, serta dibimbing oleh dosen Barce Andries Feriano Wariki. (**)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
