Aktivis Mamasa Desak Kejati Sulbar Audit Anggaran Forest Programme IV di TNGD
- account_circle Whelson
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 333
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id -Aliansi aktivis lingkungan di Kabupaten Mamasa desak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat untuk segera panggil dan periksa Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan.
Desakan ini mencuat terkait dugaan ketidakberesan pengelolaan dana hibah bernilai ratusan miliar rupiah dalam proyek Forest Programme IV.
Program yang menyasar kawasan Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD) tersebut dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat lokal, meski didukung anggaran yang fantastis.
Salah satu aktivis lingkungan, Tambrin, menyoroti realisasi anggaran yang dianggap jauh dari asas kemanfaatan. Menurutnya, pihak BBKSDA Sulsel diduga lebih banyak menghabiskan dana untuk agenda-agenda formalitas.
”Kami mendesak audit menyeluruh terhadap BBKSDA Sulsel. Kami duga anggaran ratusan miliar itu hanya berpusat pada kegiatan seremonial seperti pertemuan, workshop, dan studi banding. Ini tidak sinkron dengan besarnya dana yang dikelola,” ujar Tambrin kepada media, Senin (9/2).
Ia menambahkan, alih-alih menyejahterakan, kehadiran program ini justru dinilai merugikan masyarakat Mamasa.
“Kami menduga mereka hanya memanfaatkan lahan masyarakat untuk meraup keuntungan, lalu meninggalkan jejak praktik korupsi,” tegasnya.
Sebagai informasi, Forest Programme IV merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemerintah Jerman melalui pendanaan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW).
Tak hanya mendesak pemeriksaan hukum, aktivis juga meminta Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk melakukan evaluasi total secara internal.
”Kami meminta Ditjen KSDAE segera mencopot dan mengevaluasi Kepala BBKSDA Sulsel beserta jajarannya. Harus ada keputusan tegas jika ditemukan indikasi penyimpangan,” tambah Tambrin.
Dalam waktu dekat, para aktivis berencana melaporkan temuan ini secara resmi ke pihak berwajib dan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sulbar untuk memastikan proses audit anggaran Forest Programme IV di Mamasa segera berjalan.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
