Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Saksi Sidang Gugatan Ijazah Jokowi Ungkap Proses Akademik, Dari KKN hingga Skripsi

Saksi Sidang Gugatan Ijazah Jokowi Ungkap Proses Akademik, Dari KKN hingga Skripsi

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • visibility 260
  • comment 0 komentar

SURAKARTA, Sulbarupdate.id – Sidang gugatan terkait keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta pada Selasa (27/1/2026).

Persidangan yang menempuh jalur citizen lawsuit ini menghadirkan Mustoha Iskandar, rekan satu angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai saksi dari pihak tergugat.

Dalam kesaksiannya, Mustoha memaparkan rekam jejak akademik Jokowi selama menempuh pendidikan di Yogyakarta. Ia mengaku telah mengenal Jokowi sejak masa orientasi mahasiswa baru dan sempat menjalani perkuliahan bersama hingga semester lima.

Mustoha menjelaskan bahwa pada masa itu, mahasiswa Fakultas Kehutanan diwajibkan menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan penelitian sebelum menyusun skripsi.

Ia merinci tahapan birokrasi kampus yang berlaku saat itu:
-Mahasiswa menjalani KKN di semester akhir, dilanjutkan penelitian lapangan selama kurang lebih delapan bulan.
-Setelah ujian skripsi, berita acara ujian dan yudisium digabungkan dalam satu proses administrasi sebagai syarat kelulusan.
-Menanggapi isu ijazah, Mustoha menyebut bahwa tidak semua draf skripsi yang tersimpan di perpustakaan memiliki tanda tangan pembimbing, meskipun mahasiswa bersangkutan sudah dinyatakan lulus secara administrasi.

“Secara administrasi mahasiswa dinyatakan lulus setelah menempuh syarat minimal 120 SKS dengan indeks prestasi minimal 2,0,” ujar Mustoha di hadapan majelis hakim.

Meski berada dalam satu angkatan, Mustoha mengungkapkan adanya perbedaan waktu kelulusan antara dirinya dan Jokowi. Berdasarkan keterangannya, Jokowi menyelesaikan studi lebih cepat dan lulus pada tahun 1985, sementara Mustoha baru menyelesaikan studinya pada tahun 1986.

Struktur Akademik dan Kegiatan Non-Akademik

Selain urusan nilai, saksi juga mengklarifikasi mengenai struktur organisasi fakultas. Pada periode tersebut, Fakultas Kehutanan UGM belum menerapkan sistem jurusan formal, melainkan sistem peminatan yang meliputi, Silvikultur, Teknologi Kayu dan Manajemen Kehutanan.

Di luar urusan kelas, Mustoha mengenang Jokowi sebagai mahasiswa yang aktif dalam kegiatan non-akademik, khususnya kegemaran mendaki gunung bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Sidang ini dijadwalkan akan terus berlanjut dengan agenda pemeriksaan bukti-bukti tambahan dan saksi ahli guna memperjelas duduk perkara gugatan ijazah tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi “Kandang Gajah” di Timur, PSI Bidik Basis NasDem Sulsel

    Strategi “Kandang Gajah” di Timur, PSI Bidik Basis NasDem Sulsel

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Peta politik Sulawesi Selatan (Sulsel) menjelang Pemilu 2029 dipastikan memanas. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara terbuka mematok target ambisius untuk merebut kemenangan di wilayah yang selama ini menjadi lumbung suara Partai NasDem tersebut. Dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI se-Sulsel dan Sulbar di Makassar, Rabu (28/1), Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep memberikan […]

  • Bupati Polman Beri Ultimatum 100 Hari, “Rakyat Tak Butuh Alasan, Butuh Bukti!”

    Bupati Polman Beri Ultimatum 100 Hari, “Rakyat Tak Butuh Alasan, Butuh Bukti!”

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id – Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mengeluarkan ultimatum tegas bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Polman. Ia menuntut perubahan nyata dan performa maksimal dalam 100 hari kerja pertama sejak dimulainya masa koordinasi baru. Ketegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang digelar di Ruang […]

  • Kampung Natal Tondok Bakaru Mamasa, Oase Ekonomi Kreatif di Bawah Naungan Pinus

    Kampung Natal Tondok Bakaru Mamasa, Oase Ekonomi Kreatif di Bawah Naungan Pinus

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Desember kembali menyapa, dan bersamaan dengannya, spirit adiwarna Natal berdenyut kencang dari jantung topografi Sulawesi Barat. Desa Tondok Bakaru, sebuah anomali eksotis di Kabupaten Mamasa, sekali lagi menyingkap tirai atas panggung rindu yang bertajuk Kampung Natal. Sebuah tradisi kontemplatif yang kini menapaki usia paruh dasawarsa kelima, perhelatan ini telah resmi diluncurkan pada […]

  • Jejak Keteladanan Dua Putra Mandar untuk Indonesia

    Jejak Keteladanan Dua Putra Mandar untuk Indonesia

    • 0Komentar

    SULBARUPDATE.ID – Mandar adalah tanah yang tidak hanya melahirkan pelaut tangguh, tetapi juga manusia-manusia berkarakter kuat. Di wilayah yang menjunjung siri’—malu berkhianat pada amanah—dan lokko’—teguh menjaga harga diri—nilai bukan sekadar warisan budaya, melainkan laku hidup. Dari tanah inilah lahir dua putra terbaik bangsa yang jejaknya melampaui daerah asalnya: Baharuddin Lopa dan Salim S. Mengga. Keduanya […]

  • Gubernur SDK Tekankan Efisiensi APBD dan Percepatan Investasi, Kesbangpol Sulbar Siap Jalankan Arahan

    Gubernur SDK Tekankan Efisiensi APBD dan Percepatan Investasi, Kesbangpol Sulbar Siap Jalankan Arahan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Darwis Damir, bersama seluruh jajaran menghadiri Apel Virtual lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Senin 5 Januari 2026. Apel dipimpin langsung Gubernur Sulbar dan diikuti Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, para Asisten, serta Staf Ahli lingkup Pemprov Sulbar. Dalam arahannya, Gubernur Sulbar Suhardi […]

  • Anjungan Sulbar di TMII Jadi Ruang Edukasi Budaya bagi Pelajar SDIT Mentari Ilmu Karawang

    Anjungan Sulbar di TMII Jadi Ruang Edukasi Budaya bagi Pelajar SDIT Mentari Ilmu Karawang

    • 0Komentar

    Jakarta, Sulbarupdate.id – Anjungan Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang berada didalam TMII merupakan salah satu aset dari Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki fungsi sangat strategis dalam sektor pengembangan dan pusat pelestarian, pameran, dan promosi budaya serta potensi unggulan daerah Sulawesi Barat. Anjunganini menampilkan rumah adat, benda etnografi, kesenian, wastra, alat musik hingga kuliner […]

expand_less