Strategi “Kandang Gajah” di Timur, PSI Bidik Basis NasDem Sulsel
- account_circle Ancha
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- visibility 142
- comment 0 komentar

MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Peta politik Sulawesi Selatan (Sulsel) menjelang Pemilu 2029 dipastikan memanas. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara terbuka mematok target ambisius untuk merebut kemenangan di wilayah yang selama ini menjadi lumbung suara Partai NasDem tersebut.
Dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI se-Sulsel dan Sulbar di Makassar, Rabu (28/1), Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep memberikan instruksi tegas kepada seluruh kadernya. Tanpa basa-basi, ia meminta Sulsel dikuasai pada pemilu mendatang.
“Saya cuma punya satu permintaan: Saya ingin PSI menjadi pemenang di Sulawesi Selatan. Tidak ada alasan. Saya minta tolong, menangkan PSI di 2029,” tegas Kaesang di hadapan para kader.
Target ini terbilang raksasa mengingat hasil Pemilu 2024. Saat itu, NasDem perkasa di Sulsel dengan raihan 887.682 suara dan 17 kursi DPRD Provinsi, sementara PSI hanya mampu mengumpulkan 40.201 suara.
Namun, PSI punya kartu as baru. Posisi Ketua DPW PSI Sulsel kini dijabat oleh Muammar Gandi Rusdi, putra dari Rusdi Masse Mappasessu (RMS)—tokoh kunci di balik kejayaan NasDem di Sulsel sebelumnya.
Kaesang bahkan mengklaim bahwa RMS sendiri akan menyusul bergabung dengan PSI pada Kamis (29/1).
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menyebut manuver ini sebagai upaya membangun “Kandang Gajah” di Sulawesi.
“Di rumah lama kami (NasDem), kami pernah menjadikan Sulawesi sebagai kandang partai biru. Insyaallah sejarah itu akan terulang di PSI,” ujar Ali optimistis.
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai langkah PSI memindahkan kekuatan ke Sulsel adalah sinyal perang terbuka untuk menjegal dominasi NasDem. Menurutnya, pemilihan lokasi Rakorwil di Makassar adalah pesan politik yang gamblang.
“Secara tidak langsung, PSI sedang menargetkan wilayah ini sebagai basis baru mereka, menggusur dominasi yang ada,” kata Adi.
Menanggapi eksodus sejumlah elite ke PSI, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengaku tidak khawatir. Ia menegaskan bahwa pindah partai adalah hak politik individu yang harus dihormati.
Sebagai langkah cepat, NasDem menunjuk Saharuddin Arif—mantan Sekretaris DPW Sulsel dan eks Bupati Sidrap—untuk memimpin kendali partai di Sulsel. Saan meyakini Saharuddin memiliki jam terbang yang cukup untuk menjaga basis suara di Indonesia Timur.
“Penggantinya adalah orang yang memahami betul peta wilayah Timur. Kami tidak terlalu khawatir,” ujar Saan di Gedung DPR, Jakarta.(*)
- Penulis: Ancha
