Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Wacana Baru MBG: Menkeu Usul Skema Tunai Gantikan Nasi Kotak, Efisiensi atau Risiko?

Wacana Baru MBG: Menkeu Usul Skema Tunai Gantikan Nasi Kotak, Efisiensi atau Risiko?

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • visibility 217
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar utama pemerintahan baru kini memasuki babak evaluasi krusial. Menteri Keuangan Purbaya secara mengejutkan mengusulkan kepada Presiden agar mekanisme penyaluran program tersebut dirombak total dari penyediaan makanan siap saji menjadi bantuan tunai langsung kepada orang tua siswa.

Dalam usulannya, Menkeu Purbaya menekankan bahwa skema pemberian uang tunai sebesar Rp300.000 per bulan melalui rekening orang tua jauh lebih efisien dibandingkan distribusi fisik.

Langkah ini diambil untuk menekan angka food waste atau pemborosan makanan yang sering terjadi akibat menu yang tidak sesuai dengan selera lokal anak di berbagai daerah.

“Skema tunai lebih transparan dalam pengawasan anggaran. Kita bisa menekan potensi korupsi di tingkat vendor pengadaan barang secara drastis,” ujar Purbaya dalam kajiannya.

Selain itu, ia menilai orang tua akan memiliki fleksibilitas dalam menyusun menu gizi spesifik bagi anak mereka, sembari melatih kemandirian pengelolaan keuangan keluarga.

Meskipun menawarkan efisiensi anggaran, usulan ini memicu perdebatan sengit di ruang publik. Pihak yang kontra meragukan efektivitas penggunaan dana tersebut di tingkat rumah tangga.

Beberapa poin kekhawatiran utama yang muncul antara lain:
-Penyalahgunaan Dana: Risiko uang digunakan untuk kebutuhan non-pangan seperti pulsa, rokok, hingga judi online.
-Hilangnya Kontrol Gizi: Tanpa menu standar dari pemerintah, dikhawatirkan fungsi pemenuhan standar nutrisi anak tidak tercapai.
-Pengawasan Lemah: Sulitnya memantau apakah setiap rupiah benar-benar dikonversi menjadi asupan protein bagi siswa.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan kajian mendalam untuk menimbang skema mana yang paling minim risiko. Tantangan terbesarnya adalah menciptakan sistem pengawasan yang ketat jika skema tunai benar-benar diterapkan, guna memastikan dana tidak “menguap” menjadi konsumsi yang tidak produktif.

Jika Presiden menyetujui usulan Menkeu Purbaya, Indonesia akan menyaksikan pergeseran besar dalam strategi perlindungan sosial. Rakyat kini menanti keputusan final yang mampu menjamin kesehatan anak bangsa sekaligus menjaga integritas APBN dari praktik korupsi.(*

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjemput Kabut di Citol Hill, Wisata Favorit di Mamasa

    Menjemput Kabut di Citol Hill, Wisata Favorit di Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamasa, yang masyhur dengan julukan Bumi Kondosapata, seolah tak henti memamerkan kemolekan paras alamnya. Di balik rimbunnya vegetasi Sulawesi Barat, terselip sebuah destinasi yang menawarkan harmoni antara ketenangan dan estetika modern yakni Bukit Citol Hill. Terletak di Desa Tondokbakaru, objek wisata ini kini menjadi magnet baru bagi mereka yang rindu akan […]

  • BKD dan BPSDM Sulbar Resmi Bertransformasi Menjadi BKPSDM

    BKD dan BPSDM Sulbar Resmi Bertransformasi Menjadi BKPSDM

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Mengawali hari pertama kerja di Tahun 2026, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menandai babak baru organisasi dengan semangat kebersamaan. Momentum tersebut dirangkaikan melalui kegiatan Jumat Bersih dan Makan Bersama yang berlangsung di Kantor BKD Sulbar pada pukul 08.30 WITA. Kegiatan ini dipimpin […]

  • Resensi Buku: Jejak & Cerita Para Pemimpin Daerah Sulbar 

    Resensi Buku: Jejak & Cerita Para Pemimpin Daerah Sulbar 

    • 0Komentar

    Catatan: Dr. Drs. H. Muh. Dahlan Abubakar, M.Hum Judul  :Jejak Langkah dan Pemikiran BUPATI di Sulawesi Barat (1960-2023). Penulis: Sarman Sahuding Penerbit: Kompas Penerbit Buku Tahun terbit: 2024 Tebal :352 halaman Ukuran: 15x23cm “Di pagi buta itu, Bupati Mamuju (Atiek Sutedja) dan rombongan meninggalkan Kampung Tarailu lalu menyusuri arus sungai Karama yang amat deras — […]

  • Tokoh Toraja Deklarasikan Dukungan Provinsi Luwu–Toraja

    Tokoh Toraja Deklarasikan Dukungan Provinsi Luwu–Toraja

    • 0Komentar

    RANTEPAO, Sulbarupdate.id – Wacana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Puluhan tokoh lintas sektor dari Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara secara resmi menyatakan komitmen untuk bergabung dengan wilayah Luwu Raya guna memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu–Toraja (Lutor). Dukungan kolektif tersebut dideklarasikan dalam pertemuan strategis yang berlangsung di D’Rij Hotel & […]

  • PUPR Majene Tekankan Prioritas Program Urgen di Tengah Keterbatasan Anggaran

    PUPR Majene Tekankan Prioritas Program Urgen di Tengah Keterbatasan Anggaran

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene, H. Mufly, menegaskan pentingnya penentuan skala prioritas dalam pelaksanaan program kerja Tahun Anggaran (TA) 2026. Hal tersebut disampaikan menyusul kondisi anggaran yang dinilai terbatas pada awal tahun ini. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebaliknya, […]

  • Surat Edaran Gubernur Sulbar: Tahun Baru 2026 Tanpa Petasan, Tanpa Balapan Liar

    Surat Edaran Gubernur Sulbar: Tahun Baru 2026 Tanpa Petasan, Tanpa Balapan Liar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 59 Tahun 2025 tentang Panduan Perayaan Menyambut Tahun Baru 2026 di Provinsi Sulawesi Barat. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kekhidmatan masyarakat dalam menyambut pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Surat edaran tersebut ditujukan kepada para bupati se-Sulawesi Barat, pimpinan instansi […]

expand_less