“Mati Ikan” Limbah Pabrik Sawit Terus Mengalir Kebijakan “Tergantung”
- account_circle sulbarupdate
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- visibility 434
- comment 0 komentar

Sulbarupdate.id – Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Baras Desa Kasano Kabupateng Pasangkayu akan terus berjuang akibat adanya dampak kerusakan lingkungan yang terjadi diwilayah tersebut.
Sulbarupdate.id menerima kiriman berupa gambar dan potongan video memperlihatkan banyaknya ikan warga yang mati dan aliran sungan sungai yang berwarna hitam. Dampak kerusakan lingkungan tersebut diduga berasal dari limbah salah satu pabrik kelapa sawit yang beroprasi diwilayah tersebut.

Koordinator Pemuda Peduli lingkungan Sultan Aji Putra mengatakan semua dampak tersebut diduga akibat limbah perusahaan sawit yang tidak terkelola dengan baik sehingga menimbulkan dampak dan menjadi kerugian besar bagi Masyatakat Kecamatan Baras Desa Kasano.
“Kesalahanya sudah jelas, Dinas lingkungan hidup menemukan kelebihan kapasitas produksi, terus limbahnya mengalir kesungai dan itu sangat merugikan masyarakat karena berdampak pada tambak – tambak masyarakat yang menjadi sumber penghasilan mereka” Ucapnya.

Keterangan Gambar : Sultan dan Kawan – kawan Saat bertemu bupati Pasangkayu menyampaikan aspirasinya.
Selain itu, Sultan mengatakan seharusnya terjadi penyegelan sementara sampai adanya lahan pembungan limbah perusahaan tersebut sehingga tidak mencemari lingkungan di Kecamatan tersebut.

Keterangan Gambar : Sultan dan kawan – kawan saat bertemu dengan salah satu anggota DPR – RI sekaligus menyampaikan aspirasinya.
Sekedar diketahui Sultan dan kawan – kawan sudah berjuang berbulan – bulan mulai bertemu Bupati Pasangkayu sampai tingkatan Provinsi dan aspirasinya juga sudah pernah di terima oleh salah satu Anggota DPR – RI namun hingga saat ini belum adanya titik temu sementara limbah Perusahaan terus mengalir dan merugikan masyarakat.
- Penulis: sulbarupdate
