Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025
  • visibility 620
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali memicu polemik di panggung politik nasional.

Perdebatan ini mencuat setelah sejumlah elite partai politik mulai menyuarakan urgensi perubahan sistem pemilihan demi efisiensi anggaran negara.

Wacana ini kembali menguat pasca pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti tingginya biaya politik dalam sistem Pilkada langsung.

Dalam peringatan HUT Partai Golkar, 12 Desember 2024, Presiden menekankan bahwa anggaran besar yang selama ini terserap untuk pesta demokrasi dapat dialokasikan pada sektor vital seperti pendidikan dan infrastruktur.

Data menunjukkan pembengkakan anggaran Pilkada yang signifikan, melonjak dari Rp 7 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 37 triliun pada tahun 2024.

Hal inilah yang menjadi dasar kuat bagi kubu pendukung untuk mendesak reformasi sistem pemilihan.

Hingga akhir tahun 2025, sikap partai-partai di parlemen terbelah menjadi tiga arus utama.

1. Blok Pendukung (Efisiensi dan Demokrasi Perwakilan)

Partai Golkar: Menekankan perlunya keterlibatan publik dalam mekanisme perwakilan dan kajian mendalam sebelum implementasi.

Partai Gerindra: Menilai sistem via DPRD lebih efisien dan mampu menekan biaya kampanye yang memicu beban fiskal negara.

PKB: Berpandangan bahwa mekanisme ini merupakan solusi untuk memutus rantai korupsi akibat tingginya ongkos politik.

Partai Nasdem: Menegaskan bahwa pemilihan melalui DPRD sah secara konstitusional sebagai perwujudan prinsip musyawarah mufakat.

 

2. Blok Pengkaji (Menunggu Aspirasi Publik)

PKS, Demokrat, dan PAN: Ketiga partai ini masih melakukan pendalaman internal.

Mereka menekankan pentingnya mendengar masukan dari akademisi, organisasi masyarakat, serta memastikan bahwa sistem apa pun yang dipilih harus bermuara pada kesejahteraan rakyat dan pengurangan praktik politik uang.

 

3. Blok Penolak (Kedaulatan Rakyat)

PDI Perjuangan: Menjadi motor utama penolakan. PDI-P menegaskan bahwa hak rakyat untuk memilih pemimpin secara langsung adalah mandat demokrasi yang tidak boleh didegradasi atas nama efisiensi anggaran.

 

Dampak dan Masa Depan Demokrasi

Perubahan sistem pemilihan ini diperkirakan akan menjadi salah satu agenda politik paling panas di tahun 2026.

Para pengamat menilai bahwa transisi ini memerlukan landasan hukum yang kuat guna menghindari gejolak sosial, mengingat publik telah terbiasa dengan hak suara langsung sejak dua dekade terakhir.

Hingga saat ini, pemerintah dan DPR masih terus memantau dinamika aspirasi di masyarakat sebelum mengambil keputusan final terkait revisi undang-undang pemilihan kepala daerah tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H Hari Ini

    Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H Hari Ini

    • 0Komentar

    Jakarta, Sulbarupdate.id – Pemerintah melalui Kementerian Agama atau Kemenag akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada hari ini, Selasa (17/2/2026). Penetapan tersebut dilakukan melalui mekanisme Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung malam nanti. Kemenag melalui akun Instagram resmi @kemenag_ri telah mengumumkan pelaksanaan Sidang Isbat tersebut kepada publik. “Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal […]

  • PUPR Mamuju Tengah Sosialisasi Program DAK Sanitasi TA 2026

    PUPR Mamuju Tengah Sosialisasi Program DAK Sanitasi TA 2026

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Sosialisasi Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi Tahun Anggaran 2026. Acara ini dilaksanakan di Aula Lantai II Kantor Bupati Mamuju Tengah, kawasan KTM Tobadak, Jalan Tammauni Pue Ballung, Selasa 2 Juni 2026. Terpantau kegiatan ini diikuti […]

  • Wabup Mateng Sambut Positif Kehadiran SMSI di Bumi Lallak Tassisarak

    Wabup Mateng Sambut Positif Kehadiran SMSI di Bumi Lallak Tassisarak

    • 0Komentar

    Mamuju Tengah, Sulbarupdate.id – Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, menyambut positif kehadiran organisasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Ia menilai, SMSI dapat memberikan warna dan semangat baru bagi perkembangan industri media lokal. ​Hal tersebut disampaikan Askary saat menerima audiensi dari sejumlah pengurus SMSI Mateng di ruang kerjanya pada […]

  • Tensi Aksi Makin Meningkat, Massa Minta Kepala Kantor Pajak Mamuju Dicopot

    Tensi Aksi Makin Meningkat, Massa Minta Kepala Kantor Pajak Mamuju Dicopot

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Gabungan Mahasiswa dari berbagai organisasi di Kabupaten Mamuju kembali geruduk kantor pajak Mamuju Kamis 11 Desember 2025. Aksi tersebut merupakan tindaklanjut aksi demontrasi beberapa hari lalu terkait adanya temuan salah satu wajib pajak yang mereka anggap tidak wajar. Massa aksi meminta kepala Kantor Pelayanan kantor Pajak Pratama Mamuju untuk keluar menemuinya namun hingga […]

  • Pemkab Mamuju Tengah Perpanjang Kontrak 316 Pegawai PPPK Hingga 2028

    Pemkab Mamuju Tengah Perpanjang Kontrak 316 Pegawai PPPK Hingga 2028

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Pemkab Mateng), Sulawesi Barat, resmi perpanjang masa kontrak kerja bagi 316 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga tahun 2028. Kebijakan ini berlaku bagi para pegawai hasil pengangkatan tahun 2023 dan 2025 yang meliputi formasi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis. ​Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Informasi, […]

  • Jembatan Setahun Putus, Warga Desa Tapua Bangun Jalan Limpas Secara Swadaya

    Jembatan Setahun Putus, Warga Desa Tapua Bangun Jalan Limpas Secara Swadaya

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id  – Puluhan warga di Desa Tapua dan Desa Ba’ba Tapua, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, bahu-membahu membangun jalan limpas (lintasan batu) di aliran sungai setempat, Senin (20/4/2026). ​Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai jalur alternatif lantaran jembatan utama sepanjang 20 meter yang menjadi tumpuan warga telah putus akibat terjangan banjir […]

expand_less