Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025
  • visibility 509
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali memicu polemik di panggung politik nasional.

Perdebatan ini mencuat setelah sejumlah elite partai politik mulai menyuarakan urgensi perubahan sistem pemilihan demi efisiensi anggaran negara.

Wacana ini kembali menguat pasca pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti tingginya biaya politik dalam sistem Pilkada langsung.

Dalam peringatan HUT Partai Golkar, 12 Desember 2024, Presiden menekankan bahwa anggaran besar yang selama ini terserap untuk pesta demokrasi dapat dialokasikan pada sektor vital seperti pendidikan dan infrastruktur.

Data menunjukkan pembengkakan anggaran Pilkada yang signifikan, melonjak dari Rp 7 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 37 triliun pada tahun 2024.

Hal inilah yang menjadi dasar kuat bagi kubu pendukung untuk mendesak reformasi sistem pemilihan.

Hingga akhir tahun 2025, sikap partai-partai di parlemen terbelah menjadi tiga arus utama.

1. Blok Pendukung (Efisiensi dan Demokrasi Perwakilan)

Partai Golkar: Menekankan perlunya keterlibatan publik dalam mekanisme perwakilan dan kajian mendalam sebelum implementasi.

Partai Gerindra: Menilai sistem via DPRD lebih efisien dan mampu menekan biaya kampanye yang memicu beban fiskal negara.

PKB: Berpandangan bahwa mekanisme ini merupakan solusi untuk memutus rantai korupsi akibat tingginya ongkos politik.

Partai Nasdem: Menegaskan bahwa pemilihan melalui DPRD sah secara konstitusional sebagai perwujudan prinsip musyawarah mufakat.

 

2. Blok Pengkaji (Menunggu Aspirasi Publik)

PKS, Demokrat, dan PAN: Ketiga partai ini masih melakukan pendalaman internal.

Mereka menekankan pentingnya mendengar masukan dari akademisi, organisasi masyarakat, serta memastikan bahwa sistem apa pun yang dipilih harus bermuara pada kesejahteraan rakyat dan pengurangan praktik politik uang.

 

3. Blok Penolak (Kedaulatan Rakyat)

PDI Perjuangan: Menjadi motor utama penolakan. PDI-P menegaskan bahwa hak rakyat untuk memilih pemimpin secara langsung adalah mandat demokrasi yang tidak boleh didegradasi atas nama efisiensi anggaran.

 

Dampak dan Masa Depan Demokrasi

Perubahan sistem pemilihan ini diperkirakan akan menjadi salah satu agenda politik paling panas di tahun 2026.

Para pengamat menilai bahwa transisi ini memerlukan landasan hukum yang kuat guna menghindari gejolak sosial, mengingat publik telah terbiasa dengan hak suara langsung sejak dua dekade terakhir.

Hingga saat ini, pemerintah dan DPR masih terus memantau dinamika aspirasi di masyarakat sebelum mengambil keputusan final terkait revisi undang-undang pemilihan kepala daerah tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buaya Pemangsa Warga di Polman Ditemukan Mati Mengapung, Diduga Makan Racun

    Buaya Pemangsa Warga di Polman Ditemukan Mati Mengapung, Diduga Makan Racun

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Teror predator berdarah dingin yang menghantui warga di sepanjang Sungai Mandar akhirnya menemui titik akhir yang dramatis. Sebuah pengabdian sekaligus aksi balas dendam warga membuahkan hasil saat seekor buaya sepanjang 2,8 meter ditemukan tewas mengapung, Senin (4/5/2026). Reptil raksasa yang diduga kuat sebagai “mesin pembunuh” di balik tewasnya sejumlah warga itu ditemukan […]

  • Oknum PNS di Mamuju Terjaring Penggerebekan Narkoba Jenis Sabu

    Oknum PNS di Mamuju Terjaring Penggerebekan Narkoba Jenis Sabu

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Mamuju berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu yang beroperasi di pusat kota. Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Kamis (8/1/2026) sore tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka, di mana salah satu di antaranya diketahui merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Operasi senyap yang dipimpin langsung oleh […]

  • Rakor MBG Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Dorong Optimalisasi SPPG dan Libatkan Pemasok Lokal 

    Rakor MBG Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Dorong Optimalisasi SPPG dan Libatkan Pemasok Lokal 

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, memimpin rapat koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Sulawesi Barat, Selasa, 10 Februari 2026. Rapat ini digelar sebagai upaya memaksimalkan pelaksanaan program MBG sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan. Dalam arahannya, Gubernur Suhardi Duka menjelaskan bahwa rapat tersebut bertujuan […]

  • DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arwin menilai pemerintah tidak serius dalam menangani pemenuhan gizi pelajar. ​Arwin menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya 31 titik wilayah di Mamasa yang hingga saat ini […]

  • Eks Pj. Gubernur Sulbar Dicekal Keluar Negeri: Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Bibit Nenas Rp65 Milyar

    Eks Pj. Gubernur Sulbar Dicekal Keluar Negeri: Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Bibit Nenas Rp65 Milyar

    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULBARUPDATE.ID- Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi umumkan pencekalan ke luar negeri eks PJ Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin ke luar negeri di kantor Kejati Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (30/12/2025) sore. Bahtiar Baharuddin mantan Pj Gubernur Sulsel sempat diperiksa terkait kasus dugaan korupsi bibit nanas senilai Rp60 miliar. Kejati […]

  • Mengenal Elsa Lucyta, Gadis Asal Mamasa Berhasil Pukau Ahmad Dhani hingga Titi DJ

    Mengenal Elsa Lucyta, Gadis Asal Mamasa Berhasil Pukau Ahmad Dhani hingga Titi DJ

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Perkenalkan Elsa Lucyta, idola baru dari pedalaman Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Baru-baru ini, Elsa sukses mengharumkan nama daerah di kancah nasional melalui ajang pencarian bakat menyanyi bergengsi, The Icon Indonesia. Gadis asal Dusun Sepang, Desa Lisuan Ada’, Kecamatan Sesenapadang ini merupakan satu-satunya perwakilan Sulawesi Barat yang berhasil menembus panggung megah Studio […]

expand_less