Breaking News
light_mode
Beranda » Polewali Mandar » Oknum Guru PPPK Madrasah di Polman Diduga Cabuli Sejumlah Siswa

Oknum Guru PPPK Madrasah di Polman Diduga Cabuli Sejumlah Siswa

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
  • visibility 509
  • comment 0 komentar

POLMAN, Sulbarupdate.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diguncang isu dugaan pelecehan seksual.

Seorang oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sebuah madrasah di Kabupaten Polman diduga kuat telah melecehkan sejumlah siswanya.

​Meskipun kasus ini telah menjadi perbincangan hangat, namun hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian.

Hal ini memicu desakan dari aktivis perlindungan anak agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan tanpa menunggu laporan formal.

​Aktivis Peduli Anak, Retno Dwi Utami, menegaskan bahwa kepolisian seharusnya mengambil langkah proaktif mengingat dampak psikologis yang dialami para korban sangat besar.

​”Walaupun belum ada laporan resmi, sebaiknya polisi segera bertindak. Apalagi terduga pelaku adalah seorang pendidik yang seharusnya menjadi pelindung bagi siswa,” ujar Retno, Kamis (16/04/2026).

​Retno menambahkan bahwa tindakan tegas diperlukan untuk mencegah jatuhnya korban baru dan memutus rantai trauma.

Ia mengkhawatirkan jika tidak ditangani secara serius, para korban berisiko mengalami trauma berkepanjangan atau bahkan berpotensi menjadi pelaku di masa depan akibat penyimpangan perilaku yang mereka alami.

​Menurut Direktur Lembaga Lentera Perempuan Mandar ini, ada alasan kuat mengapa para korban hingga kini masih enggan bersuara.

Rasa malu dan ketakutan akan intimidasi menjadi penghalang utama.

​”Korban merasa terbebani dengan stigma negatif di masyarakat dan adanya potensi tekanan atau diskriminasi dari pihak tertentu jika korban berani melakukan speak-up,” Ujar Retno.

​Lembaga Lentera Perempuan Mandar meminta pihak terkait untuk tidak menganggap remeh masalah ini atau menyelesaikannya secara kekeluargaan jika terbukti benar.

​”Kasus ini jangan dianggap lumrah. Jika memang terbukti, terduga pelaku harus diproses hukum sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegas Retno menutup keterangannya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak madrasah maupun kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah-langkah yang akan diambil menyikapi dugaan kasus pelecehan tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKC PMII Sulbar Apresiasi Aksi Kolaborasi Cegah Stunting di Majene

    PKC PMII Sulbar Apresiasi Aksi Kolaborasi Cegah Stunting di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Kanit Lantas Polres Majene bersama Korps HMI Wati (KOHATI) dan Korps PMII Putri (KOPRI).  Sinergi lintas sektor tersebut diwujudkan melalui aksi bakti sosial yang difokuskan pada upaya pencegahan stunting di wilayah Kabupaten […]

  • Polres Mamuju Tengah Kawal Ribuan Warga Pawai Obor Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah 2026 Masehi

    Polres Mamuju Tengah Kawal Ribuan Warga Pawai Obor Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah 2026 Masehi

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ribuan masyarakat Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, tumpah ruah memadati jalan raya untuk mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026) malam. ​Untuk memastikan kelancaran acara yang diikuti oleh santri, santriwati, anak-anak TPA, hingga warga umum tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah menerjunkan […]

  • Elegi di Lereng Bulusaraung Sulsel, Asa di Balik Puing ATR 42-500

    Elegi di Lereng Bulusaraung Sulsel, Asa di Balik Puing ATR 42-500

    • 0Komentar

    PANGKEP, Sulbarupdate.id — Kabut tipis yang menyelimuti Puncak Gunung Bulusaraung pada Minggu pagi (18/1/2026) perlahan tersingkap, menyisakan sebuah pemandangan pilu yang mengakhiri ketidakpastian panjang. Di antara vegetasi hutan yang rapat dan tebing terjal perbatasan Pangkep-Maros, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jejak-jejak sunyi dari burung besi ATR 42-500 yang sempat hilang dari radar. Sekitar pukul 08.02 […]

  • Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Perayaan Bulan Mamase yang kedua kalinya kembali digelar sebagai pesta rakyat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamasa yang ke-24. Di bawah kepemimpinan Bupati Welem Sambolangi dan Wakil Bupati H. Sudirman, perhelatan tahun ini mengusung konsep karnaval budaya dan pameran hasil bumi yang meriah, Senin (6/4/2026). ​Terpantau sejak pukul 07.00 […]

  • Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah. Berdasarkan data terbaru capaian tingkat provinsi, Mamuju Tengah sukses menempati posisi puncak di antara kabupaten lainnya di Sulawesi Barat dengan raihan skor 63,82. Angka tersebut menempatkan Mamuju Tengah dalam kategori “Inovatif” dan menjadikannya satu-satunya kabupaten di provinsi tersebut […]

  • Bukan Sekadar Kebaya, Sekda Mateng Ajak Perempuan Hidupkan Ruh Perjuangan Kartini

    Bukan Sekadar Kebaya, Sekda Mateng Ajak Perempuan Hidupkan Ruh Perjuangan Kartini

    • 1Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Peringatan Hari Kartini 21 April diharapkan tidak terjebak dalam seremoni simbolik belaka. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, menekankan bahwa esensi sejati dari hari besar ini adalah menghidupkan kembali api perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam realitas kehidupan modern. ​Menurut Litha, identitas budaya seperti mengenakan kebaya memang penting sebagai penghormatan akar […]

expand_less