Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24
- account_circle Whelson
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- visibility 91
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Perayaan Bulan Mamase yang kedua kalinya kembali digelar sebagai pesta rakyat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamasa yang ke-24.
Di bawah kepemimpinan Bupati Welem Sambolangi dan Wakil Bupati H. Sudirman, perhelatan tahun ini mengusung konsep karnaval budaya dan pameran hasil bumi yang meriah, Senin (6/4/2026).
Terpantau sejak pukul 07.00 WITA, ribuan peserta dari 17 kecamatan telah memadati area depan Kantor DPRD Kabupaten Mamasa. Tepat pukul 08.00 WITA, Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, melepas secara resmi rombongan karnaval yang berjalan kaki menuju pusat keramaian di Tribun Kondosapata’.
Tujuh belas kecamatan yang berpartisipasi meliputi Pana’, Tabang, Nosu, Mamasa, Sesenapadang, Tabulahan, Tawalian, Mambi, Sumarorong, Mehalaan, Aralle, Bambang, Tandu Kalua, Balla, Buntu Malangka, Rantebulahan Timur, dan Messawa.

Memasuki area Tribun Kondosapata’, peserta disambut iringan Ma’singgi’. Kecamatan Pana’ mengawali barisan dengan menampilkan Tari Burake dan kostum kreatif. Disusul Kecamatan Tabang yang memukau penonton lewat kolaborasi musik tradisional Tulali dan Tari Tulali.
Kecamatan Nosu hadir dengan pesan perdamaian melalui atraksi parade gendang, sementara Kecamatan Mamasa menurunkan massa terbesar, sekitar 500 orang, dengan menampilkan kostum kreatif Tagari Mamasa, Ulu Karua, dan musik bambu.
Keunikan lain muncul dari Kecamatan Bambang yang menghidupkan kembali permainan tradisional Tenta (Engklang). Sementara itu, Kecamatan Balla dan Mehalaan menonjolkan potensi agraris dengan membawa hasil tani seperti padi, sayur, buah-buahan, serta kain tenun asli daerah.
Penutupan karnaval dilakukan oleh Kecamatan Messawa yang menampilkan tradisi meminang (Ma’pateka Pangngan) serta kostum simbol ular sawah yang menceritakan sejarah terbentuknya wilayah mereka.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dalam sambutannya menekankan bahwa “Bulan Mamase” kini telah ditetapkan sebagai event tahunan resmi pemerintah daerah.
”Tujuan utamanya adalah melestarikan budaya Mamasa agar tetap eksis dan dikenal hingga ke tingkat dunia. Ini juga merupakan momentum bagi para Diaspora (warga Mamasa di perantauan) untuk pulang kampung, bertukar pikiran, dan memberi masukan demi pembangunan daerah,” tegas Bupati Welem.
Ia berharap melalui event ini, sinergi antara masyarakat dan pemerintah semakin kuat untuk mewujudkan visi “Mamasa menuju Mamase” yang lebih sejahtera dan berbudaya.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
