Nelayan Majene Mengeluh Ngaku Sulit Dapat BBM, Begini Respon SPBU Rangas
- account_circle Juita
- calendar_month Sen, 7 Sep 2026
- visibility 161
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Sejumlah nelayan di Kabupaten Majene mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan melaut.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas nelayan yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM sebagai bahan bakar perahu.
Keluhan muncul setelah pihak SPBU Rangas memberlakukan pembatasan sementara terhadap pengisian BBM menggunakan jerigen.
Kebijakan tersebut membuat sebagian nelayan merasa kesulitan memperoleh BBM yang dibutuhkan untuk aktivitas mereka.
Pengawas Lapangan SPBU Rangas, Eko, membantah adanya kelangkaan BBM di SPBU tersebut.
Menurutnya, stok BBM tetap tersedia, namun pihak SPBU untuk sementara waktu melarang pengisian menggunakan jerigen.
“Tidak ada kelangkaan. Tetapi kami dari pihak SPBU melarang pengisian jerigen untuk sementara waktu,” ucapnya kepada Sulbarupdate.id, Senin (7/9/2026).
Kebijakan tersebut menjadi perhatian bagi nelayan karena sebagian dari mereka membutuhkan BBM dalam jumlah tertentu untuk dibawa ke perahu yang digunakan melaut. Larangan pengisian menggunakan jerigen dinilai dapat menyulitkan nelayan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Salah seorang warga kemudian meminta pemerintah daerah Kabupaten Majene turun tangan mencari solusi atas persoalan tersebut. Pemerintah diharapkan dapat memastikan kebutuhan BBM bagi nelayan tetap terpenuhi, sehingga aktivitas melaut tidak terganggu.
Warga tersebut juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Majene untuk kembali membuka atau mengaktifkan SPBU khusus nelayan yang berada di kawasan pelabuhan.
Menurutnya, keberadaan SPBU nelayan di pelabuhan dapat menjadi salah satu solusi untuk memudahkan nelayan memperoleh BBM tanpa harus bergantung pada mekanisme pengisian di SPBU umum.
“Pemerintah daerah diharapkan membuka SPBU nelayan yang ada di pelabuhan agar nelayan lebih mudah mendapatkan BBM untuk melaut,” harapnya.
Persoalan ini diharapkan segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan pihak terkait. Selain memastikan ketersediaan BBM, diperlukan pula mekanisme penyaluran yang jelas agar kebutuhan nelayan dapat terpenuhi sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Nelayan berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Sebab, bagi mereka, ketersediaan BBM merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran aktivitas melaut dan keberlangsungan mata pencaharian sehari-hari.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
