Memori Kolektif di Manakarra, Last Child Hipnotis Ribuan Pasang Mata
- account_circle Ancha
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 219
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Stadion Manakarra Mamuju, menjadi saksi bisu atas sebuah perhelatan musikalitas yang monumental pada Sabtu malam, 17 Januari 2026.
Grup band papan atas, Last Child, sukses menghentak panggung Sulawesi Barat dalam sebuah konser spektakuler yang mengumpulkan tidak kurang dari 6.000 penonton, menjadikannya salah satu gelaran hiburan dengan eskalasi massa terbesar dalam sejarah Kota Mamuju.
Simfoni Nostalgia dan Antusiasme Publik
Sejak petang hari, gelombang penggemar telah memadati area stadion guna mengamankan posisi terbaik.
Atmosfer hangat mulai terbangun kala jajaran musisi lokal tampil sebagai pembuka, memberikan stimulasi energi bagi audiens sebelum sang primadona panggung mengambil alih kendali.
Membawakan repertoar lagu-lagu hits yang sarat akan narasi emosional, Last Child berhasil menciptakan sinergi magis dengan penonton.
Ribuan suara menyatu dalam koor massal, diiringi pendar cahaya ponsel yang mengubah Stadion Manakarra menjadi lautan cahaya, mempertegas nuansa nostalgia yang mendalam.
Kesuksesan acara ini tak lepas dari skema pengamanan komprehensif yang diarsiteki oleh aparat penegak hukum.
Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan massa dengan menyiagakan personel gabungan demi menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Estimasi audiens mencapai 6.000 orang. Guna memitigasi risiko, kami mengerahkan 250 personel gabungan yang mencakup Tim Jibom Sat Brimob, Unit K9 Ditsamapta Polda Sulbar, serta jajaran Polresta Mamuju,” ungkap Kombes Pol Ferdyan, Sabtu malam.
Kepolisian menerapkan protokoler pengamanan ketat namun humanis yang tersebar di 10 titik strategis—meliputi akses pintu masuk, area tribun, hingga zona evakuasi.
Sinergi ini turut diperkuat oleh kehadiran unit pemadam kebakaran (Damkar), ambulans, dan BPBD Kabupaten Mamuju guna menjamin standar keselamatan publik.
Hingga tirai pertunjukan ditutup pada pukul 23.15 WITA, situasi terpantau kondusif tanpa adanya gangguan keamanan yang signifikan.
Kapolresta menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.
“Alhamdulillah, momentum hiburan ini berakhir dengan sukses. Masyarakat dapat menikmati pertunjukan dengan rasa aman dan nyaman hingga akhir,” tutupnya.
Di sisi lain, pihak penyelenggara mengapresiasi profesionalisme seluruh unsur pengamanan.
Keberhasilan konser ini bukan sekadar menjadi pelepas dahaga hiburan bagi warga Mamuju, melainkan juga sebuah manifestasi bahwa daerah ini memiliki kapabilitas mumpuni dalam mengelola event berskala besar dengan manajemen massa yang profesional.(*)
- Penulis: Ancha
