Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

  • account_circle Amr
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 210
  • comment 0 komentar

SULBARUPDATE.ID- Polemik makan bergizi gratis kian menjadi sorotan publik. Kasus keruacunan makanan dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini makin bertambah di sejumlah daerah, tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Sejak program ini berjalan pada awal tahun 2025 lalu, kasus kerucunan terjadi di sejumlah tempat.

Salah satunya di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menimpa 27 pelajar SMP dan SD.

Hasil uji lab terhadap sampel makanan dari MBG yang dikonsumsi para siswa, positif berbakteri.

Hasil uji BPOM Mamuju, menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada nasi yang dikonsumsi siswa.

Kadis Kesehatan Mamuju dr. Sita Harit Ibrahim menjelaskan, bakteri tersebut berpotensi menghasilkan racun yang dapat menimbulkan gejala keracunan, terutama bila proses pemasakan nasi tidak sempurna.

Dinkes Mamuju juga menemukan masalah pada pengelolaan dapur MBG yang mensuplay makanan kepada para siswa.

Di Kalukku, Mamuju, 25 siswa menjadi korban, terdiri dari 23 perempuan dan 2 laki-laki, menjadi korban dugaan keracunan menu MBG.

Dugaan keracunan bermula saat para siswa mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinyonyoi sekitar pukul 11.45 WITA.

Tak lama setelah itu, sejumlah siswa mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah, dan buang air besar encer.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tampa Padang melakukan penanganan cepat.

Sebanyak 25 siswa mendapatkan perawatan, 12 diantaranya masih dalam observasi intensif di puskesmas.

Sementara 13 lainnya telah pulih dan diperbolehkan kembali ke pondok pesantren.

Terbaru, sebanyak 61 guru, staf, siswa, balita dan ibu hamil menjadi korban keracunan MBG di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dari 61 korban di Majene,  terdiri dari 28 balita, 22 siswa sekolah, 5 ibu hamil/menyusui, serta 6 guru dan staf.

Kasus ini bermula saat paket makanan berisi nasi, sayur sop, ayam suwir, dan mi kecap disalurkan ke tujuh desa di wilayah Tubo, Sendana, dan Onang pada Senin (12/1/2026).

Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, warga mengeluhkan mual, muntah, hingga diare hebat.

Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Sulbar, Anwar, menjelaskan berdasarkan hasil uji sampel terhadap menu makanan dibagikan, ditemukan dua jenis bakteri utama, yakni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli).

“Ditemukan angka Staphylococcus aureus pada sampel mi ayam suwir, serta bakteri E. coli pada sampel sup yang melebihi persyaratan. Secara aturan, bakteri E. coli ini seharusnya tidak boleh ada dalam makanan siap saji,” jelas Anwar saat ditemui di Dinkes Sulbar, Kompleks Perkantoran Gubernur, Kamis (29/1/2026).

 

Staphylococcus aureus (Si Bakteri Kontaminasi Tangan)

 

Bakteri ini sebenarnya sangat umum ditemukan pada kulit atau hidung manusia yang sehat.

Namun, bakteri tersebut menjadi berbahaya jika masuk ke dalam makanan dan berkembang biak.

Biasanya terjadi akibat kontaminasi silang dari tangan pengolah makanan yang tidak bersih, seperti tidak mencuci tangan atau memiliki luka terbuka saat memasak.

Bakteri ini memproduksi toksin (racun) saat makanan dibiarkan pada suhu ruangan.

Uniknya, racun tersebut tahan panas, sehingga meskipun makanan dipanaskan kembali, racunnya tetap aktif.

Gejalanya sangat cepat bereaksi. Dalam waktu 30 menit hingga 6 jam setelah makan, penderita biasanya mengalami mual hebat, muntah, dan kram perut.

 

Escherichia coli (E. coli)

E. coli adalah bakteri yang secara alami hidup di usus manusia dan hewan.

Sebagian besar jenisnya tidak berbahaya, namun jenis tertentu—seperti yang ditemukan pada kasus Majene—dapat menyebabkan infeksi serius.

Keberadaan E. coli pada makanan merupakan indikator kuat adanya kontaminasi feses atau sanitasi air yang buruk.

Kontaminasi dapat berasal dari air cucian yang tidak bersih, tangan yang tidak dicuci setelah dari toilet, atau lingkungan dapur yang dekat dengan tempat sampah maupun saluran pembuangan. Bakteri ini menyerang dinding usus dan menghasilkan racun yang memicu peradangan.

Gejala biasanya muncul 1–3 hari setelah konsumsi makanan, ditandai dengan diare (sering kali cair atau berdarah), nyeri perut hebat, dan demam ringan.

SDN 060 Mampie Polman Terima MBG Basi Viral di media sosial video menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga basi ditemukan di SDN 060 Mampie Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (30/1/2026).

Video itu viral usai sempat di unggah salah satu guru sekolah, pada Kamis (29/1/2026) kemarin.

Dalam video guru sekolah memperlihatkan menu pentolan bakso lembek, diduga basi dan berbau, serta perekam video ini menyebutkan, menu MBG tersebut basi dan dikembalikan ke pihak dapur.

Saat ditelusuri, penemuan menu MBG basi ini memang terjadi di SDN 060 Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo. Kepala SDN 060 Mampie, Marhaban menyebut menu MBG itu basi dan tidak sempat dibagikan.

“Informasi awalnya itu ditelpon dari pihak SPPG jika ada ditemukan menu MBG basi di sekolah lain,” kata Marhaban kepada wartawan.

Dia mengaku setelah mendapat informasi itu, pihak guru langsung mengecek menu MBG sebelum disalurkan. Karena ditemukan menu bakso yang basi, Marhaban bersama pihak SPPG sepakat mengembalikan ompreng MBG itu.

Sehingga 128 ompreng MBG tidak jadi dibagikan kepada siswa di SDN 060 Mampie pada Kamis (29/1/2026) kemarin.

“Harapannya kita pihak sekolah agar pihak SPPG mengevaluasi menu makanan, agar kejadian serupa tidak lagi terjadi,” ungkap Marhaban.

Sementara itu, Kepala SPPG Campurjo II Polman, Muh Fadil menyampaikan kronologi ditemukannya ompreng menu MBG diduga basi.

Fadil menyampaikan awalnya laporan itu diterima dari pihak sekolah SDN 031 Tumpiling adanya menu dalam ompreng diduga berubah bentuk dan aroma.

“Sehingga kita hentikan penyaluran ompreng yang ditemukan berubah aromanya atau diduga basi,” ungkap Fadil.

Dia menyampaikan tidak semua ompreng menu MBG berubah rasa dan aroma atau diduga basi di SDN 031 Tumpiling.

Beberapa ompreng yang masih terjamin higenis tetap disalurkan kepada murid di SDN 031 Tumpiling. Sementara di SDN 060 Mampie, penyaluran menu MBG langsung ditarik dan tidak jadi disalurkan ke penerima manfaat.

“Ternyata di SDN 060 Mampie juga ditemukan adanya menu dalam ompreng sudah berubah aromanya, jadi kita tidak salurkan,” ungkapnya.

Fadil menyebut hanya ada beberapa ompreng MBG di SDN 060 Mampie yang sudah berubah aromanya.

Namun karena kesepakatan dengan pihak sekolah, sehingga seluruh ompreng tidak jadi dibagikan kepada penerima manfaat.

Fadil menduga penyebab menu bakso yang basi karena pada saat dikemas dalam ompreng masih cukup panas.

Dia berjanji akan mengevaluasi menu makanan hingga penyajian menu agar kejadian serupa tidak lagi terulang.(*)

 

Sumber: Tribun sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Rapim Terarah, Bapenda Sulbar Satukan Strategi Pendapatan Daerah

    Menuju Rapim Terarah, Bapenda Sulbar Satukan Strategi Pendapatan Daerah

    • 0Komentar

    Mamuju  Sulbarupdate.id — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat internal dalam rangka mematangkan persiapan bahan Rapat Pimpinan (Rapim) sektor pendapatan. Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Bapenda Sulbar, Rabu, 14 Januari 2026, dan dipimpin langsung oleh Plt. Sekretaris Bapenda Sulbar, Fahri Yusuf. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan misi Gubernur Sulawesi […]

  • Pihak Sekolah di Majene Tanyakan Keberadaan Buku TKA

    Pihak Sekolah di Majene Tanyakan Keberadaan Buku TKA

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pengadaan buku Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sejumlah sekolah di Kabupaten Majene menuai sorotan. Pasalnya, hingga kini buku yang diperuntukkan bagi siswa, khususnya kelas VI Sekolah Dasar, disebut-sebut belum juga tersedia meski pihak sekolah telah melakukan pembayaran melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kondisi tersebut memicu tanda tanya di kalangan sekolah dan […]

  • Tolak Usul Polri di Bawah Kementerian, Kapolri: Saya Lebih Baik Jadi Petani

    Tolak Usul Polri di Bawah Kementerian, Kapolri: Saya Lebih Baik Jadi Petani

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Sigit menyatakan dirinya lebih memilih pensiun dan menjadi petani ketimbang harus menjabat sebagai Menteri Kepolisian jika struktur tersebut dipaksakan. Pernyataan keras tersebut disampaikan Kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks […]

  • Hasanuddin Resmi Jabat Plt Kepala Bapperida Sulbar

    Hasanuddin Resmi Jabat Plt Kepala Bapperida Sulbar

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, resmi menerbitkan Surat Perintah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat kepada Hasanuddin, terhitung mulai 5 Januari 2026. Sebelum dipercaya mengemban jabatan tersebut, Hasanuddin menjabat sebagai Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi, dan Pembangunan Daerah (PPEPD) Bapperida Sulbar. Penyerahan tugas Plt Kepala […]

  • DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arwin menilai pemerintah tidak serius dalam menangani pemenuhan gizi pelajar. ​Arwin menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya 31 titik wilayah di Mamasa yang hingga saat ini […]

  • Dugaan Penggelapan Aset Desa Kombiling, Polres Mamuju Tengah Periksa 12 Saksi

    Dugaan Penggelapan Aset Desa Kombiling, Polres Mamuju Tengah Periksa 12 Saksi

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mamuju Tengah terus mendalami kasus dugaan hilangnya aset milik Pemerintah Desa Kombiling, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah. Hingga saat ini, pihak Polres Mateng dilaporkan telah memeriksa sedikitnya 12 orang saksi. ​Kasus yang bergulir sejak awal tahun 2025 ini menarik perhatian publik setelah sejumlah inventaris penting desa, […]

expand_less