Siswa dan Emak-Emak di Lambahadak Mamuju Tengah Nunggu MBG Tak Kunjung Dirasakan
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya menjadi salah satu hal yang paling dinantikan di kawasan Terpencil, Terdalam, dan Terluar (3T) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat.
Sayangnya, hingga pertengahan tahun ini, aroma masakan bergizi yang dinanti-nanti belum juga tercium dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Pembangunan gedung dapur SPPG di Desa Lemba Hadak sebenarnya telah rampung sejak medio Desember 2025 hingga Februari 2026 lalu.
Namun, hingga Jumat (19/6/2026), fasilitas tersebut terpantau masih “adem-ayem” dan belum menunjukkan tanda-tanda beroperasi.
Kondisi ini memicu tanya, tidak hanya dari ratusan siswa sekolah, melainkan juga para ibu rumah tangga di pedalaman.
Bagi anak-anak di Desa Lemba Hadak, program MBG bukan sekadar kebijakan pemerintah di atas kertas, melainkan harapan nyata yang mereka tunggu setiap hari di sekolah.
”Kami mau MBG, Pak. Belum pernah dapat MBG di sekolah,” ujar Irsyam, seorang siswa SD setempat dengan polos saat ditemui jurnalis di dekat lokasi dapur SPPG.
Harapan serupa meluncur dari mulut Hafisya, Keisya, Haikal, dan Aulia. Mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang ada di wilayah terpencil tersebut, semuanya mengaku belum pernah mencicipi program nasional ini.
”Di sini ada sekolah TK, SD, dan SMP, Pak. Semuanya belum dapat MBG,” tambah Hafisya sembari tersenyum penuh harap.
Penantian ini nyatanya juga menjadi urusan dapur para ibu di desa. Bagi mereka, beroperasinya SPPG bukan sekadar memberi makan anak-anak secara gratis, melainkan juga peluang untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga.
Ratnawati, seorang warga Lemba Hadak yang mendaftarkan diri sebagai calon relawan SPPG, menyayangkan bangunan yang sudah jadi tersebut dibiarkan menganggur berbulan-bulan.
”Kira-kira dapur di sini selesai dibangun sejak bulan 12 (Desember) Pak, tapi sampai sekarang belum jalan. Mudah-mudahan segera dibuka, kami mau kerja untuk tambah-tambah penghasilan,” ungkap Ratnawati.
Senada dengan Ratnawati, Muliati, warga lainnya, mengaku kerap “ditongkrongi” anak-anaknya yang penasaran kapan program tersebut dimulai.
“Iya Pak, mudah-mudahan cepat dapurnya jalan. Anak-anak sudah sering bertanya kapan MBG mulai jalan,” sahutnya.
Merespons keresahan warga, Kepala Desa Lemba Hadak, Ahmad Yani, membenarkan bahwa fasilitas penunjang MBG di desanya memang telah rampung sejak awal tahun.
Namun, hingga kini pihak desa belum menerima kejelasan mengapa dapur tersebut belum juga difungsikan.
”Dapur ini selesai dikerjakan sekitar Januari-Februari 2026 lalu. Entah mengapa belum berjalan sampai sekarang,” kata Ahmad Yani.
Ia berharap pihak terkait bisa segera turun tangan untuk mengaktifkan dapur SPPG 3T di desanya agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
”Selain anak-anak TK dan SD, Ibu-ibu di desa kami juga sangat berharap dapur ini segera berjalan. Harapan kami hanya itu, semoga secepatnya beroperasi,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
