Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Siswa dan Emak-Emak di Lambahadak Mamuju Tengah Nunggu MBG Tak Kunjung Dirasakan

Siswa dan Emak-Emak di Lambahadak Mamuju Tengah Nunggu MBG Tak Kunjung Dirasakan

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya menjadi salah satu hal yang paling dinantikan di kawasan Terpencil, Terdalam, dan Terluar (3T) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat.

Sayangnya, hingga pertengahan tahun ini, aroma masakan bergizi yang dinanti-nanti belum juga tercium dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

​Pembangunan gedung dapur SPPG di Desa Lemba Hadak sebenarnya telah rampung sejak medio Desember 2025 hingga Februari 2026 lalu.

Namun, hingga Jumat (19/6/2026), fasilitas tersebut terpantau masih “adem-ayem” dan belum menunjukkan tanda-tanda beroperasi.

​Kondisi ini memicu tanya, tidak hanya dari ratusan siswa sekolah, melainkan juga para ibu rumah tangga di pedalaman.

​Bagi anak-anak di Desa Lemba Hadak, program MBG bukan sekadar kebijakan pemerintah di atas kertas, melainkan harapan nyata yang mereka tunggu setiap hari di sekolah.

​”Kami mau MBG, Pak. Belum pernah dapat MBG di sekolah,” ujar Irsyam, seorang siswa SD setempat dengan polos saat ditemui jurnalis di dekat lokasi dapur SPPG.

​Harapan serupa meluncur dari mulut Hafisya, Keisya, Haikal, dan Aulia. Mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang ada di wilayah terpencil tersebut, semuanya mengaku belum pernah mencicipi program nasional ini.

​”Di sini ada sekolah TK, SD, dan SMP, Pak. Semuanya belum dapat MBG,” tambah Hafisya sembari tersenyum penuh harap.

​Penantian ini nyatanya juga menjadi urusan dapur para ibu di desa. Bagi mereka, beroperasinya SPPG bukan sekadar memberi makan anak-anak secara gratis, melainkan juga peluang untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga.

​Ratnawati, seorang warga Lemba Hadak yang mendaftarkan diri sebagai calon relawan SPPG, menyayangkan bangunan yang sudah jadi tersebut dibiarkan menganggur berbulan-bulan.

​”Kira-kira dapur di sini selesai dibangun sejak bulan 12 (Desember) Pak, tapi sampai sekarang belum jalan. Mudah-mudahan segera dibuka, kami mau kerja untuk tambah-tambah penghasilan,” ungkap Ratnawati.

​Senada dengan Ratnawati, Muliati, warga lainnya, mengaku kerap “ditongkrongi” anak-anaknya yang penasaran kapan program tersebut dimulai.

“Iya Pak, mudah-mudahan cepat dapurnya jalan. Anak-anak sudah sering bertanya kapan MBG mulai jalan,” sahutnya.

​Merespons keresahan warga, Kepala Desa Lemba Hadak, Ahmad Yani, membenarkan bahwa fasilitas penunjang MBG di desanya memang telah rampung sejak awal tahun.

Namun, hingga kini pihak desa belum menerima kejelasan mengapa dapur tersebut belum juga difungsikan.

​”Dapur ini selesai dikerjakan sekitar Januari-Februari 2026 lalu. Entah mengapa belum berjalan sampai sekarang,” kata Ahmad Yani.

​Ia berharap pihak terkait bisa segera turun tangan untuk mengaktifkan dapur SPPG 3T di desanya agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

​”Selain anak-anak TK dan SD, Ibu-ibu di desa kami juga sangat berharap dapur ini segera berjalan. Harapan kami hanya itu, semoga secepatnya beroperasi,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Sungai Budong-Budong Menghitam, Limbah Sawit Disorot

    Air Sungai Budong-Budong Menghitam, Limbah Sawit Disorot

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Warga di sekitar aliran Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar) dibuat resah oleh perubahan warna air sungai yang menghitam sejak Sabtu (8/8/2026) sore. Penyebab perubahan warna air belum diketahui secara pasti. Kondisi itu menjadi perhatian masyarakat di sekitar aliran sungai. Apalagi fenomena tersebut terjadi saat musim kemarau. Di […]

  • May Day 2026 di Majene, KAMRI Tuntut Revisi UU Cipta Kerja

    May Day 2026 di Majene, KAMRI Tuntut Revisi UU Cipta Kerja

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Gelombang aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pecah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (1/5/2026). Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) turun ke jalan menyuarakan pembelaan terhadap nasib kaum buruh. ​Massa memulai aksi di kawasan Jalan Gatot Subroto hingga Tugu Pahlawan. Dalam aksinya, mahasiswa membakar ban […]

  • Kasus Pemukulan Jurnalis di Pasangkayu Sudah Ditangani Penyelidik, Pelapor dan Terlapor Diperiksa

    Kasus Pemukulan Jurnalis di Pasangkayu Sudah Ditangani Penyelidik, Pelapor dan Terlapor Diperiksa

    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Sulbarupdate.id — Penanganan laporan dugaan kekerasan terhadap reporter Tribun Sulbar, Taufan, di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, masih berproses di kepolisian. Penyidik Polres Pasangkayu telah memeriksa Taufan selaku pelapor dan Umar yang dilaporkan dalam perkara tersebut. Kasat Reskrim Polres Pasangkayu AKP Eru Reski mengatakan, pemeriksaan terhadap kedua pihak telah dilakukan. Selanjutnya, penyidik masih menjadwalkan pemeriksaan […]

  • Ada Apa di Balik Proyek RSUD Satelit Tobadak? Progres Pembangunan Sulit Dikonfirmasi

    Ada Apa di Balik Proyek RSUD Satelit Tobadak? Progres Pembangunan Sulit Dikonfirmasi

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ada yang mengganjal dari proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Tobadak Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Bukan karena pekerjaan konstruksinya, melainkan akses terhadap informasi mengenai progres pembangunan yang justru terasa berjarak ketika sejumlah awak media berupaya melakukan konfirmasi langsung di lokasi proyek, Rabu (9/9/2026) sore. Kedatangan […]

  • Kebakaran Lahan di Majene Mendekati Permukiman, Dua Hektare Terbakar

    Kebakaran Lahan di Majene Mendekati Permukiman, Dua Hektare Terbakar

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Gunung, Kelurahan Galung, Lingkungan Galung Utara, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (14/8/2026). Kobaran api yang melanda kawasan perbukitan tersebut sempat mengundang perhatian warga lantaran lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman.  Kondisi cuaca yang panas turut menjadi salah satu faktor yang disebut mempercepat […]

  • Nyaris Rudapaksa Anak Tirinya, Pria di Mamuju Ditangkap Polisi

    Nyaris Rudapaksa Anak Tirinya, Pria di Mamuju Ditangkap Polisi

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Personel Polsek Sampaga menangkap seorang pria berinisial AR (43) atas dugaan percobaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak tirinya di wilayah Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (23/7/2026). Kapolsek Sampaga, Ipda Hariadi, menyebut pihak kepolisian bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP) begitu menerima laporan dari masyarakat. “Personel piket Polsek Sampaga […]

expand_less