Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ahmad Ali: PSI Instruksikan Kader Bangun Dapur MBG di Setiap Daerah

Ahmad Ali: PSI Instruksikan Kader Bangun Dapur MBG di Setiap Daerah

  • account_circle Amr
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 368
  • comment 0 komentar

MAKASSAR, SULBARUPDATE.ID — Dalam langkah yang dinilai tidak biasa bagi partai politik, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh struktur partainya untuk membangun minimal satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap provinsi di Indonesia — sebuah perintah organisasi yang jauh melampaui peran politik konvensional.

Instruksi ini disampaikan oleh Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI, pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, saat ia membacakan kesimpulan resmi Rakernas perdana PSI yang berlangsung di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam forum Rakernas yang dihadiri puluhan pengurus dari berbagai daerah, Ahmad Ali menegaskan bahwa PSI tidak lagi sekadar menjadi partai pendukung pemerintahan di atas kertas. Ia menolak pendekatan normatif yang hanya lewat pernyataan dukungan politik dan menuntut kader PSI turun langsung mengelola program pemerintah di akar rumput.

“Mulai dari tingkat DPW sampai di paling bawahnya, kader PSI harus terlibat aktif dalam pengawasan dan gotong-royong membangun MBG — setidak-tidaknya satu dapur untuk satu provinsi,” ujar Ahmad Ali di depan peserta Rakernas.

Pernyataan ini mencuat di tengah diskusi internal tentang bagaimana partai bisa mendukung Program Makan Bergizi Gratis, yang saat ini menjadi fokus kebijakan publik. PSI menganggap langkah membangun dapur MBG sebagai bukti dukungan nyata, bukan sekadar retorika politik.

Ali bahkan menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar anjuran bersifat sukarela, melainkan kewajiban struktural bagi seluruh pengurus partai. Bagi PSI, keberhasilan program pemerintah hanya dapat dicapai jika partai politik terjun langsung ke lapangan dan ikut mengelola pelaksanaannya.

Hal ini dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai pergeseran peran partai politik yang cukup tajam, di mana partai tidak hanya berfungsi sebagai aktor politik tetapi juga “operator sosial” program publik yang lazimnya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga nonpartisan. Langkah PSI ini membuka pertanyaan tentang batasan peran politik di luar fungsi legislatif dan elektoral.

Lebih lanjut, Ahmad Ali menyatakan bahwa PSI tidak menutup kemungkinan satu provinsi memiliki lebih dari satu dapur MBG, apabila struktur partai di daerah memiliki kemampuan lebih untuk mengimplementasikannya.

Kebijakan tersebut direspons beragam oleh peserta Rakernas, namun AIli menegaskan komitmennya bahwa dukungan politik harus dibuktikan dengan aksi langsung yang bisa dirasakan masyarakat — bukan hanya melalui konferensi atau pidato politik belaka.

Rakernas PSI di Makassar itu sendiri digelar pada akhir Januari 2026, sebagai forum konsolidasi strategis partai menjelang agenda nasional yang lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan instruksi ini, PSI tampak berupaya memperluas peran partai politik ke ranah implementasi sosial langsung — sebuah strategi yang berpotensi mengubah persepsi publik terhadap fungsi partai dalam kehidupan politik dan sosial di Indonesia.(*)

  • Penulis: Amr

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piala Dunia 2026, Bupati Mamasa Jagokan Brasil, Kapolres Setia Dukung Belanda

    Piala Dunia 2026, Bupati Mamasa Jagokan Brasil, Kapolres Setia Dukung Belanda

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Demam Piala Dunia 2026 mulai menjangkiti berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tidak terkecuali bagi para pejabat daerah yang mulai terang-terangan menunjukkan dukungan kepada tim nasional jagoan mereka di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyatakan dukunganiantoninya secara penuh kepada Timnas Brasil. Politisi Partai Golkar ini […]

  • Perkuat PASTIPADU, Pemprov Sulbar Siapkan Pergub Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    Perkuat PASTIPADU, Pemprov Sulbar Siapkan Pergub Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat langkah strategis penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui penguatan Program PASTIPADU (Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu). Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembahasan penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum pelaksanaan dan penguatan tata kelola program lintas sektor. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan […]

  • Dana Non Kapitasi di Mamasa Tunggu Pergeseran Anggaran, Ini Penjelasan BPKD!

    Dana Non Kapitasi di Mamasa Tunggu Pergeseran Anggaran, Ini Penjelasan BPKD!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Mamasa, berikan penjelasan terkait polemik keterlambatan pembayaran dana Non Kapitasi untuk Puskesmas dan Rumah Sakit. Pihak Pemkab memastikan anggaran tersebut tersedia, namun terkendala masalah administrasi rekening. ​Plt. Kepala Bidang Perbendaharaan BPKD Mamasa, Catherine Dessaratu, menjelaskan bahwa alokasi dana Non Kapitasi periode Oktober–November 2025 terbagi menjadi dua […]

  • Dinsos P3A dan PMD Sulbar Terima Pengaduan Korban Kasus KDRT dan Penelantaran Anak

    Dinsos P3A dan PMD Sulbar Terima Pengaduan Korban Kasus KDRT dan Penelantaran Anak

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menerima pengaduan korban kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penelantaran anak, Selasa, 20 Januari 2026. Pengaduan tersebut diterima langsung oleh Kepala UPTD PPA, Nurcahyani, didampingi […]

  • Dianggap Rugikan Masyarakat, APDESI Mamasa Desak Menkeu Cabut PMK 81 2025

    Dianggap Rugikan Masyarakat, APDESI Mamasa Desak Menkeu Cabut PMK 81 2025

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahman Tona, melayangkan desakan keras kepada Menteri Keuangan untuk segera menarik kembali Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025. Ia berpendapat bahwa regulasi tersebut diterbitkan secara tergesa-gesa, mengabaikan realitas lapangan di desa, dan justru menjadi penghalang dalam pemenuhan […]

  • KPK OTT Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja Kepuncak Pimpin Bekasi

    KPK OTT Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja Kepuncak Pimpin Bekasi

    • 0Komentar

    Bekasi – Sulbarupdate.id – Dinamika politik Kabupaten Bekasi mencatat kisah unik dua bersaudara, Eka Supria Atmaja dan Asep Surya Atmaja, yang sama-sama berada di lingkaran puncak kekuasaan daerah melalui situasi luar biasa yang menimpa pasangan kepala daerah mereka. Eka Supria Atmaja, kakak kandung Asep Surya Atmaja, mengawali kepemimpinannya sebagai Wakil Bupati Bekasi mendampingi Neneng Hasanah […]

expand_less