Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Demokrasi, Rasio dan Ilusi Kesempurnaan Politik

Demokrasi, Rasio dan Ilusi Kesempurnaan Politik

  • account_circle Tim Sulbarupdate.id
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 323
  • comment 0 komentar

OPINI – Demokrasi kerap dipuji sebagai puncak pencapaian politik umat manusia, seolah-olah ia merupakan bentuk pemerintahan yang mendekati kesempurnaan. Namun, penilaian semacam ini sering gagal membedakan antara apa yang diinginkan manusia dan apa yang dapat dibenarkan oleh rasio.

Dalam kerangka pemikiran rasional, tidak ada satu pun bentuk pemerintahan yang sepenuhnya baik, sebab setiap sistem pada akhirnya dijalankan oleh manusia—makhluk rasional yang sekaligus sarat kepentingan, ambisi, serta kerentanan moral.

Oleh karena itu, demokrasi tidak layak disebut sebagai bentuk pemerintahan terbaik, melainkan hanya sebagai yang paling sedikit mengandung keburukan dibandingkan alternatif-alternatif lain. Keunggulannya bersifat relatif, bukan absolut.

Demokrasi tidak menjamin lahirnya kebajikan politik, apalagi keadilan yang sempurna, tetapi menyediakan mekanisme untuk membatasi kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh kekuasaan yang tak terkendali.

Keunggulan relatif demokrasi terletak pada strukturnya yang menahan konsentrasi kekuasaan melalui pembagian wewenang dan mekanisme pengawasan.

Dalam tatanan semacam ini, kehendak individual—baik dari penguasa maupun mayoritas—diupayakan tunduk pada hukum yang bersifat umum. Pada titik inilah demokrasi mendekati prinsip moral universal, bahwa manusia tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai alat, melainkan harus selalu diperlakukan sebagai tujuan. Namun, kedekatan ini bersifat normatif, bukan faktual.

Demokrasi tidak otomatis melahirkan moralitas, ia hanya menyediakan ruang bagi kemungkinan tersebut.

Lebih jauh, demokrasi tetap bergantung pada kedewasaan moral warga negaranya—sesuatu yang tidak pernah dapat diasumsikan hadir secara merata dan berkelanjutan.

Tanpa rasio publik yang terdidik dan kesadaran etis yang memadai, prosedur demokratis dapat dengan mudah direduksi menjadi sekadar mekanisme legitimasi kepentingan jangka pendek, bahkan menjadi alat pembenaran bagi ketidakadilan yang disahkan oleh suara mayoritas.

Dalam konteks ini, penting disadari bahwa demokrasi bukanlah tujuan akhir sejarah politik manusia, melainkan sebuah sarana sementara menuju tatanan hukum yang lebih adil. Ia patut dipertahankan bukan karena kesempurnaannya, melainkan karena kemampuannya membuka ruang bagi kritik, koreksi, dan pertanggungjawaban moral.

Demokrasi memungkinkan kekuasaan untuk dipersoalkan, bukan dipuja; diperbaiki, bukan diabadikan.

Dengan demikian, kemajuan politik sejati tidak terletak pada bentuk pemerintahan itu sendiri, melainkan pada sejauh mana rasio dan kewajiban moral membimbing tindakan manusia di dalamnya.

Demokrasi hanya akan bermakna sejauh ia menjadi wadah bagi penggunaan akal budi secara bertanggung jawab, bukan sekadar arena perebutan kehendak dan kekuasaan.

Salam Kato

  • Penulis: Tim Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Kasus Oknum PNS Cabuli Remaja di Mamasa, Jaksa Beri Klarifikasi Menohok

    Update Kasus Oknum PNS Cabuli Remaja di Mamasa, Jaksa Beri Klarifikasi Menohok

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan pemerkosaan terhadap remaja berusia 15 tahun yang menyeret seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu kantor kecamatan di Kabupaten Mamasa terus bergulir. Diketahui pihak keluarga korban mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa pada Kamis (7/5/2026) untuk mempertanyakan transparansi proses hukum yang dinilai janggal. Pihak keluarga, didampingi LK yang […]

  • 3 Remaja Pelaku Pembusuran di Wonomulyo Diringkus Polisi, Satu Masih Buron

    3 Remaja Pelaku Pembusuran di Wonomulyo Diringkus Polisi, Satu Masih Buron

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id — Personel gabungan Polres Polewali Mandar (Polman) berhasil meringkus tiga remaja yang diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis busur (anak panah). Penangkapan dilakukan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim bersama Unit IV Satintelkam Polres Polman di beberapa lokasi berbeda pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 07.30 WITA. ​Ketiga terduga pelaku yang […]

  • Aktivis Mamasa Kritik Keras Pernyataan Wakil Bupati Terkait Program MBG

    Aktivis Mamasa Kritik Keras Pernyataan Wakil Bupati Terkait Program MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto kini menuai polemik di tingkat daerah. Pasalnya, beredar kabar bahwa Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman menyebut, harga MBG per porsi berada di harga Rp. 5 ribu. Pernyataan ini menjadi sorotan sejumlah aktivis di Bumi Kondosapata. Aktivis Muda Mamasa, Tambrin, menyampaikan […]

  • Ada Aktivitas Orang Asing di Kawasan Hutan Botteng Berseragam Mirip Militer

    Ada Aktivitas Orang Asing di Kawasan Hutan Botteng Berseragam Mirip Militer

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Tokoh masyarakat Sulawesi Barat, H. Damris, menyoroti adanya dugaan aktivitas orang asing di kawasan hutan wilayah Taludu, yang kemudian menjadi perhatian publik setelah diunggah melalui akun media sosial miliknya. Sabtu, 4/4/2026. “Orang luar yang tidak bisa berbahasa Indonesia berkeliaran dalam hutan di wilayah Taludu dengan memakai pakaian seragam loreng tentara China. […]

  • Aktivis Mamasa Desak Kejati Sulbar Audit Anggaran Forest Programme IV di TNGD

    Aktivis Mamasa Desak Kejati Sulbar Audit Anggaran Forest Programme IV di TNGD

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id -Aliansi aktivis lingkungan di Kabupaten Mamasa desak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat untuk segera panggil dan periksa Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan. Desakan ini mencuat terkait dugaan ketidakberesan pengelolaan dana hibah bernilai ratusan miliar rupiah dalam proyek Forest Programme IV. ​Program yang menyasar kawasan Taman Nasional Gandang Dewata […]

  • Kader Dikeroyok di Mamuju, PMII Cabang Mamasa Desak Polisi Usut Tuntas hingga Akar Masalah

    Kader Dikeroyok di Mamuju, PMII Cabang Mamasa Desak Polisi Usut Tuntas hingga Akar Masalah

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamasa mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa dua orang kadernya. Insiden tersebut terjadi di Jalan Dahlia, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, pada Kamis (28/5/2026) malam. Peristiwa pengeroyokan dilaporkan berlangsung di Sekretariat Perjuangan Mahasiswa Vendetta, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat […]

expand_less