Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Berbagai Macam Menu MBG Di Bulan Suci Ramadhan

Berbagai Macam Menu MBG Di Bulan Suci Ramadhan

  • account_circle sulbarupdate
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 497
  • comment 0 komentar

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, menu MBG yang diterima sejumlah penerima manfaat di beberapa Daerah dilaporkan hanya berisi satu buah pisang, satu butir telur, satu plastik kecil kacang goreng, serta roti siap saji dalam kemasan, Mamuju 23/02/2026.

Informasi tersebut beredar luas di masyarakat dan media sosial, disertai foto menu yang dinilai jauh dari harapan pemenuhan gizi seimbang. Warga menilai porsi dan variasi makanan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan asupan gizi, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Ikram, pegiat media sosial, turut menyoroti persoalan ini. Menurutnya, program dengan embel-embel “bergizi” seharusnya benar-benar memperhatikan komposisi makanan yang memenuhi standar gizi seimbang.

“Kalau hanya pisang satu, telur satu, kacang goreng sedikit, dan roti kemasan, publik tentu bertanya apakah ini sudah sesuai dengan konsep makan bergizi. Program ini harus diawasi agar tepat sasaran dan tepat kualitas,” ujar Ikram.

Di sisi lain, Ikram juga menyinggung aspek psikologis dan nilai pendidikan anak, khususnya di bulan suci Ramadhan. Ia menilai, selama ini banyak orang tua yang mendidik anak-anak mereka untuk belajar berpuasa sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan nilai spiritual.

“Dengan adanya program MBG yang tetap dibagikan di bulan Ramadhan, ada kekhawatiran ini dapat mempengaruhi psikologi anak. Anak bisa menjadi bingung atau bahkan malas belajar berpuasa karena terbiasa menerima makanan di siang hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ikram menyampaikan adanya dugaan yang berkembang di tengah masyarakat terkait kemungkinan keterlibatan sejumlah oknum pejabat dalam kepemilikan atau pengelolaan dapur MBG.

Dugaan tersebut, menurutnya, perlu ditanggapi secara serius melalui klarifikasi terbuka dan audit independen agar tidak menimbulkan prasangka di ruang publik.

“Kami tidak menuduh siapa pun. Tapi jika memang ada keterkaitan oknum dengan dapur MBG, ini harus dibuka secara transparan. Program ini menggunakan uang negara dan menyangkut hajat hidup serta gizi anak-anak,” tegas Ikram.

Ia menilai transparansi pengelolaan dapur MBG, mulai dari penunjukan penyedia hingga standar menu, menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mencegah potensi konflik kepentingan.

Menu MBG tersebut juga dinilai masih minim variasi, khususnya dari sisi sayuran dan sumber karbohidrat yang lebih beragam. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan asupan gizi sekaligus sensitivitas kebijakan program terhadap kondisi sosial dan keagamaan masyarakat.

Sejumlah pihak pun meminta pemerintah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, baik dari sisi kualitas menu, pengawasan anggaran, maupun transparansi pengelolaan dapur di lapangan.

  • Penulis: sulbarupdate

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seruan Gubernur Sulbar, Mitigasi Bencana dan Penjagaan Lingkungan Mendesak

    Seruan Gubernur Sulbar, Mitigasi Bencana dan Penjagaan Lingkungan Mendesak

    • 1Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menyampaikan penekanan serius terhadap urgensi penguatan mitigasi bencana di seluruh penjuru wilayah di Sulbar. Seruan ini muncul menyikapi tren peningkatan insiden bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia belakangan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Suhardi Duka ketika dimintai tanggapan mengenai kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi […]

  • Petani Mamuju Tengah Keluhkan Harga TBS Sawit Tak Sesuai Penetapan Dinas Perkebunan

    Petani Mamuju Tengah Keluhkan Harga TBS Sawit Tak Sesuai Penetapan Dinas Perkebunan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, mengeluhkan ketidaksesuaian harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) di lapangan. Meski Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat telah menetapkan harga resmi sebesar Rp3.092,15 per kilogram, realita di tingkat pengepul atau timbangan justru jauh di bawah angka tersebut. Bahri, salah seorang petani […]

  • NICOLAS MADURO

    NICOLAS MADURO

    • 0Komentar

    Oleh: Zacky Antony *CARACAS*, Kota berpenduduk sekitar 3 juta jiwa, menjelang tengah malam Sabtu (3/1) mati lampu. Bukan sedang ada pemadaman bergilir, tapi itu adalah bagian dari strategi intelijen AS. Kota dengan tingkat pembunuhan salah satu yang tertinggi di dunia itu gelap gulita. Saat itulah operasi rahasia CIA dimulai. Pukul 22.10 waktu Amerika, Presiden AS […]

  • APDESI Demo Besar – Besaran Di Jakarta, Ini Kata Perwakilan Sulbar

    APDESI Demo Besar – Besaran Di Jakarta, Ini Kata Perwakilan Sulbar

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau biasa disebut APDESI adakan demo besar – besaran hari ini di Jakarta untuk menyikapi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025, Mamuju 8 Desember 2025. APDESI anggap PMK No.81 Tahun 2025 terlalu prematur untuk di sahkan dan sangat merugikan Pemerintah Desa sebagai ujung tombak penggerak roda […]

  • Berapa Gaji ASN dalam Skema Single Salary? Berikut Simulasi Lengkapnya !

    Berapa Gaji ASN dalam Skema Single Salary? Berikut Simulasi Lengkapnya !

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Wacana penataan ulang remunerasi Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi diskursus sentral di kalangan pemerintahan saat ini. Meski wacana ini belum final, namun saat ini telah ramai di bahas. Pemerintah kini sedang mematangkan pembahasan mengenai implementasi Skema Single Salary, atau sistem penggajian tunggal yang mengintegrasikan seluruh komponen penghasilan, meliputi gaji pokok dan berbagai […]

  • WASPADA! Uang Palsu Kembali Beredar di Kabupaten Mamasa

    WASPADA! Uang Palsu Kembali Beredar di Kabupaten Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Keresahan melanda warga Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menyusul kembali maraknya peredaran uang palsu di wilayah tersebut. Kasus terbaru dilaporkan terjadi di Dusun Salukona, Desa Minanga, Kecamatan Bambang, yang menyasar sejumlah pedagang kecil. ​Peristiwa tersebut menimpa dua toko kelontong sekaligus pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. Diduga pelaku diketahui melancarkan aksinya dengan […]

expand_less