IMM Majene Soroti Dugaan Mafia BBM, Desak Polisi Lakukan Penyelidikan
- account_circle Juita
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 59
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Dugaan praktik penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Majene Sulawesi Barat, Kamis (25/6/2026).
Koordinator Lapangan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Majene, Fahrim, mengatakan mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik mafia BBM yang merugikan masyarakat
“Kelangkaan BBM yang kerap dikeluhkan warga tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa,” ucapnya kepada wartawan Sulbarupdate.id di depan Mako Polres Majene.
Ia menilai perlu adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Sebagai bagian dari elemen mahasiswa, kami meminta aparat kepolisian untuk mengusut secara serius dugaan praktik mafia BBM yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Distribusi BBM harus diawasi secara ketat agar hak masyarakat tidak dirugikan,” ujar Fahrim.
Fahrim mengaku dirinya melihat aktivitas yang menurutnya perlu mendapat perhatian dari pihak berwenang.
Ia menyebut pada waktu subuh terdapat sejumlah orang yang melakukan pengisian BBM menggunakan banyak jeriken di SPBU Lembang.
“Saya melihat secara langsung pada waktu subuh adanya aktivitas pengisian BBM menggunakan banyak jeriken di SPBU Pertamina Lembang. Temuan ini perlu ditelusuri oleh aparat untuk memastikan apakah kegiatan tersebut telah sesuai dengan aturan yang berlaku atau tidak,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum.
Namun, menurutnya, informasi dan temuan di lapangan tersebut cukup menjadi dasar bagi pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan lebih lanjut.
Selain meminta kepolisian bertindak, Fahrim juga mendorong pihak Pertamina dan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi.
Menurutnya, transparansi dan pengawasan yang baik akan membantu mencegah potensi penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat luas.
“Jika memang ada oknum yang terbukti melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi, maka harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Namun jika tidak ditemukan pelanggaran, tentu hal tersebut juga perlu dijelaskan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi,” tambahnya.
PC IMM Majene menilai persoalan distribusi BBM merupakan isu yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak, terutama para nelayan, petani, pelaku usaha kecil, dan pengguna kendaraan yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM di daerah.
Karena itu, Fahrim berharap aparat kepolisian jangan melakukan pembiaran, Pertamina, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola SPBU terkait dugaan aktivitas pengisian BBM menggunakan sejumlah jeriken tersebut.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
