Diduga Mangkrak Proyek Jalan Rp6,3 Miliar, Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa Bakal Duduki Polda Sulbar
- account_circle Ancha
- calendar_month Kam, 11 Jun 2026
- visibility 158
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Aliansi yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa menyatakan sikap tegas untuk mengawal dugaan kasus korupsi infrastruktur di Kabupaten Mamasa.
Melalui pamflet aksi yang beredar luas, massa berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat pada hari Senin mendatang.
Aksi ini dipicu oleh adanya indikasi kuat mangkraknya proyek pembangunan jalan Uhailanu dan Ralleanak. Proyek yang menelan anggaran fantastis hingga Rp6,3 miliar tersebut dinilai tidak berjalan semestinya dan berpotensi merugikan keuangan negara.
Aktivis Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa, Riskul, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus kemarahan pemuda atas asas pemanfaatan uang rakyat yang dinilai tidak transparan dan akuntabel.
“Uang rakyat bukan untuk dipermainkan. Kami melihat ada ketidakberesan yang nyata dalam proyek jalan Uhailanu dan Ralleanak ini. Anggaran miliaran rupiah sudah digelontorkan, namun kondisi di lapangan justru memperlihatkan proyek yang mangkrak dan terbengkalai. Oleh karena itu, kami membawa tuntutan ini langsung ke penegak hukum di Polda Sulbar,” ujar Riskul saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Lebih lanjut, Riskul menjelaskan ada tiga tuntutan utama yang akan mereka suarakan dalam aksi unjuk rasa di Polda Sulbar nanti.
Pihaknya mendesak aparat penegak hukum untuk segera memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa yang diduga kuat terlibat dalam proyek jalan Uhailanu dan Ralleanak.
Mereka juga meminta kepolisian memeriksa seluruh pihak ketiga (kontraktor), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang bertanggung jawab atas pembangunan jalan tersebut.
Riskul juga menuntut dilakukannya audit total terhadap seluruh pengelolaan keuangan di tubuh Dinas PUPR Kabupaten Mamasa demi transparansi publik.
Dalam visual pamflet tampak foto kondisi jalan yang masih berupa tanah berbatu dan belum rampung, bersandingan dengan seruan “Usut Tuntas! Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih! Selamatkan Uang Rakyat!”.
Pihaknya menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini sampai tuntas. Mereka berharap Polda Sulawesi Barat dapat bergerak cepat, objektif, dan tanpa pandang bulu dalam menindaklanjuti dugaan penyelewengan anggaran yang menyengsarakan masyarakat Mamasa tersebut.
Hingga berita ini dirilis belum ada pernyataan dari pihak Dinas PUPR Mamasa. Upaya konfirmasi ke Kepala Dinas PUPR Mamasa, Oktavianus Masuang, belum berhasil.(**)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
