Bahas Ini! Prabowo Kumpulkan Pucuk Pimpinan TNI di Istana
- account_circle Ancha
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 143
- comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran pejabat utama Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/1).
Pertemuan ini fokus pada penguatan strategi pertahanan serta evaluasi penugasan militer dalam penanggulangan bencana di daerah.
Hadir dalam pertemuan tersebut Panglima dan Wakil Panglima TNI, Kepala Staf tiga matra (AD, AL, AU), serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Arahan Strategis Panglima Tertinggi
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan pertemuan rutin untuk menjalin komunikasi langsung antara Presiden dengan korps militer.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan arahan khusus terkait posisi keamanan Indonesia di kancah global.
“Presiden menyampaikan beberapa arahannya sebagai Panglima Tertinggi terkait strategi pertahanan dan keamanan, serta rencana geostrategi mendatang,” ujar Teddy melalui keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Sabtu (17/1).
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah tindak lanjut penugasan TNI dalam Satgas Kuala, sebuah satuan tugas yang dibentuk Presiden untuk mempercepat penanggulangan bencana banjir di Sumatra.
Menindaklanjuti perintah tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dilaporkan telah melakukan peninjauan lapangan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, Menhan melakukan pemantauan udara (helicopter view) dan menyusuri sungai menggunakan kapal untuk memetakan titik sedimentasi yang memicu banjir.
“Normalisasi alur sungai diharapkan dapat memulihkan akses transportasi air, aktivitas nelayan, pertanian, serta perdagangan lokal yang selama ini lumpuh akibat pendangkalan,” tulis siaran resmi Kemhan.
Pengerahan Alat Berat dalam Dua Minggu
Dalam rapat koordinasi di Kantor Desa Tangsi Lama, Menhan menegaskan bahwa pengerahan alat berat oleh Satgas Kuala akan dimulai dalam dua minggu ke depan.
Proyek ini akan menyasar normalisasi sungai dan muara Tamiang yang selama ini mengalami pendangkalan hebat.
Program ini dirancang secara terpadu dengan melibatkan Kementerian Pertahanan dan TNI, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur serta Pemerintah Daerah.
Langkah ini mempertegas komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk tidak hanya memberikan bantuan darurat saat bencana, tetapi juga menghadirkan solusi infrastruktur permanen guna memulihkan ekonomi masyarakat di bantaran sungai.(*)
- Penulis: Ancha
