Aroma Busuk Tumpukan Sampah di Selokan Menuju Pasar Sentral Majene Menyengat
- account_circle Juita
- calendar_month Kam, 3 Sep 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Slogan “Majene Mapaccing” yang menggambarkan komitmen terhadap kebersihan Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan.
Pasalnya, kondisi di lapangan masih ditemukan tumpukan sampah yang berserakan dan menumpuk di sepanjang sisi kanan dan kiri selokan menuju kawasan Pasar Sentral Majene.
Pantauan Sulbarupdate.id, sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik di sepanjang jalan dari arah Kelurahan Galung menuju Pasar Sentral Majene, Lingkungan Pakkola Kecamatan Banggae,Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (3/9/2026).
Tumpukan sampah tersebut tidak hanya mengganggu keindahan dan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyebabkan saluran air atau got tersumbat. Kondisi itu membuat aliran air di dalam selokan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Padahal, Pasar Sentral Majene berada di kawasan pusat Kota Majene yang setiap harinya menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat. Kondisi lingkungan yang dipenuhi sampah tentu menjadi perhatian, terutama bagi warga maupun masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Salah seorang tukang ojek yang sehari-hari mangkal di sekitar lokasi, Papa Mita, mengatakan bahwa persoalan tumpukan sampah tersebut bukan baru terjadi. Menurutnya, sampah telah lama menumpuk dan belum mendapatkan penanganan secara maksimal.
“Ini sudah lama sampah menumpuk, tidak pernah dibersihkan,” ujar Papa Mita.
Ia berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan membersihkan tumpukan sampah tersebut.
Menurutnya, selain merusak pemandangan, kondisi selokan yang dipenuhi sampah juga membuat air tidak dapat mengalir dengan lancar.
“Kami berharap pemerintah terkait segera mengangkat sampah ini. Selain merusak pemandangan, air di got juga tidak mengalir,” harapnya.
Kondisi tersebut pun menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai implementasi slogan “Majene Mapaccing” yang selama ini digaungkan sebagai gambaran daerah yang bersih.
Slogan tersebut tentu diharapkan tidak sekadar menjadi semboyan, tetapi juga dapat terlihat melalui kondisi lingkungan di berbagai sudut Kabupaten Majene, khususnya kawasan pusat kota yang menjadi wajah daerah.
Tumpukan sampah di jalur menuju Pasar Sentral Majene menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan penanganan. Selain pengangkutan sampah, pengawasan serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga dinilai penting agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Masyarakat kini menantikan langkah konkret pemerintah dalam menjawab persoalan tersebut, sehingga slogan “Majene Mapaccing” benar-benar dapat tercermin dalam kondisi lingkungan sehari-hari, bukan hanya sebatas slogan.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
