Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Aktivis Kritik Pernyataan Gubernur Sulbar Soal Sarjana Cari Kerja ke Luar Negeri

Aktivis Kritik Pernyataan Gubernur Sulbar Soal Sarjana Cari Kerja ke Luar Negeri

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pernyataan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menyarankan agar para lulusan sarjana di daerah tersebut mencari peluang kerja ke luar negeri menuai kritik tajam.

Aktivis Sulawesi Barat, Akbar, menilai statmen tersebut merupakan bentuk kepasrahan politis sekaligus indikasi kegagalan pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal.

Menurut Akbar, pernyataan Gubernur SDK sangat ironis dan melukai ekspektasi generasi muda Sulbar yang telah menempuh pendidikan tinggi dengan harapan bisa berkontribusi membangun daerahnya sendiri.

“Meminta sarjana kita pergi ke luar negeri untuk mencari kerja itu sama saja dengan pemerintah daerah sedang cuci tangan. Ini adalah pengakuan tidak langsung bahwa Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan SDK gagal menciptakan iklim investasi dan lapangan kerja yang ramah bagi pemuda lokal,” tegas Akbar dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6/2026).

Lebih lanjut, Akbar membeberkan tiga poin krusial mengapa pernyataan orang nomor satu di Sulbar tersebut patut dikritik.

Menurut Akbar, Sulbar saat ini membutuhkan lompatan pembangunan yang hanya bisa digerakkan oleh kaum intelektual muda. Jika para sarjana berbondong-bondong pergi ke luar negeri, Sulbar dikhawatirkan akan kehilangan sumber daya manusia (SDM) terbaiknya untuk membangun daerah sendiri.

Sulbar dikenal kaya akan sektor pertanian, perkebunan (sawit dan kakao), kelautan, hingga potensi pertambangan. Akbar mempertanyakan mengapa kekayaan alam yang melimpah ini tidak mampu dikelola dengan optimal untuk menyerap tenaga kerja lokal setingkat sarjana.

Ia menegaskan bahwa tugas kepala daerah adalah merumuskan kebijakan makro yang membuka keran lapangan kerja domestik, bukan justru menjadi ‘agen penyalur tenaga kerja’ ke luar negeri.

Akbar juga mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri, terutama bagi lulusan baru (fresh graduate), memiliki risiko tinggi jika tidak dibarengi dengan proteksi dan kesiapan sistemik dari pemerintah.

“Sarjana itu dicetak untuk menjadi konseptor dan penggerak pembangunan di daerahnya, bukan diusir secara halus dengan dalih ‘menjemput peluang global’ hanya karena pemda tidak mampu menyediakan lapangan kerja di rumah sendiri,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Akbar mendesak Gubernur SDK dan jajaran Pemprov Sulbar untuk segera mengevaluasi cetak biru (blueprint) ketenagakerjaan di Sulawesi Barat.

Pemprov diminta fokus pada hilirisasi komoditas lokal, mendukung ekosistem startup dan UMKM berbasis digital, serta mempermudah regulasi investasi yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kami butuh solusi konkret di dalam daerah, bukan arahan untuk angkat koper meninggalkan Sulbar,” pungkas Akbar.(**)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Ketua DPRD Mamasa Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026: Mental Juara dan Skuad Seimbang   

    Wakil Ketua DPRD Mamasa Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026: Mental Juara dan Skuad Seimbang  

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, menaruh harapan besar pada Timnas Prancis untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan di kediamannya, Jumat (15/5/2026). Menurut Arwin, alasan utamanya mendukung Prancis adalah karena tim berjuluk Les Bleus itu memiliki mentalitas juara yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi mereka dalam bertanding selama […]

  • Resmob Polresta Mamuju Ringkus Residivis Curanmor di Bawah Umur

    Resmob Polresta Mamuju Ringkus Residivis Curanmor di Bawah Umur

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Resmob Polresta Mamuju kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Seorang remaja berinisial MFR (12) berhasil diamankan petugas setelah nekat menggasak sepeda motor di kawasan Jalan R.E. Martadinata, Kabupaten Mamuju. Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga bernama Ratnawati dengan nomor laporan polisi: LP / B / […]

  • Hardiknas 2026, Bupati Mamasa: Pendidikan Adalah Kunci Utama Membangun Daerah

    Hardiknas 2026, Bupati Mamasa: Pendidikan Adalah Kunci Utama Membangun Daerah

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan penuh khidmat di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Sabtu (2/5/2026). Peringatan yang jatuh setiap tanggal 2 Mei ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Ada yang menarik dalam upacara kali ini, jajaran Forkopimda dan tamu undangan […]

  • SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, secara resmi memperpanjang masa kerja ratusan tenaga kesehatan(Nakes) hingga tahun 2028 mendatang. Berjumlah 368 Nakes berstatus Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi menerima surat keputusan (SK) perpanjangan kontrak di Kantor Bupati Mamuju Tengah, Kamis (7/5/2026). SK itu diserahkan langsung Bupati Mateng, H. Arsal […]

  • Oknum Polisi di Polres Mateng Diduga Aniaya Warga Pasangkayu Gegara Mobil

    Oknum Polisi di Polres Mateng Diduga Aniaya Warga Pasangkayu Gegara Mobil

    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Sulbarupdate.id – Seorang warga Desa Bulubonggu, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh oknum anggota kepolisian. Terduga pelaku berinisial F, yang diketahui bertugas di Polres Mamuju Tengah (Mateng), diduga melakukan aksi kekerasan tersebut pada Senin (19/1/2026) sore. Kronologi Kejadian Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WITA di sebuah lapangan di Desa […]

  • LMND Sulbar Menolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

    LMND Sulbar Menolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

    • 0Komentar

    SULAWESI BARAT – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Barat (Sulbar) dengan tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Wacana ini tidak hanya keliru secara konstitusional, tetapi juga berpotensi mengancam prinsip demokrasi, profesionalisme Polri, serta stabilitas sistem ketatanegaraan Indonesia. Ketua LMD Sulawesi Barat, Ramli mengatakan, dalam Pasal 30 ayat […]

expand_less