Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Aktivis Kritik Pernyataan Gubernur Sulbar Soal Sarjana Cari Kerja ke Luar Negeri

Aktivis Kritik Pernyataan Gubernur Sulbar Soal Sarjana Cari Kerja ke Luar Negeri

  • account_circle Ancha
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pernyataan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menyarankan agar para lulusan sarjana di daerah tersebut mencari peluang kerja ke luar negeri menuai kritik tajam.

Aktivis Sulawesi Barat, Akbar, menilai statmen tersebut merupakan bentuk kepasrahan politis sekaligus indikasi kegagalan pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal.

Menurut Akbar, pernyataan Gubernur SDK sangat ironis dan melukai ekspektasi generasi muda Sulbar yang telah menempuh pendidikan tinggi dengan harapan bisa berkontribusi membangun daerahnya sendiri.

“Meminta sarjana kita pergi ke luar negeri untuk mencari kerja itu sama saja dengan pemerintah daerah sedang cuci tangan. Ini adalah pengakuan tidak langsung bahwa Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan SDK gagal menciptakan iklim investasi dan lapangan kerja yang ramah bagi pemuda lokal,” tegas Akbar dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6/2026).

Lebih lanjut, Akbar membeberkan tiga poin krusial mengapa pernyataan orang nomor satu di Sulbar tersebut patut dikritik.

Menurut Akbar, Sulbar saat ini membutuhkan lompatan pembangunan yang hanya bisa digerakkan oleh kaum intelektual muda. Jika para sarjana berbondong-bondong pergi ke luar negeri, Sulbar dikhawatirkan akan kehilangan sumber daya manusia (SDM) terbaiknya untuk membangun daerah sendiri.

Sulbar dikenal kaya akan sektor pertanian, perkebunan (sawit dan kakao), kelautan, hingga potensi pertambangan. Akbar mempertanyakan mengapa kekayaan alam yang melimpah ini tidak mampu dikelola dengan optimal untuk menyerap tenaga kerja lokal setingkat sarjana.

Ia menegaskan bahwa tugas kepala daerah adalah merumuskan kebijakan makro yang membuka keran lapangan kerja domestik, bukan justru menjadi ‘agen penyalur tenaga kerja’ ke luar negeri.

Akbar juga mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri, terutama bagi lulusan baru (fresh graduate), memiliki risiko tinggi jika tidak dibarengi dengan proteksi dan kesiapan sistemik dari pemerintah.

“Sarjana itu dicetak untuk menjadi konseptor dan penggerak pembangunan di daerahnya, bukan diusir secara halus dengan dalih ‘menjemput peluang global’ hanya karena pemda tidak mampu menyediakan lapangan kerja di rumah sendiri,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Akbar mendesak Gubernur SDK dan jajaran Pemprov Sulbar untuk segera mengevaluasi cetak biru (blueprint) ketenagakerjaan di Sulawesi Barat.

Pemprov diminta fokus pada hilirisasi komoditas lokal, mendukung ekosistem startup dan UMKM berbasis digital, serta mempermudah regulasi investasi yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kami butuh solusi konkret di dalam daerah, bukan arahan untuk angkat koper meninggalkan Sulbar,” pungkas Akbar.(**)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minibus Hantam Dua Rumah di Majene, Dua Orang Terluka

    Minibus Hantam Dua Rumah di Majene, Dua Orang Terluka

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  — Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Poros Majene–Mamuju, tepatnya di Lingkungan Passarang, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Minggu dini hari (3/5/2026) sekitar pukul 02.20 WITA. Insiden tersebut melibatkan satu unit minibus Daihatsu Sigra berwarna silver dengan nomor polisi DD 1544 MS. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Fattoni (29), warga Dusun […]

  • Jelang Nataru Polres Mamasa Imbau Warga tak Main Petasan dan Konvoi Kendaraan 

    Jelang Nataru Polres Mamasa Imbau Warga tak Main Petasan dan Konvoi Kendaraan 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Guna memastikan situasi aman dan kondusif jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polres Mamasa keluarkan imbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Imbauan tersebut disampaikan melalui pamflet pada, Minggu 21 Desember 2025. Dalam pamflet itu terdapat empat poin himbauan Polisi jelang Nataru. Hal itu sebagai penekanan dari Polres Mamasa tentang […]

  • SPBU Malunda Terbakar Saat Bongkar BBM, Begini Kronologinya!

    SPBU Malunda Terbakar Saat Bongkar BBM, Begini Kronologinya!

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Malunda di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dilahap si jago merah pada Senin (19/1/2026) malam. Insiden tersebut terjadi saat proses pengisian bahan bakar (bongkar muat) dari truk tangki Pertamina ke tangki penyimpanan bawah tanah (bunker). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WITA ini sempat memicu kepanikan warga […]

  • Bak Berjalan di Sawah, Pasar Tradisional Galung Rantim Dikeluhkan Warga

    Bak Berjalan di Sawah, Pasar Tradisional Galung Rantim Dikeluhkan Warga

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kondisi Pasar Tradisional Galung di Desa Salumokanan, Kecamatan Rantebulahan Timur (Rantim), Kabupaten Mamasa, kian memprihatinkan. Pusat perekonomian warga yang beroperasi setiap hari Rabu tersebut kini menuai keluhan tajam dari masyarakat karena kondisinya yang becek dan dipenuhi tumpukan sampah. Salah seorang warga setempat, Wuxiono, menyayangkan sikap pihak pengelola yang dinilai tutup mata terhadap […]

  • Sambut Tahun Baru 2026 dengan Cara Tak Biasa

    Sambut Tahun Baru 2026 dengan Cara Tak Biasa

    • 0Komentar

    TOPOYO, Sulbarupdate.id – Beragam cara warga di Indonesia sambut pergantian tahun baru Masehi. Hari ini, Rabu, 31 Desember, penghujung tahun 2025. Berbilang jam lagi pergantian tahun terjadi. Dan inilah cara Percasi Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Kumpul bareng keluarga atau komunitas sehari atau detik-detik pergantian tahun, itu hal lumrah terjadi. Untuk memeriahi pergantian tahun dengan […]

  • Jejak Basrizal Koto Taklukkan Nasib, Dari Pinjam Beras Hingga Bangun Imperium

    Jejak Basrizal Koto Taklukkan Nasib, Dari Pinjam Beras Hingga Bangun Imperium

    • 0Komentar

    PADANG, Sulbarupdate.id – Deru mesin Lamborghini dan kilau Richard Mille di pergelangan tangan Basrizal Koto hari ini adalah kontras yang tajam dari masa lalunya yang kelam. Pria yang akrab disapa “Babeh Basko” ini bukan sekadar potret Crazy Rich biasa melainkan ia adalah manifestasi dari keteguhan yang lahir dari rasa lapar. Lahir di Pariaman, Sumatera Barat […]

expand_less