Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Warga Ramai Berburu Takjil di Mamuju Tengah, Pisang Ijo Tetap Primadoana

Warga Ramai Berburu Takjil di Mamuju Tengah, Pisang Ijo Tetap Primadoana

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
  • visibility 353
  • comment 0 komentar

MATENG, Sulbarupdate.id – Berburu menu berbuka puasa atau takjil telah menjadi tradisi tahunan yang tak terpisahkan bagi warga di berbagai daerah selama bulan suci Ramadan.

Di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, sejumlah titik keramaian mulai dipadati warga yang mencari penganan berbuka sejak sore hari.

​Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas jual-beli takjil tersebar di beberapa titik strategis di wilayah Topoyo dan Tobadak.

Area yang menjadi pusat perhatian warga antara lain sekitar Tugu Benteng Tobadak – Kota Terpadu Mandiri (KTM), serta di sepanjang jalur dua Jalan Trans-Sulawesi, Kota Topoyo.

​Namun, dari sekian banyak titik yang ada, kawasan di sekitar Masjid Raya Nurul Hidayah Topoyo—tepatnya di belakang gedung Bank BPD Sulselbar—menjadi lokasi yang paling ramai dikunjungi masyarakat.

​Keberagaman menu menjadi alasan utama warga memilih lokasi ini. Nia (41), salah seorang ibu rumah tangga setempat, mengaku rutin berbelanja di kawasan Masjid Raya karena variasi menu yang ditawarkan sangat lengkap, mulai dari camilan hingga makanan berat.

​”Di sini lengkap, bukan hanya beragam jenis kue dan minuman, tapi juga ada lauk-pauk untuk makan berat,” ujar Nia kepada Sulbarupdate.id, Kamis (19/2/2026).

​Selain karena dekat dengan kediamannya, Nia menilai harga yang dipatok para pedagang masih sangat terjangkau dengan kualitas rasa yang segar.

“Sore ini saya beli onde-onde, bolu pecak, dan pisang ijo. Tapi yang wajib dan tidak boleh ketinggalan itu risol berbagai varian, saya suka sekali,” tambahnya.

Primadona Kuliner Tradisional

​Senada dengan Nia, warga Topoyo lainnya, Ranno (43), memilih lokasi tersebut karena konsistensi para pedagang dalam menyediakan kue-kue tradisional.

Sejak lapak takjil di kawasan tersebut dibuka, ia hampir selalu menyempatkan diri mampir sebelum waktu berbuka.

​”Kue kesukaan saya itu katiri sallak, dan di sini selalu ada. Selain itu saya cari onde-onde, es buah, dan gorengan seperti risol,” ungkap Ranno.

​Kehadiran pasar takjil musiman ini tidak hanya membantu memudahkan warga dalam menyiapkan hidangan berbuka, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM di Mamuju Tengah selama bulan Ramadan.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Mamasa Hadiri Penanaman Padi Serentak di Sindagamanik

    Bupati Mamasa Hadiri Penanaman Padi Serentak di Sindagamanik

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID– Bupati Mamasa Welem Sambolangi menghadiri kegiatan penanaman padi serentak bersama petani di Desa Sindagamanik, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, Rabu 11 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa dalam mendukung peningkatan sektor pertanian dan mendorong swasembada pangan. Dalam kegiatan itu, Bupati Welem turun langsung ke sawah bersama masyarakat […]

  • Harmoni di Balik Manisnya Takjil, Warga Mamasa Antusias Sambut Ramadhan 1447 H

    Harmoni di Balik Manisnya Takjil, Warga Mamasa Antusias Sambut Ramadhan 1447 H

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Gema Ramadhan mulai terasa di Kabupaten Mamasa. Memasuki hari pertama puasa, pusat penjualan takjil di sekitar Masjid Agung Nurul Yaqin langsung diserbu warga Kamis (19/2/2026). Menariknya, perburuan takjil ini tidak hanya diramaikan oleh umat Muslim, tetapi juga menjadi momen kebersamaan bagi warga Nasrani di Mamasa. ​Terpantau sejak pukul 13.00 WITA, para pedagang […]

  • Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

    Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit mendung yang menyelimuti pegunungan Kecamatan Mambi, kesunyian bukan lagi tanda kedamaian melainkan saksi bisu atas sebuah pengkhianatan terhadap hak dasar anak bangsa. Di SDN 014 Saluang, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, lonceng sekolah berbunyi setiap pagi, namun bagi para siswa Muslim di sana, suara itu hanyalah penanda dimulainya […]

  • Bapperida Sulbar Mulai Tahapan Penyusunan RKPD dan Renja-PD 2027

    Bapperida Sulbar Mulai Tahapan Penyusunan RKPD dan Renja-PD 2027

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat mulai menyiapkan langkah awal dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2027 serta Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) Tahun 2027, yang akan menjadi pedoman penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027. Persiapan tersebut ditandai dengan […]

  • Sampah Menumpuk di Selokan Dekat Kampus Unsulbar

    Sampah Menumpuk di Selokan Dekat Kampus Unsulbar

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id— Tumpukan sampah terlihat memenuhi selokan di Lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (4/9/2026) pagi. Pantauan Sulbarupdate.id, sampah tersebut ditemukan di selokan yang berada tidak jauh dari Rektorat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dan kawasan Jalan Poros Trans Sulawesi. Kondisi tersebut cukup memprihatinkan. Sejumlah sampah plastik, termasuk botol bekas, tampak berserakan […]

  • Dugaan Pelecehan Picu Cekcok di Majene

    Dugaan Pelecehan Picu Cekcok di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Dugaan tindakan tidak pantas terhadap seorang perempuan berusia 21 tahun sempat memicu perselisihan antara dua warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Beruntung, persoalan tersebut berhasil diredam melalui mediasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Banggae, Polres Majene, dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Mediasi berlangsung di Mako Polsek Banggae, Senin (24/8/2026), dan dihadiri Kapolsek […]

expand_less