Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » HMI Komisariat STIKES Majene Kecam Vonis Bebas Oknum Polisi: “Keadilan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas”

HMI Komisariat STIKES Majene Kecam Vonis Bebas Oknum Polisi: “Keadilan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas”

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
  • visibility 729
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIKES Majene melontarkan kecaman keras terhadap putusan majelis hakim dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan tindak pidana yang menyeret seorang oknum anggota Polres Majene hingga berujung pada vonis bebas.

Putusan tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan masyarakat karena dinilai mencederai rasa keadilan publik.

Ketua HMI Komisariat STIKES Majene Perdy, menilai bahwa putusan bebas terhadap oknum aparat kepolisian tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, terlebih perkara itu berkaitan dengan hilangnya nyawa seseorang.

Menurutnya, penegakan hukum seharusnya berdiri di atas prinsip keadilan tanpa memandang status ataupun profesi pelaku.

“Hukum jangan sampai terlihat tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Ketika rakyat kecil berhadapan dengan hukum, prosesnya begitu cepat dan berat.

Namun ketika aparat yang terlibat, justru muncul putusan yang membuat masyarakat kecewa,” tegasnya dalam pernyataan kepada awak media, Senin (18/5/2026).

HMI Komisariat STIKES Majene juga menyoroti perbedaan mencolok antara perkara oknum polisi tersebut dengan kasus seorang oknum kepala desa di Kabupaten Majene pada tahun 2024 lalu.

Dalam kasus kepala desa itu, terdakwa dijatuhi hukuman 13 tahun penjara oleh pengadilan.

Menurut HMI, jika melihat kronologi serta jalur cerita kedua perkara tersebut, terdapat kemiripan yang menjadi perhatian publik.

Kedua kasus sama-sama bermula dari kedatangan seseorang ke kediaman pelaku yang kemudian berujung pada hilangnya nyawa korban. Namun hasil akhir persidangan justru sangat berbeda.

“Ini yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat. Mengapa dua kasus yang dinilai memiliki kemiripan dalam kronologi justru menghasilkan putusan yang sangat jauh berbeda? Publik tentu menilai ada ketimpangan dalam proses penegakan hukum,” lanjut pernyataan tersebut.

HMI Komisariat STIKES Majene menilai bahwa hakim dan JPU harus mampu memberikan rasa keadilan yang utuh kepada masyarakat.

Putusan pengadilan bukan hanya berbicara soal aspek hukum formal, namun juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Mereka khawatir putusan bebas tersebut dapat memunculkan persepsi negatif bahwa hukum masih berpihak kepada kelompok tertentu.

Jika kondisi seperti ini terus terjadi, maka kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan dapat mengalami penurunan drastis.

Selain itu, HMI meminta agar lembaga pengawas internal maupun eksternal melakukan evaluasi terhadap proses penanganan perkara tersebut.

Mereka juga mendesak institusi kejaksaan dan pengadilan memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait dasar pertimbangan hukum hingga keluarnya vonis bebas.

“Kami meminta adanya transparansi. Jangan sampai masyarakat dibiarkan bertanya-tanya tanpa penjelasan yang jelas. Putusan pengadilan harus mampu menjawab rasa keadilan publik,” ujar Perdy.

Tidak hanya itu, HMI Komisariat STIKES Majene juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan untuk terus mengawal jalannya penegakan hukum di Kabupaten Majene.

Mereka menilai kontrol publik sangat penting agar supremasi hukum benar-benar berjalan secara adil dan independen.

Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap putusan tersebut kini mulai ramai diperbincangkan di berbagai ruang publik dan media sosial.

Banyak pihak berharap agar penegakan hukum di Indonesia benar-benar mampu menghadirkan keadilan tanpa diskriminasi.

Perdy menegaskan bahwa kritik yang mereka sampaikan bukan bentuk intervensi terhadap lembaga peradilan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa sebagai sosial kontrol terhadap jalannya hukum di tengah masyarakat.

“Mahasiswa akan terus berdiri bersama rakyat dan mengawal setiap bentuk ketidakadilan. Kami berharap hukum di negeri ini benar-benar menjadi panglima tanpa pandang bulu,” tutup
Perdy.(***)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagal Bobol Rumah di Mamasa, Pelaku Kabur Usai Dipergoki Pemilik

    Gagal Bobol Rumah di Mamasa, Pelaku Kabur Usai Dipergoki Pemilik

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Aksi dugaan pencurian menyasar sebuah rumah milik Nur Aulia di Desa Buntubuda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, pada Sabtu (28/3/2026) malam. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan setelah pemilik rumah memergoki pelaku yang tengah beraksi. Kejadian bermula saat korban baru saja kembali dari berbelanja di pusat kota Mamasa. Setibanya di rumah, ia terkejut mendapati […]

  • Akibat Lakalantas di Jembatan Mambi, Satu Orang Tewas dan Sejumlah Korban Luka-luka 

    Akibat Lakalantas di Jembatan Mambi, Satu Orang Tewas dan Sejumlah Korban Luka-luka 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Daihatsu Gran Max dan truk Dino terjadi di Jembatan Sungai Mambi, Kabupaten Mamasa, mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Diketahui Kecelakaan maut itu terjadi tepatnya di pertigaan menuju Talippuki, Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Kapolsek Mambi, Ipda Riswandi, […]

  • Basuki Hadimuljono: Dari Panglima Infrastruktur Menjadi Ujung Tombak Masa Depan IKN

    Basuki Hadimuljono: Dari Panglima Infrastruktur Menjadi Ujung Tombak Masa Depan IKN

    • 0Komentar

    KALTIM, Sulbarupdate.id – Di atas lahan seluas 262.000 hektar di hutan Kalimantan Timur, sebuah peradaban baru tengah dibangun. Di tengah deru mesin dan pembangunan struktur beton yang masif, sosok Mochamad Basuki Hadimuljono kini memegang kendali penuh atas visi besar Indonesia masa depan tersebut. Setelah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selama dua […]

  • Sosialisasi LPPD Digelar, Disdikbud Sulbar Komitmen Tingkatkan Kualitas Data dan Kinerja

    Sosialisasi LPPD Digelar, Disdikbud Sulbar Komitmen Tingkatkan Kualitas Data dan Kinerja

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Nehru Sagena, menghadiri kegiatan Sosialisasi Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2026 terhadap LPPD Tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Theater Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 24 Februari 2026. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keseragaman penyusunan […]

  • Staf Kepresidenan Tinjau Progres RSUD Kondosapata, Ditarget Rampung Desember

    Staf Kepresidenan Tinjau Progres RSUD Kondosapata, Ditarget Rampung Desember

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Tim Staf Kepresidenan Republik Indonesia meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata di Kabupaten Mamasa, Jumat (11/9/2026). Kunjungan dipimpin Steven Pratama selaku perwakilan Staf Kepresidenan. Rombongan diterima Bupati Mamasa dan didampingi Sekretaris Daerah, Direktur RSUD Kondosapata, Kepala Dinas Kesehatan, tim pelaksana pembangunan, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Peninjauan tersebut dilakukan […]

  • Bupati Mamasa Tinjau Tiga Lokasi Bencana, Pastikan Bantuan Darurat Tersalurkan

    Bupati Mamasa Tinjau Tiga Lokasi Bencana, Pastikan Bantuan Darurat Tersalurkan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah yang menimpa warga, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melakukan peninjauan langsung di tiga titik lokasi bencana pada Jumat (30/01/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa, Adel Welem Sambolangi, serta sejumlah pejabat lintas instansi. Pemerintah daerah tidak datang dengan tangan kosong. Bersama Badan Penanggulangan […]

expand_less