Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » TPA Salurano Kian Memanas, 2 Aktivis Ditahan Polisi Tanpa Sebab? Begini Penjelasan Kapolres Mamasa

TPA Salurano Kian Memanas, 2 Aktivis Ditahan Polisi Tanpa Sebab? Begini Penjelasan Kapolres Mamasa

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
  • visibility 323
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Aktivis asal Desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Taufik Rama Wijaya dan rekannya Rein Mesakaraeng, mengaku ditahan Polres Mamasa tanpa sebab.

Keduanya merupakan aktivis yang tengah berjuang dalam aksi penolakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada di Salurano, Malabo.

Kepada Sulbarupdate.id, Rama mangaku, saat ini dirinya ditahan di Polres Mamasa tanpa ia ketahui dasar hukum hingga ia ditahan tanpa sebab.

“Kami ini, cuma melakukan aksi penolakan aktifitas TPA Salurano bersama masyarakat tapi kami ditahan dan di bawah ke Polres Mamasa, ” Ujar Rama kepada Sulbarupdate.id, Jumat (24/7/2026).

Rama juga mengatakan, pihak kepolisian Polres Mamasa juga melakukan tindakan represif terhadap dua warga lainnnya di lokasi akai (TPA Salurano). 

“Ada warga kami yang sampai terluka, bahkan sampai berdarah tangannya, ” Jelas Rama.

Ia mengaku, meski dirinya ditahan oleh pihak kepolisian, penolakan terhadap TPA Salurano akan tetap dilanjutkan.

Kapolres Mamasa, AKBP Ariantoni, saat dikonfirmasi awak media di Salurano, Desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Jumat (24/7/2026). Foto/Antyka.

Dikonfirmasi Kapolres Mamasa, AKBP Ariantoni, membantah adanya informasi soal tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian.

“Tidak ada tindakan represif,” Singkat Ariantoni via pesan Whatsapp petang ini.

Ariantoni menjelaskan, pihak Polres Mamasa sempat amankan bebepa orang di lokasi aksi lantaran membawa senjata tajam (Sajam).

“Kami sempat aman kan beberapa orang karena mereka membawa sajam dan bensin yang bisa digunakan untuk melakukan tindak kekerasan, ” Jelas Kapolres.

Sementara soal pengamanan dua aktivis terdebut kata Ariantoni, dilakukan lantaran menutup akses ke TPA.

“Kami melakukan pengamanan karena masyarakat menutup akses ke lokasi TPA. Di mana itu adalah lokasi Pemda yang telah mendapatkan ijin yang lengkap melalu SK Gubernur untuk jadikan sebagai Tempat Pengelolaan Akhir, ” Jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kepolisian sudah dilakukan secara terukur dan humanis.

“Rama untuk sementara kami minta keterangan sebagai saksi melanggar pasal 256 kuhp melaksanakan unjuk rasa tanpa ijin,” Pungkasnya.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 32 Sekolah di Mateng Jalankan Revitalisasi 2026, Kejari Turun Awasi Pembangunan

    32 Sekolah di Mateng Jalankan Revitalisasi 2026, Kejari Turun Awasi Pembangunan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Sebanyak 32 sekolah di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menjalankan program revitalisasi pada 2026. Program yang mencakup jenjang PAUD, SD, hingga SMP itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Kepala Dinas Pendidikan Mamuju Tengah, Marhuding, mengatakan program revitalisasi tersebut merupakan salah […]

  • 2.232 Penerima Manfaat Nikmati MBG di Sesenapadang 

    2.232 Penerima Manfaat Nikmati MBG di Sesenapadang 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sesenapadang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, salurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kamis (17/9/2026). Jumlah penerima sebanyak 2.232 orang. Jumlah itu terbagi beberapa kategori. Diantaranya perseta didik jenjang PAUD hingga SMA atau SMK, guru dan tenaga kependidikan, serta kelompok B3. Kepala SPPG Sesenapadang, Arianus, mengatakan penyaluran MBG dilakukan […]

  • Murdanil: Pentingnya Penguatan Seluruh Tahapan dalam Penerapan SPM

    Murdanil: Pentingnya Penguatan Seluruh Tahapan dalam Penerapan SPM

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Plt. Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi SulawesiBarat, Murdanil, menegaskan pentingnya penguatan seluruh tahapan dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada aspek pendataan dan perhitungan kebutuhan, sebagaimana hasil Rapat Koordinasi Penerapan SPM Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Biro Pemkesra Kamis (18/12/2025). Murdanil menyampaikan bahwa penerapan SPM tidak […]

  • Ada Apa di Balik Proyek RSUD Satelit Tobadak? Progres Pembangunan Sulit Dikonfirmasi

    Ada Apa di Balik Proyek RSUD Satelit Tobadak? Progres Pembangunan Sulit Dikonfirmasi

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ada yang mengganjal dari proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Tobadak Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Bukan karena pekerjaan konstruksinya, melainkan akses terhadap informasi mengenai progres pembangunan yang justru terasa berjarak ketika sejumlah awak media berupaya melakukan konfirmasi langsung di lokasi proyek, Rabu (9/9/2026) sore. Kedatangan […]

  • Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

    Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah upaya pemerintah mengejar kemajuan, kritik tajam justru menghujam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Sejumlah aktivis menilai pemerintah daerah saat ini terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial dan pesta yang dinilai hanya membuang-buang anggaran. Kritik pedas ini mencuat dalam forum Dialog Mamase bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang digelar di […]

  • Janji Manis Pemda Mamasa di Jembatan ‘Maut’ Kalukku Tak Kunjung Tunai

    Janji Manis Pemda Mamasa di Jembatan ‘Maut’ Kalukku Tak Kunjung Tunai

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Setahun sudah berlalu sejak Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melontarkan janji di ujung Jembatan Gantung Sungai Kalukku. Namun, hingga kini, infrastruktur vital yang menghubungkan warga Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan tersebut tetap dalam kondisi memprihatinkan dan mengancam nyawa. ​Tepat pada 27 Maret 2025 lalu, di hadapan rombongan dan masyarakat setempat, Bupati sempat menegaskan komitmennya […]

expand_less