Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » TPA Salurano Kian Memanas, 2 Aktivis Ditahan Polisi Tanpa Sebab? Begini Penjelasan Kapolres Mamasa

TPA Salurano Kian Memanas, 2 Aktivis Ditahan Polisi Tanpa Sebab? Begini Penjelasan Kapolres Mamasa

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
  • visibility 235
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Aktivis asal Desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Taufik Rama Wijaya dan rekannya Rein Mesakaraeng, mengaku ditahan Polres Mamasa tanpa sebab.

Keduanya merupakan aktivis yang tengah berjuang dalam aksi penolakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada di Salurano, Malabo.

Kepada Sulbarupdate.id, Rama mangaku, saat ini dirinya ditahan di Polres Mamasa tanpa ia ketahui dasar hukum hingga ia ditahan tanpa sebab.

“Kami ini, cuma melakukan aksi penolakan aktifitas TPA Salurano bersama masyarakat tapi kami ditahan dan di bawah ke Polres Mamasa, ” Ujar Rama kepada Sulbarupdate.id, Jumat (24/7/2026).

Rama juga mengatakan, pihak kepolisian Polres Mamasa juga melakukan tindakan represif terhadap dua warga lainnnya di lokasi akai (TPA Salurano). 

“Ada warga kami yang sampai terluka, bahkan sampai berdarah tangannya, ” Jelas Rama.

Ia mengaku, meski dirinya ditahan oleh pihak kepolisian, penolakan terhadap TPA Salurano akan tetap dilanjutkan.

Kapolres Mamasa, AKBP Ariantoni, saat dikonfirmasi awak media di Salurano, Desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Jumat (24/7/2026). Foto/Antyka.

Dikonfirmasi Kapolres Mamasa, AKBP Ariantoni, membantah adanya informasi soal tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian.

“Tidak ada tindakan represif,” Singkat Ariantoni via pesan Whatsapp petang ini.

Ariantoni menjelaskan, pihak Polres Mamasa sempat amankan bebepa orang di lokasi aksi lantaran membawa senjata tajam (Sajam).

“Kami sempat aman kan beberapa orang karena mereka membawa sajam dan bensin yang bisa digunakan untuk melakukan tindak kekerasan, ” Jelas Kapolres.

Sementara soal pengamanan dua aktivis terdebut kata Ariantoni, dilakukan lantaran menutup akses ke TPA.

“Kami melakukan pengamanan karena masyarakat menutup akses ke lokasi TPA. Di mana itu adalah lokasi Pemda yang telah mendapatkan ijin yang lengkap melalu SK Gubernur untuk jadikan sebagai Tempat Pengelolaan Akhir, ” Jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kepolisian sudah dilakukan secara terukur dan humanis.

“Rama untuk sementara kami minta keterangan sebagai saksi melanggar pasal 256 kuhp melaksanakan unjuk rasa tanpa ijin,” Pungkasnya.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id— Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati, bersama Sekprov Sulbar, Junda Maulana, turut mendampingi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam penyerahan penghargaan kepada dua desa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama Sulawesi Barat pada ajang Pemdeskel Award/Lomba […]

  • PMII Komisariat Unsulbar Desak Bupati Majene Audit PDAM Tirta

    PMII Komisariat Unsulbar Desak Bupati Majene Audit PDAM Tirta

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unsulbar menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (19/8/2026) sore. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan kepada Bupati Kabupaten Majene agar segera melakukan audit terhadap pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Majene. […]

  • Wacana Baru MBG: Menkeu Usul Skema Tunai Gantikan Nasi Kotak, Efisiensi atau Risiko?

    Wacana Baru MBG: Menkeu Usul Skema Tunai Gantikan Nasi Kotak, Efisiensi atau Risiko?

    • 0Komentar

    JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar utama pemerintahan baru kini memasuki babak evaluasi krusial. Menteri Keuangan Purbaya secara mengejutkan mengusulkan kepada Presiden agar mekanisme penyaluran program tersebut dirombak total dari penyediaan makanan siap saji menjadi bantuan tunai langsung kepada orang tua siswa. Dalam usulannya, Menkeu Purbaya menekankan bahwa skema pemberian uang […]

  • Sulbar Surplus Puluhan Ribu Ton Beras, SDK Apresiasi Program Pangan Nasional

    Sulbar Surplus Puluhan Ribu Ton Beras, SDK Apresiasi Program Pangan Nasional

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), mengikuti Panen Raya Padi dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring dari Kompleks Perkantoran UPTD Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan panen raya dan pengumuman […]

  • IPMAPUS Sulbar Desak Polda Bongkar Aktor Mafia Migas

    IPMAPUS Sulbar Desak Polda Bongkar Aktor Mafia Migas

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat melontarkan kritik keras terhadap penanganan kasus dugaan mafia migas subsidi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat. Organisasi mahasiswa ini menilai penyidikan terkesan jalan di tempat dan hanya menyentuh pelaku di tingkat lapangan. ​Ketua IPMAPUS Sulbar, Akbar, menyatakan adanya kejanggalan dalam proses hukum yang […]

  • Bupati Mamasa Tinjau Longsor di Tabulahan, Dua Alat Berat Segera Dimobilisasi ke Lokasi

    Bupati Mamasa Tinjau Longsor di Tabulahan, Dua Alat Berat Segera Dimobilisasi ke Lokasi

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menunjukkan respons tanggap dengan meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor yang masif di Desa Periangan, Kecamatan Tabulahan, pada Minggu, 7 Desember 2025. Melihat skala kerusakan dan material longsor yang signifikan, Welem Sambolangi segera menginstruksikan mobilisasi dua unit alat berat guna mempercepat pembersihan material dan pembukaan kembali akses jalan […]

expand_less