Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Bola » Mimpi Besar Como Jadi Nyata: Dari Klub Bangkrut Menuju Panggung Liga Champions

Mimpi Besar Como Jadi Nyata: Dari Klub Bangkrut Menuju Panggung Liga Champions

  • account_circle Amr
  • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
  • visibility 272
  • comment 0 komentar

COMO, SULBARUPDATE.ID – Eropa akhirnya mulai menoleh ke tepian Danau Como. Klub kecil bernama Como 1907 kini menjelma menjadi salah satu kisah paling romantis sekaligus paling ambisius dalam sepak bola modern. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterpurukan, kebangkrutan, dan berkutat di kasta bawah sepak bola Italia, Como kini berhasil menembus gerbang Liga Champions Eropa musim 2026/2027.

Apa yang terjadi pada Como bukan sekadar cerita tentang uang besar. Ini adalah perpaduan antara visi, kesabaran, kecerdasan manajemen, dan keberanian membangun proyek jangka panjang. Klub yang dahulu nyaris hilang dari peta sepak bola Italia kini berdiri sejajar dengan raksasa-raksasa Serie A.

Transformasi Como dimulai sejak diakuisisi oleh Grup Djarum milik keluarga Hartono pada 2019. Saat itu, Como masih berkutat di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia. Banyak pihak memandang investasi tersebut hanya proyek pencitraan bisnis biasa. Namun perlahan, fondasi demi fondasi dibangun dengan serius. Djarum Group tidak datang dengan pendekatan “belanja gila”, melainkan membangun ekosistem klub modern yang sehat secara finansial dan kompetitif secara olahraga.

Keluarga Hartono bukan hanya menyuntik modal. Mereka membawa cara berpikir korporasi modern ke dalam tubuh klub. Infrastruktur dibenahi, jaringan pencarian bakat diperluas, branding klub ditingkatkan, dan Como diposisikan sebagai proyek sepak bola global dengan identitas elegan khas Italia. Nama-nama seperti Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono menjadi aktor utama di balik kebangkitan luar biasa ini.

Namun uang saja tidak cukup. Como membutuhkan otak sepak bola yang memahami identitas permainan modern. Di titik inilah sosok Cesc Fàbregas menjadi pusat revolusi. Awalnya datang sebagai pemain senior pada 2022, Fabregas kemudian berkembang menjadi pemimpin ruang ganti, pemegang saham minoritas klub, hingga akhirnya dipercaya menjadi pelatih kepala.

Fabregas membawa DNA sepak bola yang ia pelajari dari para maestro dunia seperti Arsène Wenger, Pep Guardiola, José Mourinho, hingga Antonio Conte. Ia meracik Como dengan filosofi penguasaan bola modern, pressing progresif, dan transisi cepat yang membuat klub kecil ini mampu menantang tim-tim elit Italia. Di bawah tangannya, Como bukan sekadar tim kaya baru, tetapi tim dengan identitas permainan yang jelas.

Keberhasilan Fabregas semakin terasa luar biasa karena ia mampu membangun ruang ganti yang lapar kemenangan. Como tidak hanya mendatangkan pemain bintang, tetapi pemain yang cocok dengan filosofi permainan. Beberapa nama seperti Nico Paz, Álvaro Morata, Sergi Roberto hingga Jean Butez menjadi bagian penting dalam evolusi skuad ini. Kombinasi pemain muda dan senior membuat Como tampil matang meski usia proyek mereka masih sangat muda.

Di balik layar, ada pula sosok penting seperti Dennis Wise yang membantu membangun arah strategis klub sejak awal era baru Como. Selain itu, presiden klub Mirwan Suwarso menjadi wajah diplomasi dan manajemen modern klub di level internasional. Mereka bekerja membentuk Como bukan hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga brand global yang menjual romantisme Danau Como, gaya hidup Italia, dan sepak bola progresif dalam satu paket.

Perjalanan Como tentu tidak selalu indah. Klub ini pernah bangkrut lebih dari sekali, terlempar ke kompetisi amatir, kehilangan identitas, dan hidup dalam ketidakpastian finansial selama bertahun-tahun. Tetapi justru luka sejarah itulah yang membuat kebangkitan mereka terasa emosional. Dari Serie D menuju Serie A, lalu kini ke Liga Champions, Como seperti menulis ulang takdir mereka sendiri.

Keberhasilan Como juga mulai memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola Eropa. Sebagian memuji mereka sebagai proyek modern yang dikelola cerdas, sementara sebagian lain menyebut Como sebagai “klub kaya baru” yang tumbuh cepat karena dukungan miliarder Indonesia. Diskusi di komunitas sepak bola internasional menunjukkan bahwa Como kini benar-benar diperhitungkan sebagai kekuatan baru Italia.

Tetapi satu hal yang sulit dibantah adalah kecerdasan mereka dalam menggunakan uang. Banyak klub kaya gagal karena membangun tanpa arah. Como justru bergerak bertahap, disiplin, dan penuh perhitungan. Mereka tidak sekadar membeli nama besar, tetapi membangun struktur klub yang sehat dari bawah hingga atas.

Kini masa depan Como terlihat sangat menjanjikan. Dengan dukungan finansial kuat, pelatih muda visioner, jaringan global, dan daya tarik kota Como sendiri, klub ini berpotensi menjadi kekuatan permanen Serie A dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Bahkan bukan mustahil mereka akan menjadi pesaing serius perebutan Scudetto dan rutin tampil di Liga Champions.

Pertanyaan terbesar saat ini bukan lagi apakah Como mampu bertahan di papan atas, tetapi seberapa jauh mereka bisa melangkah. Dan jika proyek ini terus dijaga dengan kesabaran dan visi seperti sekarang, maka Como 1907 bisa menjadi salah satu kisah revolusi sepak bola terbesar yang pernah lahir dari Italia modern.

Di tengah dominasi klub-klub mapan seperti Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, keberhasilan Como 1907 menjadi simbol bahwa sepak bola modern masih memberi ruang bagi mimpi dan revolusi baru. Como hadir bukan dengan sejarah trofi besar seperti para rivalnya, melainkan dengan keberanian membangun identitas baru yang segar, modern, dan progresif. Mereka menjadi bukti bahwa klub kecil dengan manajemen yang tepat dapat mengubah peta persaingan sepak bola Eropa.

Kesuksesan Como juga membawa kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern sepak bola Eropa, pengaruh pemilik asal Indonesia benar-benar terasa di level elite kompetisi antarklub Eropa. Grup Djarum tidak hanya dikenal sebagai kekuatan bisnis Asia, tetapi kini mulai diperhitungkan dalam industri sepak bola global. Banyak pengamat menyebut proyek Como sebagai contoh investasi olahraga Asia paling sukses di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Selain kekuatan finansial, Como juga mulai dikenal sebagai klub yang memiliki visi pengembangan pemain muda. Akademi mereka mulai dibangun serius untuk menjadi pusat pembinaan talenta internasional. Filosofi ini sangat sejalan dengan pendekatan Cesc Fàbregas yang dikenal menyukai sepak bola berbasis teknik, kreativitas, dan keberanian pemain muda. Dalam beberapa musim ke depan, Como diprediksi akan menjadi destinasi baru bagi talenta-talenta muda Eropa yang ingin berkembang di bawah sistem modern.

Atmosfer romantis Kota Como juga menjadi kekuatan tersendiri bagi klub ini. Stadion kecil mereka di tepian Danau Como kini berubah menjadi simbol kebangkitan sepak bola Italia yang elegan dan eksklusif. Banyak media Eropa mulai menyebut Como sebagai “klub paling glamor” di Serie A karena perpaduan antara sepak bola, wisata, budaya, dan gaya hidup mewah khas Italia Utara. Faktor ini membuat Como memiliki daya tarik komersial yang sangat besar di masa depan.

Kini publik menunggu langkah besar berikutnya dari Como. Apakah mereka hanya akan menjadi kejutan sesaat, atau benar-benar menjelma menjadi dinasti baru sepak bola Italia? Yang pasti, perjalanan mereka sudah menorehkan sejarah. Dari klub yang pernah tenggelam dalam kebangkrutan hingga kini berdiri di panggung UEFA Champions League, Como telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang paling tidak diduga.(*)

  • Penulis: Amr
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PGPM Kecewa DPRD Mamuju Belum Merespons Permohonan RDP, Siap Turun ke Jalan

    PGPM Kecewa DPRD Mamuju Belum Merespons Permohonan RDP, Siap Turun ke Jalan

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id  – Persatuan Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamuju (PGPM) menyatakan kekecewaan mendalam terhadap DPRD Kabupaten Mamuju yang hingga kini dinilai belum memberikan kejelasan atas surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah diajukan organisasi tersebut. Menurut Andi Anwar, hampir satu bulan sejak surat resmi disampaikan, belum ada konfirmasi maupun jadwal pelaksanaan RDP dari DPRD Kabupaten […]

  • SMSI Mamuju Tengah Umumkan 6 Dewan Penasehat dari Berbagai Unsur

    SMSI Mamuju Tengah Umumkan 6 Dewan Penasehat dari Berbagai Unsur

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, mengumumkan enam nama yang masuk dalam susunan Dewan Penasehat organisasi. Mereka berasal dari unsur pemerintah daerah, legislatif, kepolisian, tokoh masyarakat, serta kalangan pengusaha dan media. Pengumuman tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua SMSI Mamuju Tengah, Sandi Anugrah, Senin (12/10/2026). Enam nama […]

  • Bupati dan Wakil Bupati Mamasa Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat 2026 di Sentul

    Bupati dan Wakil Bupati Mamasa Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat 2026 di Sentul

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Acara strategis ini diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ini dihadiri oleh jajaran […]

  • Diduga Tak Berizin, Operasional THM ‘Vegas’ di Mamuju Tengah Tuai Sorotan

    Diduga Tak Berizin, Operasional THM ‘Vegas’ di Mamuju Tengah Tuai Sorotan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) bernama Vegas yang berlokasi di Talluanggalo, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, tempat hiburan tersebut diduga kuat beroperasi tanpa mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah setempat. ​Sementara merujuk pada Pasal 115 UU No. 28 Tahun 2009 (yang kini telah disesuaikan […]

  • Seorang Montir di Makassar Tewas Tersengat Listrik

    Seorang Montir di Makassar Tewas Tersengat Listrik

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Insiden maut menimpa seorang pekerja di Jalan Bung Permai, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Jumat (30/1/2026) siang. Korban bernama Djufri (43), seorang montir bengkel, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat sedang mengecat atap sebuah indekos. Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf mengatakan, peristiwa bermula ketika korban bersama rekannya, […]

  • Alumni Unsulbar Dorong Pembukaan Prodi Teknik Pertambangan dan Teknik Mesin

    Alumni Unsulbar Dorong Pembukaan Prodi Teknik Pertambangan dan Teknik Mesin

    • 0Komentar

    MAJENE, SULBARUPUDATE.ID – Alumni Jurusan Hukum angkatan 2015 Universitas Sulawesi Barat, Arwin Rahman, mendorong pihak kampus agar segera membuka program studi baru, khususnya Teknik Pertambangan dan Teknik Mesin, sebagai bentuk respon terhadap tantangan pembangunan dan kebutuhan sumber daya manusia di Sulawesi Barat. Menurut Arwin Rahman, keberadaan dua jurusan tersebut sangat penting untuk menjawab kebutuhan daerah […]

expand_less