Stok Bio Solar Habis di SPBU Babana, Antrean Kendaraan Sempat Mengular
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Ming, 13 Sep 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Babana, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, dilaporkan habis pada Minggu (13/9/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan pengguna Solar sempat terjadi dalam dua hari terakhir. Pihak SPBU menyebut persediaan Bio Solar yang diterima dari Pertamina belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat.
Pengawas SPBU Babana, Kasriadi, mengatakan pasokan Bio Solar yang diterima pihaknya masih terbatas, yakni sekitar 8 ton setiap kali pengiriman.
“Kalau jenis Solar memang biasa terjadi antrean, karena jenis ini cepat habis. Jatah kami masuk dari Pertamina tiap pengisian itu hanya 8 ton,” ujar Kasriadi saat ditemui Sulbarupdate.id, Minggu (13/9/2026).
Menurut Kasriadi, SPBU Babana memperoleh pasokan Bio Solar sekitar tiga hingga empat kali dalam sepekan. Namun, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan pengguna Solar, sehingga stok cepat habis.
“Stok Bio Solar hari ini hanya tinggal stok emergency, semalam telah habis,” ungkapnya.
Ia mengatakan kondisi keterbatasan pasokan tersebut menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan pengguna Solar terjadi. Ketika pasokan tiba, stok relatif cepat terserap oleh tingginya permintaan.
Kasriadi berharap Pertamina bersama BPH Migas dapat mempertimbangkan penambahan kuota Bio Solar untuk SPBU Babana. Menurutnya, kuota 8 ton dalam setiap pengisian belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami mudah-mudahan ke depan Pertamina dan BPH Migas dapat memberikan penambahan kuota menjadi 16 ton. Karena kalau hanya 8 ton, kami tidak mampu melayani permintaan Solar,” katanya.
Sementara itu, pantauan Sulbarupdate.id pada Minggu pagi hingga pukul 10.00 Wita, antrean panjang tidak terlihat pada pengisian Pertalite maupun Pertamax. Aktivitas pelayanan kedua jenis BBM tersebut berlangsung relatif normal.
Kasriadi menyebut kondisi tersebut turut didukung enam nosel yang masih berfungsi dengan baik.
“Alhamdulillah, untuk Pertamax dan Pertalite masih berjalan normal, jarang terjadi antrean yang panjang,” ujarnya.
Dengan demikian, persoalan utama di SPBU Babana saat ini berada pada ketersediaan Bio Solar yang terbatas, sementara kebutuhan masyarakat terhadap BBM jenis tersebut masih cukup tinggi.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Hamsah
