Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Standar Baru Proses Seleksi Jabatan Publik

Standar Baru Proses Seleksi Jabatan Publik

  • account_circle SDK & Tim
  • calendar_month Rab, 17 Des 2025
  • visibility 692
  • comment 0 komentar

Oleh: Suhardi Duka

Sulbarupdate.id – Seperti yang sering disuarakan oleh Pak Wakil Gubernur, Salim S Mengga. Bahwa daerah ini sangat membutuhkan sosok pejabat yang tak sekadar punya kualifikasi dan kompetensi profesional. Jauh lebih mendesak untuk saat ini, kita membutuhkan figur dengan rentang moral yang juga baik.

Bukan berarti kualitas serta kemampuan individu tak penting, tapi bagi saya, sama seperti agama yang akhlak dulu baru belajar ilmu. Di dunia birokrasi pun seperti itu, mental dulu baru kita bicara kompetensi.

Penataan birokrasi memang telah digenjot di fase awal masa jabatan saya dan Pak Salim. Dari menginisiasi perampingingan perangkat daerah, hingga penempatan para pejabat di pos-pos jabatan tertentu.

Tentu saja dampaknya belum dapat diukur hari ini. Tapi, satu yang pasti, di tengah beratnya tantangan yang dihadapi, reformasi birokrasi adalah satu dari sekian prioritas di masa kepemimpinan kami berdua.

Bagi saya, mindset birokrasi kita memang masih perlu didudukkan ke titik yang semestinya. Sebab suka atau tidak, laju mesin birokrasi belum sampai pada fase seperti yang diharapkan. Seperti sebuah anomali, sebab jika melihat standar administratif dari para birokrat di Sulawesi Barat, sebagian besar dari jabatan-jabatan strategis itu telah diisi oleh mereka yang menggendong gelar akademik cukup mentereng.

Visi Sulawesi Barat maju dan sejahtera sebagai titik yang hendak kita tuju, termasuk termasuk poin-poin pengimplementasian-nya, wajib dijadikan nafas utama dalam setiap gerak birokrasi di Sulawesi Barat. Bukan hanya sebatas didukung, mesin birokrasi wajib hukumnya untuk menjalankannya secara kongkret.

Sebab diksi ‘mendukung visi misi’, menurut saya menyimpan makna seolah-olah roda birokrasi dengan visi yang hendak dituju tak bergerak secara simultan.

Mari sejenak kita introspeksi diri. Jika hanya bekerja sesuai dengan aturan. Mau hasilnya bagus, atau tidak, pokoknya bekerja sesuai dengan aturan. Tak memikirkan untuk bagaimana memperbaiki aturan. Tak membangun budaya kinerja secara rapi. Berorientasi hasil, manfaat belum. Masih output, outcome belum.

Jika masih seperti itu, berarti memang benar, ada yang keliru dari mindset birokrasi kita.

Semakin beratnya tantangan zaman ditambah problematika hidup di tengah masyarakat yang juga kian kompleks, mesin birokrasi dituntut untuk mampu menghadirkan nilai lebih pada setiap pelayanannya. Bukan sekadar bekerja sesuai aturan atau sebatas mengugurkan kewajiban saja.

Angin digitalisasi yang semakin kencang mau tak mau mesti jadi salah satu instrumen dalam mempermudah kinerja birokrasi. Fasiltas itu hendaknya jadi salah satu piranti utama dalam menciptakan value pada setiap gerak birokrasi kita.

Jika mindset bekerjanya hanya sekadar formalitas belaka, lantas apa yang membedakan aparatur kita dengan kecanggihan teknologi hari ini ?. Boleh jadi, piranti digital itu jauh lebih hebat ketimbang deretan aparatur kita.

Apa yang disampaikan Pak Salim di atas, bagi saya punya makna yang sangat mendalam. Saya duga keras beliau hendak mengatakan bahwa kecanggihan teknologi hari ini mesti tetap dalam kendali manusia. Unsur ‘rasa’ manusia (dengan mental yang baik) harus hadir dalam setiap derap langkah birokrasi kita. Manusia-lah yang menghadirkan value, bukan deretan piranti digital itu.

Proses seleksi terbuka untuk pos jabatan tertinggi di 12 OPD yang saat ini masih bergulir menyisakan 36 nama calon. Sebagai wujud penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi, saya menginisiasi untuk proses wawancara kepada para calon dilakukan secara terbuka, disiarkan secara langsung.

Dengan begitu, publik dapat terlibat secara langsung dalam melakukan evaluasi untuk visi, misi, pengetahuan, dan kemampuan manajerial dari calon pejabat. Selain itu publik pun punya ruang yang lega dalam mengawal proses tersebut. Memungkinkan hadirnya pengawasan independen terhadap setiap prosesnya sekaligus memastikan prosesnya berjalan objektif dan juga adil.

Saya, Pak Salim bersama Sekda yang secara langsung mewawancarai para kandidat tersebut. Sebuah langkah baru, satu terobosan untuk menghindari lahirnya praduga sekaligus meminimalisir potensi transaksi politik atau lobi-lobi di balik layar. Secara bersamaan, proses yang dilakukan secara terbuka itu bakal mengurangi ruang gerak untuk praktik koruptif atau nepotisme, sejalan dengan semangat reformasi.

Sekali lagi saya tegaskan, saya, pak Salim ingin bekerja dengan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Membuka proses wawancara itu juga jadi cara yang saya yakini bakal berefek pada lahirnya partisipasi dan pemantauan publik yang tinggi untuk proses tersebut.

Satu standar baru dalam sebuah proses seleksi jabatan publik yang saya yakini mampu merangsang kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab moral dan sosialnya sekaligus upaya untuk membangun kepercayaan publik pada sistem pemerintahan yang saya dan pak Salim usung. (*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Mamasa Minta Tim Penyusun LKPJ 2025 Lakukan Perbaikan Total

    DPRD Mamasa Minta Tim Penyusun LKPJ 2025 Lakukan Perbaikan Total

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa menggelar rapat kerja guna membedah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa Tahun Anggaran 2025. Pertemuan yang diwarnai kritikan terkait validitas data dari DPRD ini berlangsung di Ruang Paripurna DPRD pada Kamis (9/4/2026). ​Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman Tona, […]

  • Tragis, Seorang Warga di Mamuju Tengah Jatuh ke Sungai Budong-Budong

    Tragis, Seorang Warga di Mamuju Tengah Jatuh ke Sungai Budong-Budong

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Peristiwa nahas menimpa seorang warga Desa Babana bernama Adi di aliran Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (30/3/2026). Korban dilaporkan tenggelam setelah terjatuh dari perahu rakit penyeberangan (pincara) sekitar pukul 10.30 WITA. ​Peristiwa bermula saat Adi tengah mengantar mertuanya, Salmia, menyeberangi sungai yang menghubungkan Desa Babana dan Desa Budong-Budong […]

  • Hasil Survei: Kinerja SDK-JSM Baik Dimata Publik

    Hasil Survei: Kinerja SDK-JSM Baik Dimata Publik

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Indonesia Indikator Politik merilis hasil survei tingkat kepuasan Publik terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar serta kepuasan terhadap kinerja Pemerintah, Jumat 19 Desembar 2025. Tingkat kepuasan publik terhadap Dr. Suhardi Duka dan Salim S Mengga berada diangka 70 persen, sementara kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Sulbar hanya diangka 59.3 persen. Angka […]

  • Wabup Mamasa Sebut Jurnalis Mitra Strategis dan Ajang Introspeksi Pemerintah

    Wabup Mamasa Sebut Jurnalis Mitra Strategis dan Ajang Introspeksi Pemerintah

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Jurnalis merupakan mitra strategis sekaligus ajang intropeksi bagi setiap pemerintah. Hal tersebut disampaikan wakil Bupati Mamasa H. Sudirman, saat hadiri pelantikan pengurus Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat di Aula Diknas Mamasa, Kamis 29 Januari 2026. Sudirman menekankan peran krusial pers sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas […]

  • Kebijakan Pemda Mamasa Dinilai Kerap ‘Blunder’, Aktivis: Memalukan dan Perlu Kajian Mendalam

    Kebijakan Pemda Mamasa Dinilai Kerap ‘Blunder’, Aktivis: Memalukan dan Perlu Kajian Mendalam

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kualitas pengambilan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa menuai kritik tajam. Pasalnya, rentetan surat resmi yang dikeluarkan pemerintah dinilai kurang kajian dan cenderung ceroboh, sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Kritik tersebut disampaikan menyusul adanya dua produk hukum Pemda yang dianggap cacat secara substansi. Pertama, terkait pelaksanaan asesmen pejabat Eselon II yang […]

  • Gubernur Sulbar Instruksikan Standarisasi Rujukan Stunting di Seluruh RSUD

    Gubernur Sulbar Instruksikan Standarisasi Rujukan Stunting di Seluruh RSUD

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), secara instruktif memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi untuk segera mereplikasi dan meluncurkan Pos Pelayanan Terpadu Rujukan Stunting di seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada lima kabupaten di Sulbar. Langkah strategis ini diambil guna memacu percepatan penurunan prevalensi stunting di wilayah tersebut. Instruksi tegas ini disampaikan saat […]

expand_less