Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Mulai 2026 Makian Sebut nama Fauna “Anjing” dan “Babi” Dipidana, Ini Penjelasannya!

Mulai 2026 Makian Sebut nama Fauna “Anjing” dan “Babi” Dipidana, Ini Penjelasannya!

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 25 Des 2025
  • visibility 988
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Praktik verbal berupa makian dengan menyebut nama fauna, seperti “anjing” atau “babi”, kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai degradasi etika sosial.

Dilansir dari laman, Wartabanjar.com, menyebut pakar hukum pidana menegaskan bahwa tindakan tersebut memiliki implikasi yuridis yang serius dan dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana penghinaan ringan di bawah payung hukum Indonesia.

Landasan Yuridis dan Degradasi Martabat

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, mengemukakan bahwa segala bentuk diskursus kasar yang bertujuan merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan dapat dijerat dengan Pasal 315 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Menurutnya, atribusi nama binatang kepada seseorang, baik yang diekspresikan melalui verbal, tekstual, maupun gestural, secara doktrinal memenuhi unsur-unsur penghinaan ringan. Tindakan tersebut dinilai mencederai kehormatan personal yang dilindungi oleh konstitusi.

Senada dengan hal tersebut, akademisi hukum dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Muchamad Iksan, menyoroti masa transisi hukum menuju UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional).

Dalam kodifikasi baru yang akan diimplementasikan efektif per 2 Januari 2026, regulasi mengenai penghinaan ringan menjadi kian rigid.

Berdasarkan ketentuan terbaru, subjek hukum yang terbukti melakukan penghinaan ringan terancam pidana penjara paling lama enam bulan atau sanksi denda administratif maksimal kategori II, yakni Rp10 juta.

 

“Norma hukum dalam KUHP baru memberikan batasan definitif mengenai penghinaan ringan, mencakup segala tindakan lisan maupun tertulis yang mereduksi kehormatan individu di ruang publik maupun privat,” ujar Iksan.

Mekanisme Delik Aduan dan Pembuktian

Kendati memiliki ancaman pidana, para ahli menggarisbawahi bahwa perkara ini merupakan delik aduan (klachtdelict).

Prinsip ini bermakna bahwa otoritas penegak hukum hanya memiliki mandat untuk memproses perkara apabila terdapat laporan formal dari pihak yang merasa dirugikan (korban).

Dalam menempuh jalur litigasi, korban diwajibkan menyertakan instrumen bukti yang relevan dan valid, di antaranya:

-Rekaman audio-visual.

-Dokumentasi pesan elektronik atau tangkapan layar (screenshot).

-Kesaksian dari pihak ketiga yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Urgensi Literasi Etika di Era Digital

Melalui kejelasan regulasi ini, masyarakat diharapkan mampu merefleksikan kembali pola komunikasi mereka.

Penegakan hukum ini menjadi pengingat kolektif bahwa retorika yang dianggap remeh dapat bertransformasi menjadi delik hukum yang fatal.

Kebijaksanaan dalam bertutur kata, baik di ruang luring maupun daring, menjadi parameter krusial dalam menjaga harmonisasi sosial dan kepatuhan hukum.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    • 0Komentar

    MAMASA – SMPN 1 Mamasa memanfaatkan momentum Pameran Budaya dalam rangka karnaval Bulan Mamase sebagai sarana edukasi luar ruangan bagi para siswa. Kegiatan kunjungan studi ini dilangsungkan di area Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa Kabupaten Mamasa, Selasa (7/4/2026). ​Kehadiran stan budaya dari 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa menjadi daya tarik utama bagi pihak sekolah untuk memberikan wawasan […]

  • Seorang Perempuan di Majene Melahirkan di Lantai Pusat Pertokoan Hingga Gegerkan Warga

    Seorang Perempuan di Majene Melahirkan di Lantai Pusat Pertokoan Hingga Gegerkan Warga

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Seorang perempuan di Lingkungan Battayang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, gegerkan warga setelah didapati melahirkan di lantai pusat pertokoan, Rabu (1/7/2026). ​Peristiwa tersebut terjadi secara mendadak di area publik, sehingga memicu kepanikan warga dan pedagang di sekitar lokasi kejadian. Melihat kondisi darurat sang ibu yang terbaring di lantai usai melahirkan, masyarakat […]

  • Timnas Austria 2026: Kembalinya Das Team dan Mimpi Besar Generasi Rangnick

    Timnas Austria 2026: Kembalinya Das Team dan Mimpi Besar Generasi Rangnick

    • 0Komentar

    WINA, SULBARUPDATE.id — Setelah penantian hampir tiga dekade, Tim Nasional Austria akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia. Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen bagi Austria, melainkan simbol kebangkitan sebuah negara sepak bola yang selama bertahun-tahun berusaha menemukan kembali identitas dan tempatnya di antara kekuatan utama Eropa. Kini, ketika Das Team kembali tampil di […]

  • Viral! Video Kekerasan Anak di Polman, Polisi Amankan Ayah Kandung

    Viral! Video Kekerasan Anak di Polman, Polisi Amankan Ayah Kandung

    • 1Komentar

    ​POLMAN, Sulbarupdate.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video pendek yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap dua anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar. Menanggapi keresahan masyarakat, jajaran Polsek Wonomulyo bergerak cepat mengamankan terduga pelaku yang merupakan ayah kandung korban. ​Peristiwa yang memicu kecaman netizen ini pertama kali mencuat […]

  • SPPG Sesenapadang Mamasa Salurkan MBG ke Ribuan Penerima Manfaat

    SPPG Sesenapadang Mamasa Salurkan MBG ke Ribuan Penerima Manfaat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan di Kecamatan Sesenapadang (Sespa), Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Rabu (9/9/2026). Kegiatan dilaksanakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sesenapadang yang beralamat di Jalan Poros Desa Orobua, Kecamatan Sesenapadang. Kepala SPPG Sesenapadang, Arianus, mengatakan pelaksanaan program tersebut menyasar ribuan penerima manfaat, mulai dari peserta didik hingga guru […]

  • Kejati Sulbar Disorot Usai Terima 2 Sapi Kurban dari Pemprov, Gabungan LSM Layangkan Mosi Tidak Percaya

    Kejati Sulbar Disorot Usai Terima 2 Sapi Kurban dari Pemprov, Gabungan LSM Layangkan Mosi Tidak Percaya

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Sorotan publik terhadap hubungan antara lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah kembali mencuat di Sulawesi Barat. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar setelah menerima dua ekor sapi kurban dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjelang Hari Raya Idul Adha. Pemberian hewan kurban tersebut memicu beragam tanggapan di tengah masyarakat. […]

expand_less