Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » RHL Rp1,6 Miliar di Mamasa Diduga Gagal, Hanya 30 Persen Tanaman Hidup

RHL Rp1,6 Miliar di Mamasa Diduga Gagal, Hanya 30 Persen Tanaman Hidup

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
  • visibility 548
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Proyek Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tahun anggaran 2023 yang dikelola Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sulawesi Barat di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, kini menuai sorotan tajam.

Program yang menelan anggaran fantastis sekitar Rp1,6 miliar tersebut diduga gagal total dan sarat akan indikasi penyimpangan.

​Berdasarkan pantauan jurnalis di lapangan, tepatnya di Dusun Salulotong pada Rabu (04/02/2026), kondisi tanaman reboisasi tampak memprihatinkan.

Sebagian besar bibit pohon yang ditanam tidak berkembang, bahkan banyak yang sudah mati. Estimasi di lapangan menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman hanya berkisar di angka 30 persen.

​Adapun jenis tanaman yang dialokasikan dalam proyek ini meliputi bibit Alpukat, Suren, dan Kayu Jati. Namun, alih-alih menghijaukan lahan, area RHL tersebut justru terlihat gersang tanpa perawatan yang memadai.

​”Kebanyakan gagal, Pak. Kita bisa lihat sendiri di sini, banyak sekali tanaman yang mati dan tidak tumbuh,” ujar salah seorang warga setempat yang ditemui di lokasi RHL, Rabu siang.

​Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Tawalian Timur, Saulinggi, mengatakan, pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara berkelompok. Ia tidak menampik bahwa persentase keberhasilan tumbuh tanaman memang jauh dari target.

​”Yang mengerjakan adalah kelompok. Silakan tanyakan langsung kepada kelompoknya atau fasilitatornya,” ujar Saulinggi saat dikonfirmasi.

​Terkait efektivitas anggaran, Saulinggi membenarkan nilai proyek tersebut mencapai miliaran rupiah, meski ia mengakui hasilnya tidak optimal.

“Kayaknya memang ada sekian persen saja yang tumbuh, tidak sampai 70 persen. Anggarannya sekitar itu, Rp1,6 miliar,” pungkasnya singkat.

​Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPDAS Sulawesi Barat belum memberikan penjelasan resmi terkait rendahnya tingkat keberhasilan proyek RHL di Tawalian Timur tersebut.

Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pengawasan dan evaluasi anggaran.

​Kegagalan proyek ini memicu desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan audit dan investigasi. Mengingat besarnya anggaran negara yang dikucurkan, patut diduga adanya unsur kelalaian atau praktik korupsi dalam pelaksanaan reboisasi tersebut.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    • 2Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama warga Desa Botteng, Desa Kondo dan Desa Passembuk Kecamatan Mehalaan, melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat di poros Matangga–Keppe, Minggu (22/2/2026). Langkah ini diambil guna memulihkan akses transportasi yang sempat lumpuh total selama sepekan terakhir. ​Jembatan tersebut sebelumnya ambruk total, yang mengakibatkan warga di tiga desa—Desa Kondo, Botteng, […]

  • Modal Rp3 Juta PNM Mekaar, Pelaku UMKM Makassar Sukses Buka Lapangan Kerja

    Modal Rp3 Juta PNM Mekaar, Pelaku UMKM Makassar Sukses Buka Lapangan Kerja

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id — Akses pembiayaan yang tepat terbukti mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.  Hal ini dibuktikan oleh Fennawaty Tanuwijaya, seorang pelaku usaha mikro asal Pa’lambasan, Makassar, Sulawesi Selatan.  Berawal dari keterbatasan modal, kini ia sukses mengembangkan usaha kantinnya sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar setelah bergabung dengan PNM Mekaar. Sebelum mengenal PNM Mekaar, Fennawaty […]

  • Kapolres Mamuju Tengah Salurkan Bansos untuk Anak Yatim di Desa Topoyo

    Kapolres Mamuju Tengah Salurkan Bansos untuk Anak Yatim di Desa Topoyo

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap sesama, Kapolres Mamuju Tengah (Mateng), AKBP Hengky Kristanto Abadi, menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada anak-anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Topoyo, Kamis (18/6/2026). ​Kegiatan mulia ini didampingi langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Topoyo, Briptu Alamsyah Alim. ​Bantuan sosial tersebut menyasar anak-anak yatim piatu yang berada di dua […]

  • BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Masyarakat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite. Keluhan tersebut mencuat setelah terjadinya keributan di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Selasa malam, 1 September 2026. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat yang sehari-hari membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas, termasuk nelayan dan […]

  • Oknum Anggota Polres Majene Ditangkap BNN Sulbar Terkait Kasus Narkoba

    Oknum Anggota Polres Majene Ditangkap BNN Sulbar Terkait Kasus Narkoba

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Barat (BNNP Sulbar) mengamankan seorang anggota Kepolisian Resor (Polres) Majene yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Penangkapan dilakukan langsung oleh pihak BNN Sulbar, Selasa, 16 Desember 2025. Pihak Polres Majene membenarkan adanya pengamanan terhadap salah satu anggotanya. Namun, terkait proses penangkapan dan dugaan keterlibatan sebagai bandar narkoba, […]

  • Aktivis Mamasa Ultimatum Kontraktor RSUD Kondosapata’ Terkait Pemberdayaan Lokal

    Aktivis Mamasa Ultimatum Kontraktor RSUD Kondosapata’ Terkait Pemberdayaan Lokal

    • 0Komentar

    MAMASA, Mamasa – Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ yang merupakan “hadiah” dari Presiden Joko Widodo untuk Kabupaten Mamasa mulai menuai sorotan tajam. Aktivis setempat melayangkan ultimatum keras kepada pemegang proyek agar memprioritaskan pemberdayaan tenaga kerja dan pengusaha lokal selama masa konstruksi. Pasca peletakan batu pertama beberapa waktu lalu, ekspektasi masyarakat terhadap dampak […]

expand_less