Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Menjemput Mandiri di Tanah Tobadak, Asa Baru Pajak Daerah Sulbar

Menjemput Mandiri di Tanah Tobadak, Asa Baru Pajak Daerah Sulbar

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • visibility 229
  • comment 0 komentar

TOBADAK, Sulbarupdate.id – Sebuah simbol kemandirian fiskal daerah resmi berdiri Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Senin 23 Februari 2026.

Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka (SDK), melangkah pasti memotong pita peresmian Kantor UPTD Pelayanan Pajak Kelas A Mateng.

​Langkah ini bukan sekadar urusan birokrasi fisik, melainkan sebuah pernyataan sikap atas keterbatasan sumber daya alam yang kian menipis.

​Kehadiran SDK tidak sendirian. Ia didampingi Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras, serta jajaran pilar penting daerah—mulai dari Sekda Provinsi, Kapolda, Danrem 142/Tatag, hingga Ketua DPRD Provinsi.

Kehadiran para petinggi ini menegaskan bahwa urusan pajak adalah urusan kedaulatan pembangunan yang memerlukan pengawalan lintas sektor.

​Gedung baru yang berdiri megah ini diproyeksikan menjadi pusat layanan yang tidak hanya modern dan representatif, tetapi juga memanusiakan warga yang ingin menunaikan kewajibannya.

“Mudah diakses masyarakat” menjadi kata kunci yang ditekankan gubernur dalam sambutannya.

​Dalam narasinya, SDK mengatakan bahwa infrastruktur yang dinikmati hari ini bukanlah pemberian cuma-cuma dari alam, melainkan buah dari gotong royong melalui pajak.

​”Mengapa kendaraan dipajaki? Karena setiap roda yang berputar melintas di jalan yang pembangunannya menelan biaya besar. Ada hak publik di sana yang harus dirawat melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama (BBN-KB),” ujar SDK dengan lugas.

​Saat ini, napas pembangunan Sulawesi Barat masih bertumpu pada lima pilar utama yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Air Permukaan, ​Pajak Rokok dan Pajak Bahan Bakar.

​Namun, SDK menyadari bahwa mengandalkan sumber konvensional saja tidaklah cukup. Di tengah tren penurunan potensi sumber daya alam, ia menggantungkan harapan pada perluasan kewenangan melalui regulasi baru.

Tujuannya satu agar daerah memiliki ruang gerak lebih luas untuk menggali potensi pendapatan baru demi kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan.

​Peresmian di Tobadak hari ini adalah mercusuar kecil bagi cita-cita besar Sulawesi Barat. Sebuah harapan bahwa dari gedung ini, pundi-pundi pembangunan akan mengalir lebih deras, lebih transparan, dan lebih bermartabat.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menggelar unjuk rasa di halaman Rektorat, Selasa (5/5/2026). Mereka melayangkan rapor merah terhadap birokrasi kampus, menuntut kebebasan akademik hingga fasilitas pendidikan yang dianggap tidak layak. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti lima poin krusial yang dinilai gagal dipenuhi pihak universitas. 1. Kebebasan […]

  • Tingkatkan Daya Tarik Investor, DPMPTSP Sulbar Perkuat Landasan Data untuk Promosi Investasi

    Tingkatkan Daya Tarik Investor, DPMPTSP Sulbar Perkuat Landasan Data untuk Promosi Investasi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Sulawesi Barat (Sulbar) memperkuat sinergi internal melalui koordinasi lintas tim kerja, khususnya dengan Tim Kerja Promosi Penanaman Modal, Jumat, 30 Januari 2026. Koordinasi ini difokuskan pada penyelarasan dan supporting hasil kajian potensi penanaman modal yang akan dipromosikan kepada calon investor. Kegiatan koordinasi lintas tim ini […]

  • Majene Diterjang Angin Kencang, Kantor dan Rumah Warga Rusak

    Majene Diterjang Angin Kencang, Kantor dan Rumah Warga Rusak

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa (6/1/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WITA tersebut mengakibatkan kerusakan pada fasilitas perkantoran, hunian warga, hingga akses jalan di dua kecamatan. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan resmi kerusakan dari BPBD Majene pada Rabu […]

  • Polresta Palu Bekuk Pengedar Narkoba di Tatanga, BB 46 Paket Sabu Disita

    Polresta Palu Bekuk Pengedar Narkoba di Tatanga, BB 46 Paket Sabu Disita

    • 0Komentar

    PALU, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Palu kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Seorang pria berinisial SS (59) berhasil diringkus petugas lantaran diduga kuat menjadi pengedar sabu di wilayah Kecamatan Tatanga, Kota Palu. ​Penangkapan tersebut terjadi di Jalan I Pue Bulu, Kelurahan Tavanjuka, pada Sabtu lalu (14/3/2026) sekitar pukul 13.30 WITA. […]

  • Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

    Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengungkap kekhawatirannya terhadap ancaman krisis fiskal yang membayangi daerah. Hal ini dipicu pemberlakuan Pasal 146 UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen pada tahun 2027. ​Dalam audiensi bersama organisasi kepemudaan (OKP) […]

  • Heboh! Warga Laporkan Sekelompok WNA Berseragam Mirip Militer di Hutan Botteng

    Heboh! Warga Laporkan Sekelompok WNA Berseragam Mirip Militer di Hutan Botteng

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Masyarakat Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dihebohkan dengan laporan aktivitas sekelompok warga negara asing (WNA) yang memasuki kawasan hutan di wilayah Taludu, Botteng Utara, dan Tapalang Barat. Kelompok tersebut dilaporkan mengenakan seragam loreng yang menyerupai pakaian militer negara asing. ​Kabar ini mencuat setelah tokoh masyarakat Sulawesi Barat, H. Damris, mengunggah keresahannya melalui akun […]

expand_less