MASIH SAMA “DISIPLIN”
- account_circle Amr
- calendar_month Sab, 3 Jan 2026
- visibility 299
- comment 0 komentar

Ket. Gambar: Andi Buana Raja bersama kawan-kawan (Dok. Istimewa)
MASIH SAMA “DISIPLIN”
Catatan : Andi Buana Raja
Muda-mudahan saya tidak keliru membuka dengan pilihan kata status “judul” ini.
Sebuah pengertian khas yg saya “jumputkan” di tengah suasana kepenuhan tanpa “kejenuhan”.
Ya ya ya, di sini saya menjemput suasana yang pada dasarnya tersebut benar-benar baru. Betapa tidak, sekian rajutan dalam runtunan banyak peristiwa bersama kawan-kawan alumni Fakultas Teknik Mesin Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Baru dlm suasana ini tanpa kehadiran sahabat sejati Andi Atte yang duluan “pergi”, menyusul kepergian bung Hamdi Cambang (Al-fatihah untuk kedua almarhum) yg telah disiplin menjemput “waktunya pulang” untuk kehidupan berikutnya.
Berikut bahwa saya di sini mengalur “bak air mengalir” yang tak bisa kuurai dengan banyak kata maupum kalimat yang memang tak sepadan, sebab perjumpaan rutin seperti ini memang “bersamanya” tak bisa kunilai dgn materi dan ini kubuktikan dimana saya disiplin memberi tanda kutip atas tiap pilihan kata yang bias rasa, guna mengisi asa yang tak pernah lekang oleh waktu.
Beda latar ilmu, beda profesi, bahkan jarak materil yang memisahkan membuat rutinitas keseharian pasca-alumni juga ikut mengurai perbedaan itu.
Namun kalau sudah bertemu begini, meruntut sekian tema obrolan yg tampak teratur, bermula dari pinggiran waktu, melangkah demi langkah bergeser diantara kisah-kisah dan pertanyaan-pertanyaan yang timbul antar generasi satu sama lain, terhubung hingga ke pusaran waktu ang membuat ikatan ini kian erat “mengait” hubungan yang tidak saja tanda beda generasi, tapi juga tantangan yg dihadapi masing-masing, dengannya dalam pertemuan menjadi “terkonfirmasi” yang membuat makin disiplin melayani tema-tema yang biasa mengejutkan.
Ya ya ya, demikianlah disiplin itu yang diantaranya ada senior Kakanda Andi Yulham yang tergolong pemandu bakat aktivis pada Himpunan Mahasiswa Mesin (FT-UMI) hingga hari ini, semua tetap disiplin.
Lantas, saya bersama AM. Syaefuddin yang juga dikenal sederhana “Udin Samelang” itu satu zaman Senat FT UMI dan BPM FH UMI era 93-95.
Diantara jejalinan waktu dulu dan saat ini laksana perisai yang belum pernah tergores, kukuh menyatu dalam suka dan duka di kala itu dan “menghargai kenangan” di balik hal-hal baru setelahnya, Ini mengukirkan sesuatu yang khas, mengalur dan mendalam.
Ya ya ya, kembali menjadi tetap ”Disiplin”, apalagi kehadiran yang seakan diizin oleh waktu, adalah generasi yang sudah tertambat usia jauh hadir belakangan seolah siap menutup jadwal. mereka yg terakhir yang kami layani dengan cara disiplin mendengar dan sesekali memberi istilah yang cocok dengan isi celotehan generasinya.
Ada yg pulang lebih awal, tapi kami masih di sini hingga larut pukul 03:15 dinihari.
Bahkan, ada juga yang setia mengingatkan dan mengarahkan saya masuk saat masih di parkiran pukul 22:30-an.
Dirwan Dirga, berpisah di situ dan tidak balik-balik lagi. Ya ya ya, saya pun memahami itu juga “Kedisipilanan” yang boleh jadi derajatnya lebih tinggi yang tak terbayang olehku sebelumnya.!
Gugahan 93-95 hingga jelang 2026 (ed.29/12/26).
- Penulis: Amr
- Editor: Amr
- Sumber: Catatan Andi Buana Raja
