Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Lamban Tangani Pencurian TBS Sawit, Ratusan Petani Geruduk Polres Mamuju Tengah

Lamban Tangani Pencurian TBS Sawit, Ratusan Petani Geruduk Polres Mamuju Tengah

  • account_circle Ruli Syamsil
  • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
  • visibility 368
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ratusan petani kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggelar aksi damai di depan Mapolres Mamuju Tengah, Rabu (1/4/2026).

Massa menuntut ketegasan pihak kepolisian dalam mengusut kasus pencurian Tandan Buah Segar (TBS) sawit di wilayah Tobadak yang dinilai jalan di tempat.

​Aksi ini dipicu oleh kekecewaan petani atas laporan kasus pencurian di Blok H64 kawasan perkebunan PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri (WKSM) yang telah bergulir sejak 11 Februari 2026, namun hingga kini belum membuahkan penetapan tersangka.

​Koordinator lapangan, Suryadi, menyayangkan lambatnya respons aparat penegak hukum. Ia menyebutkan bahwa sudah 50 hari berlalu sejak laporan resmi dibuat, namun pelaku penjarahan belum juga diamankan.

​”Kami datang untuk meminta kejelasan. Sudah lama laporan masuk, tapi sampai sekarang belum ada tersangka. Penanganan ini terkesan sangat lamban,” tegas salah satu orator di atas mobil komando.

​Meski sempat memanas dalam orasi, aksi tetap berjalan kondusif. Perwakilan massa akhirnya diterima langsung oleh Kapolres Mamuju Tengah untuk melakukan audiensi di ruang lobi Mapolres.

​Penjelasan Kapolres: Kendala Status Lahan
​Menanggapi tuntutan massa, Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Hengky K. Abadi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.

Ia mengungkapkan bahwa kendala utama dalam kasus ini adalah verifikasi legalitas lahan yang menjadi lokasi pencurian.

​”Kasus ini dilaporkan oleh perwakilan PT WKSM, Ronal Regen. Kami harus memastikan status kepemilikan lahan tersebut terlebih dahulu melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mateng,” ujar Hengky.

​Hengky menambahkan, setelah mendapatkan kepastian bahwa lahan tersebut merupakan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan pada akhir Maret lalu, pihaknya langsung mengambil langkah cepat.

​Kabar baik bagi para petani, kasus ini secara resmi telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan per tanggal 31 Maret 2026.

​”Perkembangannya sudah kami sampaikan kepada pelapor. Saat ini penyidik fokus memperkuat alat bukti agar proses hukum berjalan sesuai prosedur,” pungkas Hengky.

​Usai mendapatkan penjelasan tersebut, massa membubarkan diri dengan tertib. Suryadi menyatakan pihaknya mengapresiasi keterbukaan Kapolres dan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku benar-benar ditangkap.(*)

  • Penulis: Ruli Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ester Tiaga Jabat Kadis Dukcapil Mamasa, Bupati Tekankan Pelayanan Publik Harus Dimaksimalkan

    Ester Tiaga Jabat Kadis Dukcapil Mamasa, Bupati Tekankan Pelayanan Publik Harus Dimaksimalkan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamasa resmi melantik Ester Tiaga sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Kantor Bupati Mamasa, Jl. Poros Mamasa-Polewali, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Jumat (25/9/2026). Pelantikan Ester Tiaga dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mamasa setelah melalui sejumlah tahapan administrasi dan mendapatkan […]

  • Mamasa Fun Run 2026, Pesona Lari di Kota Dingin

    Mamasa Fun Run 2026, Pesona Lari di Kota Dingin

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabut tipis yang menyelimuti sapaan fajar di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi saksi perhelatan Fun Run 2026. Agenda yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah melalui Bulan Mamase II ini bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan sebuah simfoni kesehatan yang berpadu dengan eksotisme alam pegunungan, Sabtu (11/04/2026). ​Sejak pukul 05.00 WITA, area Tribun […]

  • Warga Pertanyakan Validitas Data, Dinsos Majene Diminta Turun Langsung Cek Kondisi Warga

    Warga Pertanyakan Validitas Data, Dinsos Majene Diminta Turun Langsung Cek Kondisi Warga

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga mempertanyakan validitas data penerima bantuan sosial yang dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan. Persoalan mencuat setelah adanya keluhan warga terkait perubahan desil kesejahteraan. Sejumlah warga mengaku kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat, […]

  • Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id— Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati, bersama Sekprov Sulbar, Junda Maulana, turut mendampingi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam penyerahan penghargaan kepada dua desa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama Sulawesi Barat pada ajang Pemdeskel Award/Lomba […]

  • Dua Bulan Kekeringan, Pemkab Mateng Gelar Salat Istisqa

    Dua Bulan Kekeringan, Pemkab Mateng Gelar Salat Istisqa

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggelar salat sunnah Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di halaman Kantor Bupati Mateng, Jalan Aras Tammauni, KTM Tobadak, Kamis (20/8/2026). Salat Istisqa dipimpin Kiyai Muda Ustaz Muhammad Anwar dan diikuti Bupati Mateng Dr. Arsal Aras, Wakil Bupati Dr. Askary Anwar, jajaran […]

  • Dugaan Monopoli Proyek Disdikpora Majene, Aparat Didesak Turun Tangan

    Dugaan Monopoli Proyek Disdikpora Majene, Aparat Didesak Turun Tangan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Dugaan praktik monopoli proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene tahun anggaran 2025 dan dilelang tahun 2025 mulai menjadi sorotan publik. Pegiat hukum, Muh. Falar Anwar, meminta aparat penegak hukum segera melakukan pengusutan terhadap dugaan adanya satu perusahaan yang mendominasi sejumlah paket proyek pembangunan […]

expand_less