Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Wacana Baru MBG: Menkeu Usul Skema Tunai Gantikan Nasi Kotak, Efisiensi atau Risiko?

Wacana Baru MBG: Menkeu Usul Skema Tunai Gantikan Nasi Kotak, Efisiensi atau Risiko?

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • visibility 226
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar utama pemerintahan baru kini memasuki babak evaluasi krusial. Menteri Keuangan Purbaya secara mengejutkan mengusulkan kepada Presiden agar mekanisme penyaluran program tersebut dirombak total dari penyediaan makanan siap saji menjadi bantuan tunai langsung kepada orang tua siswa.

Dalam usulannya, Menkeu Purbaya menekankan bahwa skema pemberian uang tunai sebesar Rp300.000 per bulan melalui rekening orang tua jauh lebih efisien dibandingkan distribusi fisik.

Langkah ini diambil untuk menekan angka food waste atau pemborosan makanan yang sering terjadi akibat menu yang tidak sesuai dengan selera lokal anak di berbagai daerah.

“Skema tunai lebih transparan dalam pengawasan anggaran. Kita bisa menekan potensi korupsi di tingkat vendor pengadaan barang secara drastis,” ujar Purbaya dalam kajiannya.

Selain itu, ia menilai orang tua akan memiliki fleksibilitas dalam menyusun menu gizi spesifik bagi anak mereka, sembari melatih kemandirian pengelolaan keuangan keluarga.

Meskipun menawarkan efisiensi anggaran, usulan ini memicu perdebatan sengit di ruang publik. Pihak yang kontra meragukan efektivitas penggunaan dana tersebut di tingkat rumah tangga.

Beberapa poin kekhawatiran utama yang muncul antara lain:
-Penyalahgunaan Dana: Risiko uang digunakan untuk kebutuhan non-pangan seperti pulsa, rokok, hingga judi online.
-Hilangnya Kontrol Gizi: Tanpa menu standar dari pemerintah, dikhawatirkan fungsi pemenuhan standar nutrisi anak tidak tercapai.
-Pengawasan Lemah: Sulitnya memantau apakah setiap rupiah benar-benar dikonversi menjadi asupan protein bagi siswa.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan kajian mendalam untuk menimbang skema mana yang paling minim risiko. Tantangan terbesarnya adalah menciptakan sistem pengawasan yang ketat jika skema tunai benar-benar diterapkan, guna memastikan dana tidak “menguap” menjadi konsumsi yang tidak produktif.

Jika Presiden menyetujui usulan Menkeu Purbaya, Indonesia akan menyaksikan pergeseran besar dalam strategi perlindungan sosial. Rakyat kini menanti keputusan final yang mampu menjamin kesehatan anak bangsa sekaligus menjaga integritas APBN dari praktik korupsi.(*

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Sulbar Terima LHP BPK Bidang Ketahanan Pangan

    Ketua DPRD Sulbar Terima LHP BPK Bidang Ketahanan Pangan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Amalia Fitri, menerima kunjungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terkait Bidang Ketahanan Pangan. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Ketua DPRD Sulbar, Rabu, 11 Februari 2026. Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Sulbar didampingi Sekretaris DPRD Sulbar Arianto AP., bersama Kepala […]

  • Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, menerima kedatangan Tim dari Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (9/2/2026). Kunjungan ini dalam rangka monitoring terkait Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2025. Pertemuan berlangsung di ruang Kepala BPKAD dan dilanjutkan secara teknis di ruang rapat Bidang Pengelolaan […]

  • Demonstran Desak Mentri Keuangan Copot Kepala KPP Pratama Mamuju Atas Dugaan Pungli

    Demonstran Desak Mentri Keuangan Copot Kepala KPP Pratama Mamuju Atas Dugaan Pungli

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mamuju kembali menjadi sasaran demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa Mamuju (AMM) pada Selasa, 16 Desember 2025. Aksi yang telah memasuki kali keempat ini menuntut penindakan tegas atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) serta pemeriksaan pajak yang dinilai tidak profesional dan tidak berkeadilan terhadap Wajib Pajak (WP) di wilayah […]

  • Dinsos Sulbar Salurkan Bantuan Permakanan, Sandang, dan UEP di Polman

    Dinsos Sulbar Salurkan Bantuan Permakanan, Sandang, dan UEP di Polman

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menegaskan kembali komitmennya dalam memperluas cakupan perlindungan sosial dengan menginisiasi babak lanjutan penyaluran asistensi bagi para penyandang disabilitas. Program strategis ini direalisasikan melalui sinergi kemitraan dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Al Jumrah, yang berlokasi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Program intervensi sosial yang dihelat ini […]

  • Sensus Ekonomi 2026, Arsal Aras: Data Adalah Kompas Pembangunan Daerah

    Sensus Ekonomi 2026, Arsal Aras: Data Adalah Kompas Pembangunan Daerah

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. Arsal Aras, mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha di Bumi Lalla Tassisara untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Arsal menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan fondasi krusial bagi arah pembangunan ekonomi daerah selama sepuluh tahun ke depan. ​Menurut Arsal, […]

  • Memasuki “Bulan Long Weekend”, Gunung Gandang Dewata Mulai Dibanjiri Pendaki

    Memasuki “Bulan Long Weekend”, Gunung Gandang Dewata Mulai Dibanjiri Pendaki

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bulan Mei yang dijuluki sebagai “Bulan Long Weekend” membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata di Kabupaten Mamasa. Objek wisata alam legendaris, Gunung Gandang Dewata, kini mulai diserbu pengunjung yang ingin memanfaatkan deretan hari libur nasional dan cuti bersama. Berdasarkan kalender tahun ini, Mei memang menjadi primadona bagi para pelancong. Kehadiran “Hari Kejepit […]

expand_less