Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Majene dan MUI Gelar Shalat Istisqa
- account_circle Juita
- calendar_month Sen, 14 Sep 2026
- visibility 105
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Majene bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majene melaksanakan shalat Istisqa di lapangan Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Sulawesi Barat, Senin (14/9/2026) pagi.
Pelaksanaan shalat Istisqa tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama kepada Allah SWT agar Kabupaten Majene segera mendapatkan curahan hujan, di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Kegiatan tersebut diikuti Bupati Majene Andi Achmad Syukri, Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani Basharoe, Sekda Ardiansyah, Wakapolres Majene Kompol Andri Aryansyah, Kejari Majene Andi Irfan, Direktur RSUD Majene Rusdi Hamid,
jajaran Pemerintah Kabupaten Majene, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat.
Shalat Istisqa dipimpin oleh H. Ahmad Amin (Kabag Kesra Kab. Majene) kemudian dilanjutkan dengan khutbah yang mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, bertobat, meningkatkan ketakwaan, serta memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Bupati Majene Andi Achmad Syukri mengatakan, pelaksanaan shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi.
“Tjuan shalat Istisqa, kondisi kekeringan, serta harapan agar hujan segera turun,” kata Andi Achmad Syukri.
Menurutnya, persoalan kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Selain berdoa, pemerintah juga terus melakukan langkah-langkah penanganan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Andi Achmad Syukri berharap kepada seluruh masyarakat kabupaten Majene agar tidak sembarang membuang puntung rokok dan melakukan pembakaran.
Sementara itu, Direktur RSUD Majene Rusdi Hamid menyampaikan bahwa kondisi cuaca dan minimnya curah hujan juga perlu menjadi perhatian dari sisi kesehatan masyarakat.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama cuaca panas dan kekeringan berlangsung, terutama dengan mencukupi kebutuhan air, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.
Pelaksanaan shalat Istisqa diharapkan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Majene untuk memperkuat kepedulian sosial, memperbanyak doa dan introspeksi diri, sekaligus meningkatkan semangat gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan.
Selain ikhtiar spiritual, pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat langkah penanganan dampak kekeringan, termasuk memastikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Dengan digelarnya shalat Istisqa ini, masyarakat Majene bersama pemerintah berharap hujan segera turun, sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas warga kembali berjalan dengan normal.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Hamsah
