Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Jembatan Tadisi Mamasa Kembali Berdiri Kokoh, Siswa dan Warga Tak Lagi Bertaruh Nyawa

Jembatan Tadisi Mamasa Kembali Berdiri Kokoh, Siswa dan Warga Tak Lagi Bertaruh Nyawa

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 10 Mei 2026
  • visibility 303
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabar gembira datang dari pedalaman Desa Tadisi, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Jembatan gantung yang sempat menyita perhatian publik akibat insiden ambruknya pada Oktober 2024 lalu, kini telah rampung dibangun kembali dan berdiri dengan gagah.

Berdasarkan pantauan langsung tim Sulbarupdate.id di lokasi pada Minggu (10/5/2026), infrastruktur vital ini tampil dengan wajah baru.

Warna merah putih yang mencolok pada kerangka jembatan seolah menjadi simbol semangat baru bagi warga setempat setelah melewati masa-masa sulit pasca-insiden.

Kondisi jembatan Tadisi Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa pada 2024 lalu usai ambruk. (Dok.istimewa)

Peristiwa pilu pada Jumat (4/10/2024) silam memang membekas dalam ingatan. Kala itu, jembatan gantung yang sudah lapuk tiba-tiba putus, mengakibatkan sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) terjatuh ke dalam aliran sungai yang deras.

Video kejadian tersebut viral dan memicu kritik tajam terhadap ketimpangan infrastruktur di wilayah pelosok Sulawesi Barat.

Namun, pemandangan kontras terlihat hari ini. Tidak ada lagi kabel berkarat atau papan kayu yang rapuh. Jembatan yang baru ini terlihat menggunakan material yang jauh lebih solid dan standar keamanan yang lebih baik.

Kehadiran kembali jembatan ini memberikan rasa lega yang luar biasa bagi masyarakat, terutama para orang tua siswa.

Seorang warga yang melintas mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, jembatan ini bukan sekadar alat penyeberangan, melainkan urat nadi kehidupan bagi Desa Tadisi.

“Dulu kami selalu cemas, apalagi kalau anak-anak berangkat sekolah saat musim hujan. Sekarang, melihat jembatan ini sudah kokoh dan dicat bagus, kami merasa lebih tenang. Ini akses utama kami,” ujarnya.

Selesainya pembangunan Jembatan Tadisi ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus memperhatikan infrastruktur di daerah terpencil lainnya, guna memastikan tidak ada lagi siswa yang harus bertaruh nyawa demi mendapatkan pendidikan.

Kini, puing-puing kepanikan telah berganti menjadi harapan. Jembatan Tadisi tidak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menghubungkan warga dengan masa depan yang lebih aman dan cerah.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tersinggung Bahasa Daerah dan Mabuk, Motif Pria di Mamuju Tengah Tikam 2 Pengunjung Kafe

    Tersinggung Bahasa Daerah dan Mabuk, Motif Pria di Mamuju Tengah Tikam 2 Pengunjung Kafe

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng) akhirnya ungkap motif dan kronologi kasus penikaman yang terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.  Diketahui insiden berdarah ini terjadi di salah satu Caffe di Topoyo, pada Jumat (5/6/2026) lalu.  Akibatnya dua orang pria mengalami luka sabetan senjata tajam. Saat ini, terduga pelaku berinisial H […]

  • Timnas Tunisia 2026: Elang Carthage Datang dengan Pengalaman, Disiplin dan Ambisi Menulis Sejarah Baru Afrika

    Timnas Tunisia 2026: Elang Carthage Datang dengan Pengalaman, Disiplin dan Ambisi Menulis Sejarah Baru Afrika

    • 0Komentar

    TUNIS, SULBARUPDATE.id — Tim Nasional Tunisia memasuki Piala Dunia 2026 dengan semangat yang berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya. Negara Afrika Utara tersebut memang bukan pendatang baru di panggung dunia. Tunisia telah berulang kali tampil di Piala Dunia dan dikenal sebagai salah satu kekuatan paling stabil di benua Afrika. Namun kali ini, atmosfer yang mengiringi perjalanan mereka […]

  • Jaga Estetika Kota, Wabup Mamuju Tengah Larang Pasang Baliho di Pohon

    Jaga Estetika Kota, Wabup Mamuju Tengah Larang Pasang Baliho di Pohon

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Wakil Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Askary, menginstruksikan seluruh warga maupun pihak swasta untuk tidak memasang baliho, spanduk, atau media promosi lainnya dengan cara memaku di pohon maupun di fasilitas umum, khususnya di kawasan perkotaan. ​Langkah ini diambil karena praktik pemasangan alat peraga yang sembarangan dinilai merusak estetika kota dan menghambat pertumbuhan tanaman […]

  • Sebuah Minibus Terguling di Poros Mamuju – Majene, Diduga Sopir Ngantuk

    Sebuah Minibus Terguling di Poros Mamuju – Majene, Diduga Sopir Ngantuk

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Poros Majene-Mamuju, tepatnya di samping Kantor Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Sebuah minibus merek Toyota Rush berwarna silver coklat dengan nomor polisi KT 1537 SR dilaporkan terguling setelah kehilangan kendali. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut melaju dari […]

  • IMM Majene Soroti Dugaan Mafia BBM, Desak Polisi Lakukan Penyelidikan

    IMM Majene Soroti Dugaan Mafia BBM, Desak Polisi Lakukan Penyelidikan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Dugaan praktik penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Majene Sulawesi Barat, Kamis (25/6/2026). Koordinator Lapangan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Majene, Fahrim, mengatakan mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik mafia BBM yang […]

  • Warga Keluhkan Harga Pertalite Tembus Rp.35 Ribu Per Botol di Majene

    Warga Keluhkan Harga Pertalite Tembus Rp.35 Ribu Per Botol di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kurang lebih sebulan permasalah Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat belum tuntas. Kini muncul, sejumlah keluhan warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengeluhkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dijual secara eceran hingga mencapai Rp35 ribu per botol, Minggu (27/9/2026). Kenaikan harga tersebut dikeluhkan warga karena […]

expand_less