Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Polisi » Hamil Anak Kedua, Seorang Wanita di Mamuju Tengah Laporkan Oknum Polisi Gegara ini! 

Hamil Anak Kedua, Seorang Wanita di Mamuju Tengah Laporkan Oknum Polisi Gegara ini! 

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 424
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Seorang wanita berinisial E melaporkan dugaan penelantaran yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Mamuju Tengah (Mateng) berinisial S.

Korban mengaku hingga kini laporannya di kepolisian belum menemui titik terang, padahal dirinya tengah mengandung anak kedua dari hubungan tersebut.

Korban menjelaskan, hubungannya dengan S awalnya didasari janji akan dinikahi secara sah dan dinafkahi sepenuhnya. Namun, seiring berjalannya waktu, janji tersebut tidak kunjung ditepati.

“Saya selalu dijanjikan saja, tapi tidak pernah dipenuhi,” ujar E kepada awak media pada Jumat (23/1/2026).

Kekecewaan E memuncak setelah ia mengetahui bahwa S ternyata telah memiliki istri sah. Hal tersebut baru diketahuinya setelah hubungan pernikahan siri mereka berjalan.

Laporan Mengendap Sejak 2025

Korban mengaku telah melayangkan laporan resmi ke Mapolres Mamuju Tengah sejak tahun 2025 lalu. Namun, EPD merasa pihak kepolisian lamban dalam menangani perkara yang menyeret personelnya sendiri.

“Tahun lalu saya sudah melapor ke Polres Mateng, tapi hingga kini saya belum menerima hasilnya. Saya cuma dijanjikan terus oleh pihak Polres,” keluhnya dengan nada kesal.

Ia pun mempertanyakan integritas Polres Mamuju Tengah dalam mengusut kasus ini. Menurutnya, ketidakjelasan status hukum terhadap S dapat mencederai citra institusi Polri secara keseluruhan.

“Ada apa sebenarnya? Kenapa S tak kunjung diproses? Saya minta tolong masalah ini diangkat karena ditakutkan ada korban lainnya,” pungkas E.

Menanggapi hal itu, Kasi Humas Polres Mateng, IPTU Saldi mengemukakan, kasus tersebut telah di proses sesuai aturan yang ada.

Ia mengaku, terlapor S telah dijatuhi sanksi kode etik dan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Oknum polisi tersebut kata Saldi, telah dijatuhi sanksi putusan kode etik nomor 14 2024 pasal 13 huruf F.

Sehingga lanjut Saldi, sesuai dengan pasal 07 tahun 2022, pasal 31 ayat satu huruf B angka empat, maka pemeriksaan pendahuluan di Propam Polres Mateng, dihentikan lantaran sudah ada perkara dalam putusan yang sama.

“Terlapor sudah dijatuhi hukuman sesuai putusan kode etik pada tanggal 19 September 2024,” jelas IPTU Saldi pada Jumat (23/01/2026).(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momentum Hari Kesadaran Nasional, Wagub Sulbar Tegaskan Disiplin ASN Harga Mati

    Momentum Hari Kesadaran Nasional, Wagub Sulbar Tegaskan Disiplin ASN Harga Mati

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, secara tegas menancapkan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi fundamental yang tak terpisahkan dari upaya penguatan kinerja birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Penegasan ini disampaikan dalam momentum Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dipimpinnya, Rabu, 17 Desember 2025. Wagub Salim S. Mengga menjadikan […]

  • Gegara Masalah Barcode, Pria di Mamuju Ancam Operator SPBU Pakai Parang

    Gegara Masalah Barcode, Pria di Mamuju Ancam Operator SPBU Pakai Parang

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mamuju resmi mengamankan seorang pria berinisial IS (56) pelaku pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap operator SPBU Belang-Belang. Aksi premanisme tersebut sempat viral di media sosial sebelum akhirnya pelaku diringkus pihak kepolisian. ​Kronologi Kejadian ​Peristiwa bermula saat pelaku hendak mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Belang-Belang. Namun, korban […]

  • HMI Komisariat STIKES Majene Kecam Vonis Bebas Oknum Polisi: “Keadilan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas”

    HMI Komisariat STIKES Majene Kecam Vonis Bebas Oknum Polisi: “Keadilan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas”

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIKES Majene melontarkan kecaman keras terhadap putusan majelis hakim dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan tindak pidana yang menyeret seorang oknum anggota Polres Majene hingga berujung pada vonis bebas. Putusan tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan masyarakat karena dinilai mencederai rasa keadilan publik. […]

  • Publikasi Museum Mandar Melalui Media untuk Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

    Publikasi Museum Mandar Melalui Media untuk Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

    • 0Komentar

    Majene – Sulbarupdate.id – Upaya pelestarian dan pengenalan budaya lokal terus dilakukan oleh pengelola Museum Mandar melalui berbagai strategi publikasi media. Museum Mandar yang terletak di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini semakin aktif memanfaatkan media cetak, elektronik, dan digital sebagai sarana untuk memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Mandar kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Publikasi […]

  • Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, memastikan bahwa Petunjuk Teknis dan seluruh dokumen pendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat XI Tahun 2026 telah diajukan kepada Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana. Hal tersebut disampaikan Murdanil saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026). Ia menjelaskan bahwa secara substansi, […]

  • Polresta Mamuju Sita 1.309 Botol Miras dan Cap Tikus

    Polresta Mamuju Sita 1.309 Botol Miras dan Cap Tikus

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Satuan Tugas (Satgas) Tindak Operasi Pekat Marano 2026 Polresta Mamuju terus memperketat pengawasan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Di hari ketiga pelaksanaannya, Rabu (28/1/2026), petugas berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras (miras) ilegal. Total sebanyak 1.309 botol miras dari berbagai merek dan 9 kemasan plastik minuman tradisional jenis cap […]

expand_less