Breaking News
light_mode
Beranda » Pasangkayu » Gubernur Sulbar Tegaskan Sawit Jadi Komoditas Strategis, Penegakan Regulasi Perkebunan Diperketat

Gubernur Sulbar Tegaskan Sawit Jadi Komoditas Strategis, Penegakan Regulasi Perkebunan Diperketat

  • account_circle sulbarupdate.id
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • visibility 375
  • comment 0 komentar

Pasangkayu, Sulbarupdate.id — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu potensi strategis Indonesia, baik dari sisi ekonomi nasional maupun dalam dinamika politik komoditas global.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Suhardi Duka saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu di Rumah Jabatan Bupati Pasangkayu, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, komoditas sawit memiliki peran fundamental dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang bergantung pada sektor perkebunan.

“Kita ingin setiap perkebunan sawit memberi manfaat bagi negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Pasangkayu sendiri, sekitar 80 persen komoditas ekonominya berasal dari sawit,” ujar Suhardi Duka.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti aspek penegakan hukum di sektor perkebunan. Ia mengungkapkan bahwa Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menemukan sekitar 829 hektare lahan sawit milik perusahaan yang berada di dalam kawasan hutan dan telah diambil alih negara.

Langkah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pemerintah kini semakin tegas dalam memastikan kepatuhan hukum di sektor perkebunan.

“Itu artinya bahwa tidak ada lagi yang saat ini karena dia kaya, karena dia dekat dengan kekuasaan maka ia merasa kuat. Ia merasa kuat, ia tidak bisa tersentuh oleh hukum, Tidak ada yang begitu sekarang,” tegasnya.

Gubernur Sulbar juga menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban perpajakan daerah, termasuk pembayaran pajak air permukaan yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya.

“Mungkin dulu perusahaan sawit bisa bertindak seenaknya, tetapi sekarang tidak lagi. Jika tidak membayar pajak, pemerintah akan memberikan penegasan dan sanksi sesuai aturan,” katanya.

Menurut Suhardi Duka, penguatan regulasi dan pengawasan bertujuan menciptakan tata kelola perkebunan yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

“Tidak ada yang kuat sekarang. Yang kuat adalah pemerintah dalam menegakkan hukum,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Perayaan Bulan Mamase yang kedua kalinya kembali digelar sebagai pesta rakyat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamasa yang ke-24. Di bawah kepemimpinan Bupati Welem Sambolangi dan Wakil Bupati H. Sudirman, perhelatan tahun ini mengusung konsep karnaval budaya dan pameran hasil bumi yang meriah, Senin (6/4/2026). ​Terpantau sejak pukul 07.00 […]

  • BWS V Sulbar dan DPUPR Majene Survei Irigasi Leppangan

    BWS V Sulbar dan DPUPR Majene Survei Irigasi Leppangan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sulawesi Barat melaksanakan survei Mutual Check 0 (MC 0) untuk kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Majene, H. […]

  • Diduga Lecehkan Dua Anak Tirinya, Pria 56 Tahun di Mamuju Diringkus Polisi

    Diduga Lecehkan Dua Anak Tirinya, Pria 56 Tahun di Mamuju Diringkus Polisi

    • 1Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Resmob Polresta Mamuju, bekuk seorang pria paruh baya berinisial MJ (56) atas dugaan tindak pidana pelecehan seksual terhadap dua anak tirinya yang masih di bawah umur. Pelaku diamankan di lokasi persembunyiannya yang berada di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) Jumat (24/04/2026). Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menyatakan bahwa penangkapan […]

  • Dugaan LPJ Fiktif Dana Hibah di STT Arastamar Mamasa, Rektor Masih Bungkam

    Dugaan LPJ Fiktif Dana Hibah di STT Arastamar Mamasa, Rektor Masih Bungkam

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Penggunaan dana hibah sebesar Rp700 juta untuk pembangunan gedung Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Mamasa terus menuai sorotan publik.  Kali ini, muncul dugaan bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) proyek tersebut bersifat fiktif karena realisasi fisik di lapangan diduga tidak sesuai dengan dokumen pertanggungjawaban. ​Dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah […]

  • Ribuan Perima Manfaat Nikmati BMG di Sesenapadang, Ini Daftar Menunya!

    Ribuan Perima Manfaat Nikmati BMG di Sesenapadang, Ini Daftar Menunya!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sesenapadang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kembali menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat, Senin (14/9/2026). Kegiatan dipusatkan di SPPG Sesenapadang yang berlokasi di Jalan Poros Desa Orobua, Kecamatan Sesenapadang. Kepala SPPG Sesenapadang, Arianus, mengatakan penyaluran MBG kali ini menyasar anak sekolah dari jenjang PAUD […]

  • Muak Hanya Diberi Janji Manis, Pemuda 3 Desa di Mamasa Bersatu Tuntut Keadilan Pembangunan!

    Muak Hanya Diberi Janji Manis, Pemuda 3 Desa di Mamasa Bersatu Tuntut Keadilan Pembangunan!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada Rabu (20/5/2026), dimanfaatkan oleh kelompok pemuda dari pelosok Kabupaten Mamasa untuk menyuarakan aspirasi mereka. Mereka mendesak pemerintah daerah setempat segera merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai telah lama terabaikan. ​Melalui wadah Forum Pemerhati Pembangunan Desa Burana, Pangadaran, dan Baruru, para pemuda ini menyatukan sikap […]

expand_less