Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » Pemprov Sulbar Gerak Cepat Lakukan Pendataan Jembatan Penyeberangan untuk Pelajar, Tindak Lanjut Instruksi Presiden Prabowo

Pemprov Sulbar Gerak Cepat Lakukan Pendataan Jembatan Penyeberangan untuk Pelajar, Tindak Lanjut Instruksi Presiden Prabowo

  • account_circle sulbarupdate
  • calendar_month Sel, 2 Des 2025
  • visibility 877
  • comment 0 komentar

Mamuju, sulbarupdate.id – Sebagai respons cepat atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengenai pemenuhan akses jembatan penyeberangan bagi pelajar di daerah terpencil, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) menggelar Rapat Koordinasi Kebutuhan Akses Jembatan Penyeberangan pada Jumat sore, 28 November 2025. Rapat tersebut dilaksanakan secara virtual dan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Muh. Darwis Damir.

Rapat tersebut diikuti oleh seluruh perangkat daerah provinsi serta jajaran Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas PMD dari enam kabupaten se-Sulawesi Barat.

Dalam pembukaan rapat, Darwis menegaskan pentingnya langkah cepat pemerintah daerah menyusul maraknya kasus viral secara nasional tentang pelajar yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan yang layak. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan situasi darurat yang harus segera ditangani demi keselamatan dan keberlangsungan pendidikan anak-anak.

“Ini peluang besar sekaligus tanggung jawab moral bagi kita. Presiden dan Mendagri telah meminta daerah bergerak cepat, dan kita di Sulawesi Barat harus memastikan kebutuhan jembatan penyeberangan yang dilalui anak sekolah dapat teridentifikasi lengkap dan akurat. Ini bukan sekadar infrastruktur, ini menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak kita,” ujar Darwis.

Rakor tersebut digelar untuk menyamakan mekanisme pendataan di seluruh kabupaten mengingat batas waktu yang sangat singkat dari pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten ditargetkan menyerahkan data final kepada Pemprov Sulbar paling lambat 3 Desember 2025, sementara Pemprov akan melaporkannya ke Kemendagri pada 4 Desember 2025. Pemerintah pusat juga menegaskan bahwa tidak ada penambahan data setelah batas waktu tersebut.

Pendataan difokuskan pada jembatan penyeberangan khusus pejalan kaki yang menjadi jalur utama pelajar menuju sekolah. Jembatan dapat berupa jembatan gantung atau jenis lain dengan lebar sekitar 1,5 meter atau sesuai kebutuhan lapangan, selama tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda empat. Tidak ada batasan panjang jembatan selama lokasi tersebut benar-benar digunakan oleh pelajar sebagai akses ke sekolah.

Selain jembatan, akses jalan setapak menuju sekolah yang rusak atau berbahaya juga dapat diusulkan apabila menjadi bagian dari hambatan mobilitas pelajar. Setiap data diwajibkan dilengkapi foto, video, serta titik koordinat GPS agar valid dan mudah diverifikasi pusat.

Upaya percepatan ini sejalan dengan Asta Cita Pembangunan Sulawesi Barat yang menekankan peningkatan kualitas SDM, pemerataan pembangunan wilayah, dan penguatan konektivitas. Langkah ini juga mendukung visi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan merata, terutama dalam akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil.

Pemerintah pusat memastikan bahwa seluruh biaya pembangunan jembatan penyeberangan ditanggung melalui anggaran nasional, termasuk biaya perencanaan teknis. Daerah hanya diminta memastikan kelengkapan dan keakuratan data lapangan.

Menutup rapat, Darwis kembali menegaskan pentingnya akurasi data dan koordinasi lintas perangkat daerah. Ia meminta seluruh peserta memastikan tidak ada satu pun lokasi pelajar yang terlewat, terutama di wilayah rawan banjir, pedalaman, dan daerah yang belum memiliki akses jembatan layak.

“Jangan sampai ada satu pun lokasi yang terlewat. Kita harus memastikan setiap anak di Sulawesi Barat dapat berangkat sekolah dengan aman, tanpa mempertaruhkan nyawa. Pastikan data lengkap, koordinasikan lintas perangkat daerah, dan segera sampaikan sebelum batas waktu,” tegasnya.

Untuk mempermudah proses, Pemprov Sulbar juga telah menunjuk narahubung pendamping kabupaten: I Ketut Wibawa Bagianadi untuk Pasangkayu dan Mamuju Tengah, Ikhwanul Muin untuk Mamuju dan Mamasa dan Kurniawan untuk Majene dan Polewali Mandar.

Dengan koordinasi intensif lintas sektor dan dukungan penuh dari pemerintah pusat, diharapkan kebutuhan jembatan penyeberangan bagi pelajar di Sulawesi Barat dapat segera terpenuhi sehingga akses pendidikan menjadi lebih aman, merata, dan berkeadilan.

(Adv)

  • Penulis: sulbarupdate

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris PMD Mamasa Sebut Pemda Merusak Aset, Kaharuddin: Pengalihan Penggunaan Aset

    Sekretaris PMD Mamasa Sebut Pemda Merusak Aset, Kaharuddin: Pengalihan Penggunaan Aset

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa mengalifungsikan dua aset, aset yang dialifungsikan yakni Lapangan Kondosapata dan Pasar Barra- barra. Lapangan Kondosapata dialifungsikan menjadi tempat jualan Usaha Mikro Menengah( UMKM), sejumlah lapak berjejer di pinggir Lapangan Kondosapata. Lapak yang berdiri itu tiap malam ramai di kunjungi pengunjung. Sedangkan Pasar Barra-barra yang berada di Desa Bombong […]

  • BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Masyarakat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite. Keluhan tersebut mencuat setelah terjadinya keributan di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Selasa malam, 1 September 2026. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat yang sehari-hari membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas, termasuk nelayan dan […]

  • Oknum Polisi di Polres Mateng Diduga Aniaya Warga Pasangkayu Gegara Mobil

    Oknum Polisi di Polres Mateng Diduga Aniaya Warga Pasangkayu Gegara Mobil

    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Sulbarupdate.id – Seorang warga Desa Bulubonggu, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh oknum anggota kepolisian. Terduga pelaku berinisial F, yang diketahui bertugas di Polres Mamuju Tengah (Mateng), diduga melakukan aksi kekerasan tersebut pada Senin (19/1/2026) sore. Kronologi Kejadian Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WITA di sebuah lapangan di Desa […]

  • Demonstran Desak Mentri Keuangan Copot Kepala KPP Pratama Mamuju Atas Dugaan Pungli

    Demonstran Desak Mentri Keuangan Copot Kepala KPP Pratama Mamuju Atas Dugaan Pungli

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mamuju kembali menjadi sasaran demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa Mamuju (AMM) pada Selasa, 16 Desember 2025. Aksi yang telah memasuki kali keempat ini menuntut penindakan tegas atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) serta pemeriksaan pajak yang dinilai tidak profesional dan tidak berkeadilan terhadap Wajib Pajak (WP) di wilayah […]

  • Hati-Hati! Oknum Penipu Catut Nama Kapolresta Mamuju, Modus Minta Bantuan

    Hati-Hati! Oknum Penipu Catut Nama Kapolresta Mamuju, Modus Minta Bantuan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Sebuah taktik penipuan yang kian meresahkan dengan mencatut identitas figur pejabat kepolisian di Mamuju, Sulawesi Barat, kembali terulang. Kali ini, aksi kejahatan siber tersebut menyasar nama dan foto profil Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ardi Sutriono, sebagai alat untuk memuluskan tindak pidana. Modus operandi yang digunakan pelaku adalah menghubungi beberapa kepala desa melalui […]

  • Desak Pemerataan MBG, Ribuan Massa Unjuk Rasa di DPRD Sulbar

    Desak Pemerataan MBG, Ribuan Massa Unjuk Rasa di DPRD Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sulawesi Barat (ASMARA) menggelar aksi damai di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat pada Senin, 29 Juni 2026. Kedatangan massa bertujuan untuk memberikan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendesak agar program nasional tersebut segera menyentuh wilayah pelosok, terutama daerah Tertinggal, Terdepan, dan […]

expand_less