Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Anggaran Nihil, Hutan Lindung Tandeallo Majene Marak Dijarah Pembalak Liar

Anggaran Nihil, Hutan Lindung Tandeallo Majene Marak Dijarah Pembalak Liar

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
  • visibility 451
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Kondisi hutan lindung di Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, kini berada dalam titik kritis.

Praktik pembalakan liar (illegal logging) dilaporkan kian masif, sementara otoritas pengawasan mengaku lumpuh total akibat kendala operasional.

Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Majene menyatakan tidak berdaya membendung aksi penjarahan tersebut.

Kepala UPTD KPH Majene, Abdul Hamid, mengakui bahwa wilayah kerjanya telah menjadi sasaran empuk para perambah hutan.

Menurut Hamid, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama pihaknya tidak mampu melakukan tindakan represif atau patroli rutin yang memberikan efek jera.

Selama ini, upaya yang dilakukan hanya sebatas imbauan yang kerap diabaikan oleh para pelaku.

“Benar, pembalakan liar di Tandeallo sangat marak, tapi kami di UPTD tidak memiliki anggaran operasional,” ujar Hamid saat dikonfirmasi, Sabtu (18/1/2026).

Krisis anggaran ini berdampak langsung pada proses penegakan hukum di lapangan. Hamid membeberkan fakta miris di mana sejumlah barang bukti kayu hasil jarahan terpaksa dimusnahkan di lokasi karena pemerintah tidak memiliki biaya untuk proses evakuasi.

“Barang bukti tidak bisa kami amankan karena tidak ada biaya mobil angkut. Akhirnya kami musnahkan di tempat dengan cara dipotong-potong (menggunakan gergaji mesin),” tambahnya.

Selain masalah finansial, lemahnya pengawasan hutan di Majene juga dipicu oleh buruknya koordinasi antar-lembaga.

Hamid mengklaim telah berulang kali melaporkan temuan lapangan ke pihak Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan, namun belum membuahkan hasil nyata.

Ia menuding pihak Gakkum enggan turun ke lokasi jika belum ada tersangka yang diamankan secara mandiri oleh pihak KPH.

“Sudah sering kami sampaikan ke Gakkum untuk patroli, tapi tidak dilaksanakan. Alasan mereka, bisa turun asalkan sudah ada tersangkanya,” ungkap Hamid dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, hutan lindung Tandeallo terus menanti langkah konkret dari pemerintah provinsi maupun pusat sebelum kerusakan ekosistem di wilayah pegunungan Ulumanda tersebut menjadi permanen.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Sulbar JSM Dijadwalkan Tempati Rumah Jabatan Malam Ini

    Wagub Sulbar JSM Dijadwalkan Tempati Rumah Jabatan Malam Ini

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus memacu penyelesaian penataan Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga. Langkah ini dilakukan guna memastikan hunian tersebut siap ditempati sepenuhnya bertepatan dengan agenda “Masuk Rumah” yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 08 Januari 2026.   Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga […]

  • Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Niat tulus para siswa di pelosok Kabupaten Mamasa untuk mengenyam bangku pendidikan harus berbenturan dengan realita pahit. SDN 007 Botteng yang terletak di Dusun Kata-Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, kini menjadi sorotan setelah dilaporkan meliburkan aktivitas belajar mengajar di luar kalender akademik resmi. Hal ini terjadi pada Kamis 12 February 2026. ​Kondisi […]

  • Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    • 0Komentar

    MAMASA – SMPN 1 Mamasa memanfaatkan momentum Pameran Budaya dalam rangka karnaval Bulan Mamase sebagai sarana edukasi luar ruangan bagi para siswa. Kegiatan kunjungan studi ini dilangsungkan di area Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa Kabupaten Mamasa, Selasa (7/4/2026). ​Kehadiran stan budaya dari 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa menjadi daya tarik utama bagi pihak sekolah untuk memberikan wawasan […]

  • BPKAD Sulbar Perkuat Transparansi: Kawal Pendampingan Input Aset Pendidikan Dana BOS 2025

    BPKAD Sulbar Perkuat Transparansi: Kawal Pendampingan Input Aset Pendidikan Dana BOS 2025

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pengelolaan BMD bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulbar melaksanakan pendampingan penginputan aset Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025. Pendampingan berlangsung di ruang rapat Bidang BMD BPKAD Sulbar, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan tata kelola aset pendidikan […]

  • Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, menerima kedatangan Tim dari Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (9/2/2026). Kunjungan ini dalam rangka monitoring terkait Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2025. Pertemuan berlangsung di ruang Kepala BPKAD dan dilanjutkan secara teknis di ruang rapat Bidang Pengelolaan […]

  • SPPG Mambi Rantebulahan Salurkan MBG kepada 2.520 Penerima Manfaat

    SPPG Mambi Rantebulahan Salurkan MBG kepada 2.520 Penerima Manfaat

    • 0Komentar

    MAMBI, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Mambi Rantebulahan di bawah Yayasan Pallawa Lipu Grup menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 2.520 penerima manfaat di Kecamatan Mambi dan sekitarnya, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (14/9/2026). Sasaran penerima manfaat mencakup anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, tenaga pendidik, serta kelompok 3B yang […]

expand_less