Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Demokrasi, Rasio dan Ilusi Kesempurnaan Politik

Demokrasi, Rasio dan Ilusi Kesempurnaan Politik

  • account_circle Tim Sulbarupdate.id
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 466
  • comment 0 komentar

OPINI – Demokrasi kerap dipuji sebagai puncak pencapaian politik umat manusia, seolah-olah ia merupakan bentuk pemerintahan yang mendekati kesempurnaan. Namun, penilaian semacam ini sering gagal membedakan antara apa yang diinginkan manusia dan apa yang dapat dibenarkan oleh rasio.

Dalam kerangka pemikiran rasional, tidak ada satu pun bentuk pemerintahan yang sepenuhnya baik, sebab setiap sistem pada akhirnya dijalankan oleh manusia—makhluk rasional yang sekaligus sarat kepentingan, ambisi, serta kerentanan moral.

Oleh karena itu, demokrasi tidak layak disebut sebagai bentuk pemerintahan terbaik, melainkan hanya sebagai yang paling sedikit mengandung keburukan dibandingkan alternatif-alternatif lain. Keunggulannya bersifat relatif, bukan absolut.

Demokrasi tidak menjamin lahirnya kebajikan politik, apalagi keadilan yang sempurna, tetapi menyediakan mekanisme untuk membatasi kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh kekuasaan yang tak terkendali.

Keunggulan relatif demokrasi terletak pada strukturnya yang menahan konsentrasi kekuasaan melalui pembagian wewenang dan mekanisme pengawasan.

Dalam tatanan semacam ini, kehendak individual—baik dari penguasa maupun mayoritas—diupayakan tunduk pada hukum yang bersifat umum. Pada titik inilah demokrasi mendekati prinsip moral universal, bahwa manusia tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai alat, melainkan harus selalu diperlakukan sebagai tujuan. Namun, kedekatan ini bersifat normatif, bukan faktual.

Demokrasi tidak otomatis melahirkan moralitas, ia hanya menyediakan ruang bagi kemungkinan tersebut.

Lebih jauh, demokrasi tetap bergantung pada kedewasaan moral warga negaranya—sesuatu yang tidak pernah dapat diasumsikan hadir secara merata dan berkelanjutan.

Tanpa rasio publik yang terdidik dan kesadaran etis yang memadai, prosedur demokratis dapat dengan mudah direduksi menjadi sekadar mekanisme legitimasi kepentingan jangka pendek, bahkan menjadi alat pembenaran bagi ketidakadilan yang disahkan oleh suara mayoritas.

Dalam konteks ini, penting disadari bahwa demokrasi bukanlah tujuan akhir sejarah politik manusia, melainkan sebuah sarana sementara menuju tatanan hukum yang lebih adil. Ia patut dipertahankan bukan karena kesempurnaannya, melainkan karena kemampuannya membuka ruang bagi kritik, koreksi, dan pertanggungjawaban moral.

Demokrasi memungkinkan kekuasaan untuk dipersoalkan, bukan dipuja; diperbaiki, bukan diabadikan.

Dengan demikian, kemajuan politik sejati tidak terletak pada bentuk pemerintahan itu sendiri, melainkan pada sejauh mana rasio dan kewajiban moral membimbing tindakan manusia di dalamnya.

Demokrasi hanya akan bermakna sejauh ia menjadi wadah bagi penggunaan akal budi secara bertanggung jawab, bukan sekadar arena perebutan kehendak dan kekuasaan.

Salam Kato

  • Penulis: Tim Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membasuh Kasih di Parondobulawan, Kala Gereja dan Pemerintah Menenun Harmoni

    Membasuh Kasih di Parondobulawan, Kala Gereja dan Pemerintah Menenun Harmoni

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit Parondobulawan yang khidmat, sebuah simfoni spiritualitas dan sinergi kemasyarakatan bergema, Senin 22 Desember 2025. Hari ini menjadi momentum sakral bagi segenap jemaat GPdI Ekklesia Parondobulawan yang merayakan dwi-peristiwa, pentahbisan gedung suci sekaligus peringatan hari jadinya. Kehadiran Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, tidak sekadar sebagai representasi formalitas birokrasi, melainkan sebagai bentuk […]

  • Warga Basah oleh Hujan, Kering oleh Air PDAM

    Warga Basah oleh Hujan, Kering oleh Air PDAM

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Langit boleh saja menumpahkan hujan, tetapi kran-kran di rumah warga tetap sunyi. Di tengah guyuran air dari langit, sebagian sudut Kota Mamuju justru merasakan ironi: tanah basah, namun bak penampungan kosong, Mamuju 21/2/2026. Sudah lima hari air dari PDAM Tirta Manakarra tak lagi mengalir di sejumlah titik, salah satunya di BTN […]

  • Mamasa Fun Run 2026, Pesona Lari di Kota Dingin

    Mamasa Fun Run 2026, Pesona Lari di Kota Dingin

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabut tipis yang menyelimuti sapaan fajar di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi saksi perhelatan Fun Run 2026. Agenda yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah melalui Bulan Mamase II ini bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan sebuah simfoni kesehatan yang berpadu dengan eksotisme alam pegunungan, Sabtu (11/04/2026). ​Sejak pukul 05.00 WITA, area Tribun […]

  • Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id— Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati, bersama Sekprov Sulbar, Junda Maulana, turut mendampingi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam penyerahan penghargaan kepada dua desa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama Sulawesi Barat pada ajang Pemdeskel Award/Lomba […]

  • BREAKING NEWS: Satu Unit Rumah di Mamasa Ludes Dilalap Api

    BREAKING NEWS: Satu Unit Rumah di Mamasa Ludes Dilalap Api

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah warga di Tandiallo, Desa Lisuan Ada’, Kecamatan Sesenapadang (Sespa), Kabupaten Mamasa, pada Kamis siang (29/1/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, api dengan cepat menjalar dan melalap seluruh badan bangunan. Dalam sejumlah unggahan yang beredar di media sosial Facebook, terlihat kobaran api yang besar menyisakan puing-puing bangunan […]

  • Bupati Mateng Tegaskan ASN Tak Boleh Rangkap BPD, Ombudsman Beri Tenggat 30 Hari

    Bupati Mateng Tegaskan ASN Tak Boleh Rangkap BPD, Ombudsman Beri Tenggat 30 Hari

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, Dr. Arsal Aras, bersikukuh melarang aparatur sipil negara (ASN), baik berstatus pegawai penuh waktu maupun paruh waktu, merangkap jabatan sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Di tengah polemik yang terus bergulir, Arsal menegaskan pemerintah daerah memiliki dasar regulasi untuk melarang rangkap jabatan tersebut. Ia bahkan […]

expand_less