Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Demokrasi, Rasio dan Ilusi Kesempurnaan Politik

Demokrasi, Rasio dan Ilusi Kesempurnaan Politik

  • account_circle Tim Sulbarupdate.id
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 394
  • comment 0 komentar

OPINI – Demokrasi kerap dipuji sebagai puncak pencapaian politik umat manusia, seolah-olah ia merupakan bentuk pemerintahan yang mendekati kesempurnaan. Namun, penilaian semacam ini sering gagal membedakan antara apa yang diinginkan manusia dan apa yang dapat dibenarkan oleh rasio.

Dalam kerangka pemikiran rasional, tidak ada satu pun bentuk pemerintahan yang sepenuhnya baik, sebab setiap sistem pada akhirnya dijalankan oleh manusia—makhluk rasional yang sekaligus sarat kepentingan, ambisi, serta kerentanan moral.

Oleh karena itu, demokrasi tidak layak disebut sebagai bentuk pemerintahan terbaik, melainkan hanya sebagai yang paling sedikit mengandung keburukan dibandingkan alternatif-alternatif lain. Keunggulannya bersifat relatif, bukan absolut.

Demokrasi tidak menjamin lahirnya kebajikan politik, apalagi keadilan yang sempurna, tetapi menyediakan mekanisme untuk membatasi kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh kekuasaan yang tak terkendali.

Keunggulan relatif demokrasi terletak pada strukturnya yang menahan konsentrasi kekuasaan melalui pembagian wewenang dan mekanisme pengawasan.

Dalam tatanan semacam ini, kehendak individual—baik dari penguasa maupun mayoritas—diupayakan tunduk pada hukum yang bersifat umum. Pada titik inilah demokrasi mendekati prinsip moral universal, bahwa manusia tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai alat, melainkan harus selalu diperlakukan sebagai tujuan. Namun, kedekatan ini bersifat normatif, bukan faktual.

Demokrasi tidak otomatis melahirkan moralitas, ia hanya menyediakan ruang bagi kemungkinan tersebut.

Lebih jauh, demokrasi tetap bergantung pada kedewasaan moral warga negaranya—sesuatu yang tidak pernah dapat diasumsikan hadir secara merata dan berkelanjutan.

Tanpa rasio publik yang terdidik dan kesadaran etis yang memadai, prosedur demokratis dapat dengan mudah direduksi menjadi sekadar mekanisme legitimasi kepentingan jangka pendek, bahkan menjadi alat pembenaran bagi ketidakadilan yang disahkan oleh suara mayoritas.

Dalam konteks ini, penting disadari bahwa demokrasi bukanlah tujuan akhir sejarah politik manusia, melainkan sebuah sarana sementara menuju tatanan hukum yang lebih adil. Ia patut dipertahankan bukan karena kesempurnaannya, melainkan karena kemampuannya membuka ruang bagi kritik, koreksi, dan pertanggungjawaban moral.

Demokrasi memungkinkan kekuasaan untuk dipersoalkan, bukan dipuja; diperbaiki, bukan diabadikan.

Dengan demikian, kemajuan politik sejati tidak terletak pada bentuk pemerintahan itu sendiri, melainkan pada sejauh mana rasio dan kewajiban moral membimbing tindakan manusia di dalamnya.

Demokrasi hanya akan bermakna sejauh ia menjadi wadah bagi penggunaan akal budi secara bertanggung jawab, bukan sekadar arena perebutan kehendak dan kekuasaan.

Salam Kato

  • Penulis: Tim Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAD Jadi Perhatian, Bapenda Sulbar Perkuat Koordinasi Pengelolaan dengan BPK RI Sulbar

    PAD Jadi Perhatian, Bapenda Sulbar Perkuat Koordinasi Pengelolaan dengan BPK RI Sulbar

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat tata kelola pengelolaan pendapatan daerah melalui koordinasi intensif dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Barat. Hal tersebut ditandai dengan diterimanya Tim BPK di Ruang Bidang Pendapatan Daerah Bapenda Sulbar pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan koordinasi ini membahas pengelolaan dan penyajian data […]

  • Puluhan KK Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa, Kerugian Capai Rp10 Miliar, Apa Langkah Pemda?

    Puluhan KK Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa, Kerugian Capai Rp10 Miliar, Apa Langkah Pemda?

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa memicu rentetan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa mencatat, total kerugian material akibat bencana sejak Januari hingga Mei 2026 ini ditaksir telah menembus angka Rp10 miliar. ​Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Peluncuran Posko […]

  • Tahap II 47 Dapur MBG di Sulawesi Barat Tutup Sementara, Berikut Daftarnya

    Tahap II 47 Dapur MBG di Sulawesi Barat Tutup Sementara, Berikut Daftarnya

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Sulawesi Barat – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara sebanyak 47 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulawesi Barat, 6/4/2026. Penonaktifan ini merupakan tahap kedua (tahap II) dalam proses penertiban administrasi dapur MBG.l di Sulawesi Barat. Langkah tersebut dilakukan karena puluhan dapur MBG atau Satuan Pelayanan […]

  • Paradoks Keadilan, Saat Vonis Bersalah Tak Berujung Penjara

    Paradoks Keadilan, Saat Vonis Bersalah Tak Berujung Penjara

    • 0Komentar

    JAKARTA,Sulbarupdate.id – Indonesia memasuki era baru dalam penegakan hukum pidana. Sejak berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional pada 2 Januari 2026, konsep Pemaafan Hakim (Rechterlijk Pardon) resmi menjadi instrumen hukum yang menggeser paradigma pembalasan menjadi keadilan yang manusiawi. ​Melalui mekanisme ini, seorang terdakwa bisa dinyatakan terbukti bersalah secara hukum, namun hakim memiliki wewenang penuh […]

  • Pemkab Mamuju Tengah Perpanjang Kontrak 316 Pegawai PPPK Hingga 2028

    Pemkab Mamuju Tengah Perpanjang Kontrak 316 Pegawai PPPK Hingga 2028

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Pemkab Mateng), Sulawesi Barat, resmi perpanjang masa kontrak kerja bagi 316 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga tahun 2028. Kebijakan ini berlaku bagi para pegawai hasil pengangkatan tahun 2023 dan 2025 yang meliputi formasi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis. ​Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Informasi, […]

  • Dugaan LPJ Fiktif Dana Hibah di STT Arastamar Mamasa, Rektor Masih Bungkam

    Dugaan LPJ Fiktif Dana Hibah di STT Arastamar Mamasa, Rektor Masih Bungkam

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Penggunaan dana hibah sebesar Rp700 juta untuk pembangunan gedung Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Mamasa terus menuai sorotan publik.  Kali ini, muncul dugaan bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) proyek tersebut bersifat fiktif karena realisasi fisik di lapangan diduga tidak sesuai dengan dokumen pertanggungjawaban. ​Dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah […]

expand_less