Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Dampak Kemarau Panjang, 39 Desa di Mamuju Tengah Krisis Air Bersih

Dampak Kemarau Panjang, 39 Desa di Mamuju Tengah Krisis Air Bersih

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
  • visibility 175
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kemarau panjang mengakibatkan puluhan desa di Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat, terdampak krisis air bersih. Selain itu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga dilaporkan makin meluas.

Menurut Wakil Bupati Mateng, H. Askary Anwar, pada pekan lalu jumlah desa yang terdampak krisis air bersih masih berjumlah 25 desa se-Kabupaten Mateng.

Namun perhari ini menurut Askary, jumlah desa yang krisis air bersih makin bertambah dan mencapai 39 desa.

“Beberapa pekan lalu hanya terdampak di 25 desa, namun saat ini semakin meluas dan sudah berdampak ke 39 desa,” kata Askary kepada wartawan usai Rakor, Selasa, (1/9/2026).

Dengan demikian, Pemerintah daerah (Pemda) Mateng, segera mengambil langkah dengan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder.

Rapat dilaksanakan di Aula A Lantai II Kantor Bupati Mamuju Tengah, Jalan Tammauni Pue Ballung, kawasan KTM Tobadak, pagi tadi.

Dalam rapat tersebut, Pemkab Mateng tidak hanya melibatkan unsur pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah desa, pihak swasta serta sejumlah pemangku kepentingan yang dinilai memiliki peran dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana di lapangan.

Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, mengatakan koordinasi tersebut dilakukan untuk menyusun strategi menghadapi fenomena El Nino yang masih berlanjut.

Menurutnya, salah satu dampak paling dirasakan masyarakat saat ini adalah krisis air bersih. Bahkan, wilayah yang terdampak terus mengalami perluasan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Askary menyebutkan, terdapat dua persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah saat ini, yakni krisis air bersih dan ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Jadi yang menjadi perhatian utama kita sekarang ada dua, krisis air bersih dan kasus Karhutla,” ujarnya.

Dampak kekeringan juga mulai dirasakan sektor pertanian. Ratusan lahan milik warga dilaporkan mengalami gagal panen akibat kondisi kemarau yang berkepanjangan.

Selain berdampak terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih, kondisi kekeringan juga mulai berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Sejumlah gangguan kesehatan berpotensi muncul akibat kondisi lingkungan yang kering dan berdebu, di antaranya penyakit kulit, alergi hingga gangguan pernapasan seperti asma.

Olehnya itu, Pemkab Mateng melalui Rakor tersebut akan melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan sekaligus daerah yang memiliki potensi ancaman Karhutla.

Pemetaan tersebut dinilai penting untuk menentukan langkah penanganan secara tepat serta memastikan bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.

“Makanya kita melakukan aksi berupa pemetaan-pemetaan terhadap persoalan ini. Kita juga perlu mengingatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, bahwa saat ini kita sedang menghadapi berbagai persoalan akibat kondisi tersebut,” jelas Askary.

Saat ditanya mengenai kebutuhan anggaran untuk penanganan dampak kekeringan dan Karhutla ke depan, Askary mengatakan kebutuhan pembiayaan dalam kondisi bencana pada dasarnya tidak pernah cukup.

Meski demikian, pemerintah daerah akan menyiapkan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), sekaligus mengupayakan dukungan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Mamuju Tengah.

“Soal biaya memang tidak pernah cukup. Namun kita akan menyiapkan dana BTT (Belanja Tidak Terduga), termasuk dukungan dari pihak perusahaan yang ada di Mateng,” tutupnya.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan IPMAPUS Sulbar, Gubernur SDK Sampaikan Petuah Mendalam

    Pelantikan IPMAPUS Sulbar, Gubernur SDK Sampaikan Petuah Mendalam

    • 1Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Dari PUS, Nyala semangat dan jejak kepemimpinan di Bumi Sulbar, Gema harapan berpadu dengan nyanyian sejarah mengalir deras di momentum sakral Pelantikan Pengurus dan Milad ke-17 Ikatan Pelajar dan Mahasiswa PUS (IPMAPUS) Sulawesi Barat tahun 2025. Di hadapan generasi muda yang berhimpun, suara Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menjadi mercusuar yang […]

  • Dianggap Ingkar Janji Soal Korban Pencatutan Nama, GMNI Mamasa Kecam PT PNM

    Dianggap Ingkar Janji Soal Korban Pencatutan Nama, GMNI Mamasa Kecam PT PNM

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau DPC GMNI Kabupaten Mamasa mengecam keras sikap PT Permodalan Nasional Madani Cabang Mamasa.  Badan Usaha Milik Negara tersebut dinilai tidak memiliki iktikad baik dan mengabaikan Berita Acara Kesepakatan Bersama yang telah ditandatangani di hadapan anggota DPRD Kabupaten Mamasa. Hal ini disampaikan Ketua DPC GMNI […]

  • Satgas BPI KPNPA RI Sulawesi Minta Pemeriksaan Etik Kapolres Pasangkayu Tetap Berjalan, Siap Jadi Saksi

    Satgas BPI KPNPA RI Sulawesi Minta Pemeriksaan Etik Kapolres Pasangkayu Tetap Berjalan, Siap Jadi Saksi

    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Sulbarupdate.id – Desakan agar proses pemeriksaan etik terhadap Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, tetap dilanjutkan terus menguat meski dugaan penganiayaan terhadap anggotanya, Bripda Azril Fauzi, telah berakhir dengan kesepakatan damai. Kali ini, dorongan datang dari Satgas Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Wilayah Sulawesi, Sadiman Pakayu. […]

  • Timnas Austria 2026: Kembalinya Das Team dan Mimpi Besar Generasi Rangnick

    Timnas Austria 2026: Kembalinya Das Team dan Mimpi Besar Generasi Rangnick

    • 0Komentar

    WINA, SULBARUPDATE.id — Setelah penantian hampir tiga dekade, Tim Nasional Austria akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia. Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen bagi Austria, melainkan simbol kebangkitan sebuah negara sepak bola yang selama bertahun-tahun berusaha menemukan kembali identitas dan tempatnya di antara kekuatan utama Eropa. Kini, ketika Das Team kembali tampil di […]

  • Desil Warga Majene Mendadak Naik, Kadis Sosial: Data DTSEN Bersifat Dinamis dan Diperbarui Pusat

    Desil Warga Majene Mendadak Naik, Kadis Sosial: Data DTSEN Bersifat Dinamis dan Diperbarui Pusat

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Polemik perubahan desil kesejahteraan warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik. Sejumlah warga mempertanyakan perubahan posisi desil dalam data sosial ekonomi yang berdampak pada penilaian kondisi kesejahteraan serta akses terhadap berbagai program bantuan sosial. Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene, Najibah B Fattah, menjelaskan bahwa perubahan desil bukan […]

  • PROFIL Citra Egelesia Putri, Pembawa Baki HUT RI ke-81 di Majene, Cita-cita jadi Polwan

    PROFIL Citra Egelesia Putri, Pembawa Baki HUT RI ke-81 di Majene, Cita-cita jadi Polwan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Nama Citra Egelesia Putri menjadi salah satu sosok yang mendapat kepercayaan dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin (17/8/2026). Remaja kelahiran Polewali, 10 November 2009 itu dipercaya menjadi pembawa baki bendera Merah Putih dalam upacara yang berlangsung di Majene, Kabupaten Majene. […]

expand_less