Muak Hanya Diberi Janji Manis, Pemuda 3 Desa di Mamasa Bersatu Tuntut Keadilan Pembangunan!
- account_circle Whelson
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- visibility 463
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada Rabu (20/5/2026), dimanfaatkan oleh kelompok pemuda dari pelosok Kabupaten Mamasa untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Mereka mendesak pemerintah daerah setempat segera merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai telah lama terabaikan.
Melalui wadah Forum Pemerhati Pembangunan Desa Burana, Pangadaran, dan Baruru, para pemuda ini menyatukan sikap untuk memperjuangkan perbaikan jalan poros Lakahang–Burana–Pangadaran–Baruru.
Jalur tersebut merupakan akses utama dan urat nadi perekonomian bagi ribuan warga di wilayah tersebut.
Juru Bicara Forum, Jhon Calvin, menegaskan bahwa peringatan Harkitnas tahun ini menjadi titik balik bagi masyarakat setempat untuk bergerak bersama menuntut hak pembangunan yang setara.
“Hari ini kami bersepakat untuk berjuang dalam satu wadah. Kami menilai Pemerintah Kabupaten Mamasa belum memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan penghubung Lakahang hingga Baruru. Oleh karena itu, kami menyatukan suara masyarakat untuk mendesak Bupati Mamasa agar segera memprogramkan pembangunan jalan ke desa kami,” ujar Jhon kepada media, Rabu.
Jhon menyayangkan, sejak Kabupaten Mamasa mekar menjadi daerah otonom puluhan tahun lalu, ruas jalan strategis tersebut belum tersentuh pembangunan yang memadai. Ia menilai arah kebijakan pembangunan di Mamasa masih timpang dan cenderung terpusat di wilayah-wilayah tertentu.
“Kami merasa pembangunan di Kabupaten Mamasa tidak merata. Ada daerah yang mendapat perhatian lebih, sementara wilayah kami seperti dianaktirikan. Hari ini kami bersatu untuk menuntut keadilan pembangunan,” cetusnya.
Padahal, lanjut Jhon, jalan poros Lakahang–Burana–Pangadaran–Baruru merupakan jalur vital bagi mobilitas harian warga, akses anak sekolah, hingga pelayanan dasar kesehatan. Jalur ini menjadi tumpuan bagi masyarakat di Kelurahan Lakahang (wilayah Bakeng), Desa Burana, Desa Pangadaran, hingga Desa Baruru.
Selain akses mobilitas, kawasan tiga desa ini sebenarnya memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Wilayah Burana, Pangadaran, dan Baruru bahkan diyakini mampu menjadi lumbung pangan Kabupaten Mamasa jika didukung oleh infrastruktur yang representatif.
“Beberapa tahun silam, hasil pertanian dari wilayah kami bahkan mampu menyuplai kebutuhan hingga ke Kecamatan Bumal, Aralle, dan sejumlah desa di Kecamatan Tabulahan,” jelas Jhon.
Sebagai langkah konkret, forum ini menyatakan bakal segera menggelar konsolidasi besar-besaran, melibatkan elemen masyarakat, pelajar, hingga mahasiswa asal tiga desa tersebut—termasuk yang berada di luar daerah.
Senada dengan itu, penggagas forum, Nisan Parrokak, menambahkan bahwa sudah saatnya generasi muda mengambil peran aktif dalam mengawal hak-hak publik di era demokrasi saat ini.
Mantan Ketua Gemapus Makassar ini mengungkapkan, janji manis mengenai pembangunan jalan tersebut selalu berembus sejak Kabupaten Mamasa terbentuk, namun realisasinya nihil.
“Kini kita sadar, jika terus diam maka kita akan tetap menjadi anak tiri di Kabupaten Mamasa. Jika pemuda diam, siapa lagi yang akan memperjuangkan hak masyarakat?” tegas Nisan.
Pihaknya memastikan, ratusan pemuda bersama elemen masyarakat siap merapatkan barisan guna mengawal tuntutan ini sampai Pemkab Mamasa memberikan kepastian pembangunan demi pemerataan infrastruktur yang berkeadilan. (*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
