Talut Penahan Perkampungan di Bumal Amblas, Satu Dusun Terancam
- account_circle Ancha
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- visibility 310
- comment 0 komentar

Talut perkampungan di Dusun Katambi, Desa Penatangan, Bumal, amblas. Foto / Ancha
Mamasa, Sulbarupdate.id — Talut penahan perkampungan di Dusun Salu Katambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntu Malangka (Bumal), Kabupaten Mamasa, ambalas. Satu dusun terancam.
Kondisi tersebut memicu krisis kecemasan mendalam di kalangan warga yang bermukim di zona rentan longsor.
Peristiwa ini terjadi beberapa waktu lalu dipicu tingginya curah hujan pada beberapa pekan terakhir di wilayah Kabupaten Mamasa.
Kondisi darurat ini sekaligus menguji kapabilitas responsif Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam menjamin keselamatan populasi.
Merespon hal itu, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, mengambil inisiatif untuk turun langsung meninjau lokasi bencana, Senin, 15 Desember 2025.
Kehadiran Bupati Mamasa, merupakan manifestasi nyata dari etos kepemimpinan yang mengedepankan kehadiran negara di palagan musibah.
Langkah ini memastikan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak tereduksi sekadar formalitas administrasi.
Di tengah lanskap permukiman yang terancam bahaya geologis, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menggelar dialog substantif dengan warga dan perangkat desa.
Fokus pembahasan tidak hanya terbatas pada kerusakan infrastruktur talut, melainkan merambah pada aspek esensial berupa jaminan rasa aman permanen bagi rumah-rumah yang berlokasi persis di kaki tebing rawan longsor.
Welem Sambolangi menegaskan urgensi implementasi langkah-langkah antisipatif guna meminimalisasi risiko bencana ikutan.
Welem Sambolangi dorong agar penanganan dilakukan secara cermat dan didasarkan pada kajian teknis mendalam.
Tujuannya adalah merumuskan solusi yang tidak bersifat artifisial atau temporer, melainkan mampu menghela perlindungan jangka panjang bagi permukiman komunal.
“Peninjauan langsung oleh kepala daerah ini memberikan dampak psikologis signifikan bagi masyarakat,” ujar Welem.
Sebagai dukungan tahap awal di masa darurat, Bupati Mamasa juga menyerahkan bantuan logistik berupa beras kepada keluarga yang terdampak.
Kepala Desa Penatangan, Sukduk Baruga, mengapresiasi kehadiran Bupati, menilai bahwa kunjungan ini melampaui formalitas seremonial, tetapi merupakan empati dan tanggung jawab moral pemerintah.
“Mewakili segenap masyarakat Desa Penatangan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati yang berkenan meninjau langsung kondisi kami,” ungkap Kades.
Ia mengaku, Warga di Dusun Katambi, yang berada dalam ancaman, merasa diperhatikan dan dikuatkan dengan kehadiran pemerintah daerah.
Ia menyuarakan harapan agar rencana mitigasi dan penanganan yang telah disampaikan Bupati Mamasa dapat diimplementasikan secara konsisten dan berkesinambungan.
“Kami berharap permukiman kami dapat dipulihkan ke kondisi aman, sehingga warga dapat melanjutkan aktivitas tanpa dibayangi ketakutan akan longsor,”pungkasnya.(*)
- Penulis: Ancha
