Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Setahun Rampung, Jembatan Rp 500 Juta di Mamuju Tengah Sudah Amblas dan Miring

Setahun Rampung, Jembatan Rp 500 Juta di Mamuju Tengah Sudah Amblas dan Miring

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Sebuah jembatan beton sepanjang 14 meter di Desa Saloadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kini menjadi sorotan tajam warga setempat.

Meski baru rampung dikerjakan pada pertengahan 2025 lalu, infrastruktur yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut sudah mengalami kerusakan parah hingga amblas sedalam 55 sentimeter (cm).

​Pantauan di lokasi menunjukkan retakan besar menganga di beberapa titik. Kerusakan paling fatal terlihat pada pondasi dasar penyangga utama yang berfungsi menopang beban jembatan.

Akibat amblasnya pondasi tersebut, struktur badan jembatan kini tampak miring dan membahayakan keselamatan warga yang melintas.

​Seorang warga yang meminta namanya tidak disebut dalam berita ini mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah mulai terlihat tidak lama setelah proyek tersebut selesai.

​”Kalau tidak salah jembatan ini dikerjakan pertengahan 2025 lalu. Baru sekitar satu bulan selesai sudah muncul retakan, dan yang paling parah di bagian pondasi penahan jembatan yang turun atau amblas,” ungkapnya saat kepada laman ini, Jumat (15/5/2026) lalu.

​Ia menambahkan, demi menjaga agar jalur tetap bisa diakses, warga secara swadaya berinisiatif menimbun lubang dalam yang menganga di ujung jembatan akibat pergeseran struktur tersebut.

​Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh mantan Sekretaris Desa Saloadak yang enggan disebutkan namanya.

Ia menegaskan bahwa jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian warga karena menjadi akses utama penghubung antar-dusun menuju area perkebunan kelapa sawit.

​”Kami khawatir kalau terus dibiarkan bisa membahayakan pengguna jalan, terutama warga yang mengangkut muatan hasil panen sawit,” tuturnya.

Proyek “Siluman” Tanpa Papan Informasi

​Selain mengeluhkan kualitas fisik bangunan, warga dan aparat desa juga mempertanyakan transparansi proyek tersebut.

Mantan Sekdes Saloadak menyebutkan bahwa selama proses pembangunan, pihak pelaksana sama sekali tidak memasang papan informasi proyek di lokasi.

​”Yang saya dengar anggarannya sekitar Rp 500 jutaan. Untuk sumber pendanaan sampai sekarang tidak tahu juga dari mana, karena waktu pekerjaan berlangsung tidak ada papan proyek yang dipasang,” tambahnya.

​Sementara itu, Sekretaris Desa Saloadak yang menjabat saat ini, Naldianus, menegaskan bahwa proyek pembangunan jembatan tersebut dipastikan bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

​Berdasarkan klarifikasi yang sempat dilakukan pihak desa kepada pengawas lapangan saat pembangunan berjalan, proyek tersebut diklaim didanai oleh pihak swasta.

​”Kami sempat bertanya kepada salah satu orang yang mengaku sebagai penanggung jawab proyek saat itu. Dia hanya mengatakan sumber dananya dari perusahaan, tapi tidak menjelaskan perusahaan mana serta berapa total anggaran pastinya,” jelas Naldianus.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun perusahaan yang disebut-sebut bertanggung jawab atas pembangunan jembatan tersebut.

Pihak pemerintah desa pun mengaku masih menelusuri penanggung jawab utama guna meminta pertanggungjawaban terkait kelayakan infrastruktur tersebut.(**)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Maros Alokasikan Rp5 Miliar untuk 100 Titik Lampu Jalan Tenaga Surya 2026

    Pemkab Maros Alokasikan Rp5 Miliar untuk 100 Titik Lampu Jalan Tenaga Surya 2026

    • 0Komentar

    MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memperkuat infrastruktur di wilayah pedesaan dengan merencanakan pemasangan 100 titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan pemerataan akses penerangan hingga ke pelosok daerah. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Maros telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan […]

  • Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

    Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Kegiatan Agroforestri (wanatani) tahun anggaran 2023 di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, menuai protes. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar tersebut dinilai gagal memenuhi target pertumbuhan tanaman yang telah disepakati sejak awal. ​Kepala Desa Tawalian Timur, Saulinggi, mengungkapkan kekecewaannya setelah meninjau langsung lokasi penanaman di Dusun Salulotong. Ia menyebut […]

  • Distribusi Perdana Pasca Berhenti, SPPG Mehalaan Salurkan 2.118 MBG

    Distribusi Perdana Pasca Berhenti, SPPG Mehalaan Salurkan 2.118 MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyapa masyarakat di Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, pada Rabu (29/4/2026). Distribusi perdana setelah sempat vakum ini menyasar ribuan penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga kelompok rentan. ​Kegiatan ini di bawah pengelolaan Yayasan Pallawa Lipu Grup SPPG Mamasa Mehalaan Barat. Guna memastikan kelancaran di lapangan, Bhabinkamtibmas […]

  • Putri Dakka Bakal Laporkan Penyidik dan Kabid Humas Polda Sulsel ke Mabes Polri

    Putri Dakka Bakal Laporkan Penyidik dan Kabid Humas Polda Sulsel ke Mabes Polri

    • 0Komentar

    MAKASSAR – Mantan Calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka, atau yang akrab disapa Putri Dakka, bereaksi keras atas penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan penipuan oleh Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Lewat rilis resminya, Putri Dakka mengancam akan melaporkan sejumlah pihak, termasuk oknum polisi, ke Mabes Polri. Putri Dakka menilai penetapan tersangka terhadap dirinya […]

  • Polman Jadi Pilot Project Digitalisasi Bantuan Sosial Nasional 2026

    Polman Jadi Pilot Project Digitalisasi Bantuan Sosial Nasional 2026

    • 0Komentar

    Polman, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar), melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SP), turut serta dalam Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) Tingkat Nasional. Kegiatan secara daring ini menghadirkan pimpinan dari berbagai lembaga strategis, termasuk Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri PPN/Bappenas, Menteri PANRB, Kepala BPS, […]

  • Jalan Penghubung Dusun di Taupe Mamasa Terbuka, Warga Sampaikan Terima Kasih ke Pemda

    Jalan Penghubung Dusun di Taupe Mamasa Terbuka, Warga Sampaikan Terima Kasih ke Pemda

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Harapan warga Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, untuk memiliki akses transportasi yang memadai kini terwujud. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa resmi membuka jalur penghubung yang menghubungkan dua wilayah vital, yakni Dusun Pa’la dan Dusun Rante. Pembukaan jalan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang selama ini mendambakan kemudahan aksesibilitas. Pembangunan jalan tersebut merupakan […]

expand_less