Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Ribuan Warga Geruduk Kantor DPRD Enrekang Tolak Keras Rencana Tambang Emas

Ribuan Warga Geruduk Kantor DPRD Enrekang Tolak Keras Rencana Tambang Emas

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 387
  • comment 0 komentar

Sulsel, Sulbarupdate.id – Ribuan warga dari Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, hari ini melancarkan demonstrasi kolosal sebagai bentuk penolakan tegas terhadap rencana eksploitasi tambang emas di wilayah mereka. Gelombang protes melanda tiga lokasi vital yakni Kantor Bupati, kediaman salah satu investor, dan Kantor DPRD Enrekang, Jumat 12 Desember 2025.

Aksi massa yang berlangsung sejak pagi ini dicatat sebagai salah satu demonstrasi terbesar di Enrekang dalam beberapa tahun terakhir, menandai resistensi kuat masyarakat terhadap kegiatan ekstraksi sumber daya alam yang dinilai mengancam ekologi dan keberlangsungan hidup komunal.

Di sepanjang rute aksi, massa membawa keranda mayat sebagai simbol matinya keadilan apabila rencana penambangan dipaksakan.

Tensi memuncak ketika ribuan warga berupaya memasuki ruang rapat paripurna DPRD, namun hanya mendapati dua dari total tiga puluh legislator yang hadir, yakni Rahmat dan Mukhlis.

Kekecewaan massa memicu dorongan ke arah pintu masuk, yang segera direspons dengan penjagaan ketat oleh aparat keamanan.

Legislator Mukhlis berupaya meredam situasi dengan menjanjikan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat pekan depan dan memastikan aspirasi massa akan dibahas secara komprehensif oleh seluruh anggota dewan.

Massa aksi menilai rencana tambang emas berpotensi merusak lereng-lereng curam Cendana, mengganggu aliran sungai kecil yang merupakan sumber utama air minum dan irigasi, serta mengancam eksistensi Cagar Alam sebagai zona konservasi dan wilayah sakral masyarakat adat.

Aktivitas pengerukan, deforestasi, dan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida diprediksi dapat memicu bencana ekologis dan sosial yang masif.

Jenderal lapangan aksi, Syafei, dalam orasinya menegaskan bahwa tambang emas bukan sekadar ancaman lingkungan, melainkan juga ancaman terhadap identitas komunal masyarakat Cendana.

Ia menyebut rencana tersebut berpotensi merusak kawasan adat, memutus warisan leluhur, serta menodai nilai spiritual yang dipegang teguh secara turun-temurun.

Syafei menekankan bahwa pembangunan harus berlandaskan hukum dan asas keberlanjutan, bukan semata-mata mengejar keuntungan ekonomi sesaat.

Aksi penolakan ini diperkuat dengan landasan hukum yang kuat, termasuk Perda RTRW Enrekang No. 14 Tahun 2016, UU Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009, Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 (terkait kawasan cekungan air tanah lindung), UU Konservasi No. 5 Tahun 1990, UUD 1945 Pasal 18B ayat (2) (tentang perlindungan adat dan budaya), serta UU Pemajuan Kebudayaan.

Warga mendesak pemerintah untuk tidak mengabaikan regulasi tersebut demi desakan investasi.

“Apabila investasi itu merusak air kami, merusak tanah kami, merusak adat kami, maka kami akan terus melawan. Jika suara kami diabaikan, maka Enrekang akan menjadi lautan darah,” seru Syafei di hadapan massa.

Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang itu menegaskan, perjuangan mereka adalah panggilan moral untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan masa depan generasi Enrekang.

Mereka mendesak pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat untuk serius mendengarkan aspirasi rakyat dan memegang teguh mandat hukum dalam menentukan kebijakan pengelolaan sumber daya alam.

Gerakan ini menegaskan kesiapan masyarakat untuk berdiri di barisan terdepan demi mempertahankan hak atas lingkungan hidup yang bersih, lestari, dan berkeadilan.(**)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Sunyi Sang Jenderal Humanis, Mengenang Salim S. Mengga

    Jejak Sunyi Sang Jenderal Humanis, Mengenang Salim S. Mengga

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sabtu pagi, 31 Januari 2026, Sulawesi Barat terbangun dalam selimut duka. Kabar itu merambat cepat dari mulut ke mulut, melintasi lembah-lembah di Mamasa hingga pesisir Polewali Mandar, sebab Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S. Mengga, sang Wakil Gubernur yang dikenal bersahaja, telah berpulang ke hadirat Sang Pencipta. Bagi banyak orang, almarhum bukan […]

  • Heboh! Warga Laporkan Sekelompok WNA Berseragam Mirip Militer di Hutan Botteng

    Heboh! Warga Laporkan Sekelompok WNA Berseragam Mirip Militer di Hutan Botteng

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Masyarakat Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dihebohkan dengan laporan aktivitas sekelompok warga negara asing (WNA) yang memasuki kawasan hutan di wilayah Taludu, Botteng Utara, dan Tapalang Barat. Kelompok tersebut dilaporkan mengenakan seragam loreng yang menyerupai pakaian militer negara asing. ​Kabar ini mencuat setelah tokoh masyarakat Sulawesi Barat, H. Damris, mengunggah keresahannya melalui akun […]

  • Blankspot Sulbar Terus Menyusut, KominfoSS Intens Koordinasi ke Pusat

    Blankspot Sulbar Terus Menyusut, KominfoSS Intens Koordinasi ke Pusat

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Area blankspot di Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan tren penurunan seiring langkah intensif yang dilakukan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSS) Sulbar bersama pemerintah pusat dan operator telekomunikasi. Upaya ini menjadi bagian dari percepatan pemerataan akses jaringan 4G hingga ke wilayah terpencil. KominfoSS Sulbar merujuk data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) […]

  • 2 Hektare Lahan di Anreapi Polman Terbakar

    2 Hektare Lahan di Anreapi Polman Terbakar

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Dusun Balla, Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar pada Selasa (14/4/2026). Api yang diduga berasal dari aktivitas pembersihan lahan tersebut sempat menghanguskan area seluas dua hektare sebelum berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WITA. Berdasarkan informasi di lapangan, api dipicu oleh […]

  • Kejar Target PAD Rp87 Miliar, Pemkab Mamasa Perketat Aturan Pajak

    Kejar Target PAD Rp87 Miliar, Pemkab Mamasa Perketat Aturan Pajak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Kerja Bupati Mamasa Jalan Poros Mamasa-Polewali Desa Osango Kecamatan Mamasa, Selasa (24/2/2026). ​Rapat dipimpin Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, didampingi Wakil Bupati H. Sudirman. Turut […]

  • Istri Bupati Enrekang Resmi Pimpin PSI, Target Kemenangan Total di Bumi Massenrempulu

    Istri Bupati Enrekang Resmi Pimpin PSI, Target Kemenangan Total di Bumi Massenrempulu

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan beserta pengurus dari 24 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten/Kota se-Sulsel. Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini menandai babak baru pergerakan partai berlogo bunga mawar tersebut di wilayah Sulawesi Selatan. Salah satu sosok yang mencuri perhatian […]

expand_less