Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ratusan Siswa di Magelang Diduga Keracunan Menu MBG, Telur Puyuh Jadi Sorotan

Ratusan Siswa di Magelang Diduga Keracunan Menu MBG, Telur Puyuh Jadi Sorotan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • visibility 277
  • comment 0 komentar

MAGELANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Magelang menelan korban. Sebanyak 263 orang, mayoritas siswa dari SMP Negeri 10 dan SMA Negeri 3 Magelang, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal seperti mual, muntah, dan diare usai menyantap menu yang dibagikan pada Rabu (21/1/2026).

Kronologi Kejadian

Kepala SMPN 10 Magelang, Sri Mulyani, menjelaskan bahwa gejala mulai dirasakan para siswa sejak Rabu siang dan memuncak pada malam hari. Gejala muncul dengan masa inkubasi rata-rata 12 jam setelah mengonsumsi makanan.

“Keluhannya bervariasi, mulai dari sakit perut hingga diare. Di sekolah kami, ada 70 siswa dari kelas VII hingga IX serta lima guru dan karyawan yang terdampak,” ujar Sri Mulyani, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan data investigasi sementara, menu yang disajikan oleh SPPG Rejowinangun Utara hari itu terdiri dari nasi putih, telur puyuh saus mentega (Dicurigai sebagai penyebab utama), cah pokcoy, tempe kremes & tempe krispi, tahu dan sosis serta buah semangka potong.

Sekda Kota Magelang, Larsita, mengungkapkan bahwa dari total 1.853 porsi yang didistribusikan ke tiga sekolah, hasil kuesioner terhadap 946 responden menunjukkan 263 orang mengalami gangguan kesehatan.

“Menu telur puyuh saus mentega menjadi item yang paling dicurigai berdasarkan pola keluhan responden,” kata Larsita.

Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas Magelang Tengah telah mengambil langkah cepat:

-Uji Laboratorium: Sampel makanan dan air telah dikirim untuk memastikan penyebab pasti kontaminasi.

-Penghentian Sementara: Distribusi MBG dihentikan sementara hingga hasil evaluasi keluar.

-Imbauan Sekolah: Pihak sekolah meminta siswa membawa bekal mandiri dari rumah untuk menjamin keamanan konsumsi selama masa investigasi.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil laboratorium untuk menentukan apakah gangguan kesehatan ini disebabkan oleh bakteri, proses pengolahan yang kurang higienis, atau faktor bahan baku.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id – Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk di Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/2/2026) siang. Belum diketahui penyebab peristiwa tersebut. ​Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, api pertama kali terlihat membumbung tinggi dari salah satu rumah penduduk. Kondisi bangunan […]

  • Bupati Polman Beri Ultimatum 100 Hari, “Rakyat Tak Butuh Alasan, Butuh Bukti!”

    Bupati Polman Beri Ultimatum 100 Hari, “Rakyat Tak Butuh Alasan, Butuh Bukti!”

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id – Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mengeluarkan ultimatum tegas bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Polman. Ia menuntut perubahan nyata dan performa maksimal dalam 100 hari kerja pertama sejak dimulainya masa koordinasi baru. Ketegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang digelar di Ruang […]

  • Majene Diterjang Angin Kencang, Kantor dan Rumah Warga Rusak

    Majene Diterjang Angin Kencang, Kantor dan Rumah Warga Rusak

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa (6/1/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WITA tersebut mengakibatkan kerusakan pada fasilitas perkantoran, hunian warga, hingga akses jalan di dua kecamatan. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan resmi kerusakan dari BPBD Majene pada Rabu […]

  • Komitmen Pembangunan, SDK: Tuhan Lihat Setiap Usaha untuk Kemaslahatan Rakyat

    Komitmen Pembangunan, SDK: Tuhan Lihat Setiap Usaha untuk Kemaslahatan Rakyat

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan Kabupaten Mamasa, termasuk melalui alokasi anggaran daerah. Penegasan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, disampaikan saat menghadiri Perayaan Natal Nasional GMKI bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa dan masyarakat Mamasa di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Senin malam 29 Desember 2025. “Pemerintah […]

  • Eks Pj. Gubernur Sulbar Dicekal Keluar Negeri: Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Bibit Nenas Rp65 Milyar

    Eks Pj. Gubernur Sulbar Dicekal Keluar Negeri: Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Bibit Nenas Rp65 Milyar

    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULBARUPDATE.ID- Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi umumkan pencekalan ke luar negeri eks PJ Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin ke luar negeri di kantor Kejati Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (30/12/2025) sore. Bahtiar Baharuddin mantan Pj Gubernur Sulsel sempat diperiksa terkait kasus dugaan korupsi bibit nanas senilai Rp60 miliar. Kejati […]

  • Sengketa Lahan jadi Sorotan Publik di Majene, SDLB Lutang Masih Disegel Ahli Waris

    Sengketa Lahan jadi Sorotan Publik di Majene, SDLB Lutang Masih Disegel Ahli Waris

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Penyegelan gedung Sekolah Luar Biasa (SLB/SDLB) di wilayah Lutang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat hingga kini masih terus berlanjut, Rabu (20/5/2026). Pihak ahli waris pemilik lahan menegaskan penyegelan tidak akan dibuka sebelum ada kejelasan dan penyelesaian resmi dari pemerintah terkait status tanah yang ditempati bangunan sekolah tersebut. Ahli waris, Erfan […]

expand_less